
Brim yang kembali dengan kotak obat herbal dan segera menghubungi temannya. Kebetulan dia memiliki teman yang mengabdikan diri dengan obat-obat herbal dari berbagai negara.
Awalnya dia ingin langsung pergi ke tempat kerjanya. Tapi dia lupa jika hari ini temannya tak ada di laboratorium pengobatan herbal. Tapi ketika dihubungi ponsel temannya juga tidak aktif.
“Apa yang dilakukan pria itu sebenarnya? Ketika penting malah sulit dihubungi.” Brim kesal dan akhirnya memutuskan untuk pergi rumahnya.
Ketika tiba di rumah besar yang sepi, Brim menekan bel pintu berulang kali. Tapi masih belum ada jawaban.
“Carlos! Buka pintunya! Aku tahu kamu ada di dalam!” Brim berteriak.
Brim menekan bel berulang kali hingga suara nyaring memenuhi ruang utama rumah tersebut.
Di sebuah kamar besar di lantai dua, pria yang dicari Brim sebenarnya sedang tidur sangat nyenyak. Tak ada pelayan di rumahnya. Dia hanya menyewa tukang bersih-bersih setiap pagi dan mereka pergi setelah pekerjaan selesai.
Mendengar suara bel pintu yang ditekan berulang kali, Carlos mengerutkan kening. Dia merasa tidurnya terganggu. Mau tidak mau bangun dengan keadaan setengah mengantuk dan pergi ke ruang utama untuk melihat siapa yang berani mengganggu tidurnya.
Carlos membuka pintu. Sebelum dia bertanya dengan marah, Brim sudah menerobos masuk.
“Hey, siapa kamu? Berani mengganggu tidurku!” Carlos masih belum jelas melihat siapa yang datang.
“Carlos, berapa lama kamu tidur?” Brim tidak peduli dengannya dan duduk tanpa mementingkan sopan santun.
Mendengar suara yang dikenalnya, Carlos akhirnya mengerutkan kening. Dia menghampirinya. Jam berapa sekarang? Kenapa pria ini datang tanpa angin dan hujan?
“Aku belum lama tidur. Kenapa kamu datang ke sini?” tanyanya.
Ponselnya mati dan sedang diisi daya dalam keadaan dimatikan. Jadi wajar saja jika dia tidak akan menerima panggilan apapun. Ia bahkan tak memiliki telepon rumah. Rumah besar ini sebenarnya kosong. Ia jarang tinggal di rumah dan menghabiskan waktunya di laboratorium.
“Aku ingin kamu membantuku memeriksa obat herbal ini. Aku ingin hasilnya dalam waktu dekat,” jawab Brim.
“Obat herbal apa? Kenapa kamu tidak datang besok saja ke laboratorium? Aku harus istirahat hari ini.” Dia menolak.
“Periksalah. Ini obat herbal yang katanya bagus untuk kesuburan. Apakah kamu masih ingat jika Hayler melakukan pernikahan rahasia dengan Yuki sebelumnya?”
Sekarang rasa kantuk Carlos berkurang dan pikirannya juga lebih jernih. “Tentu saja aku tahu. ada apa dengan ini? Bukankah mereka sudah bercerai?”
“Memang. Aku tidak membahas itu, aku ingin mencari tahu tentang obat herbal yang selama itu diminum Yuki. Ini, cobalah periksa.”
Carlos melihat kotak kayu yang tidak terlalu kecil atau besar. Dia membuka penutupnya tapi hanya melihat saja.
“Ini hanya tanaman dan bunga herbal biasa yang bagus untuk menyuburkan tubuh. Kenapa aku harus memeriksanya? Dokter pengobatan Tiongkok saja tahu ini,” katanya.
“Apakah kamu yakin?” Brim tidak percaya.
“Kalau dari semua bahannya benar.” Carlos memeriksa satu persatu dari semua tanaman dan bunga herbal yang dikeringkan. Tak ada yang salah sama sekali. “Apakah kamu masih ingin mencari tahu hasil lab nya?”
“Ya, ini lebih meyakinkan.”
Carlos berdecak. “Baiklah kalau begitu. Hasilnya akan terlihat besok. Aku akan menghubungimu setelah hasilnya keluar.”
Ini bukan pertama kalinya Carlos mendapatkan permintaan seperti itu. Beberapa orang tertentu juga pernah datang untuk mengecek kualitas dan kandungan obat herbal mereka.
Brim melihat mata Carlos yang masih memerah, tahu jika pria itu masih mengantuk. “Kalau begitu aku tidak akan mengganggu waktu istirahatmu. Ingatlah untuk memeriksanya dengan baik.”
Setelah Brim pergi, Carlos melihat semua jenis herbal yang ada dalam kotak. Dia mencium satu persatu aroma tanaman herbal kering itu secara acak, lalu mengerutkan kening. Ia sepertinya menangkap satu aroma yang tidak biasa.
“Kenapa aku merasa familiar dengan aroma ini?” gumamnya.
Mungkinkah ada yang salah dengan ramuan herbal ini?
Carlos adalah orang yang suka meneliti obat herbal atau segala jenis ramuan herbal. Rasa kantuknya langsung sirna oleh rasa penasaran.
Dia memutuskan untuk menghubungi orang-orang di laboratorium. Meminta mereka menyiapkan ruang penelitiannya malam ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Brim yang berada di perusahaan bersama Hayler akhirnya mendapatkan kabar dari Carlos tentang hasil uji lab ramuan kemarin. Brim terkejut. Dia berpikir jika hasilnya akan terlihat setidaknya sore malam nanti.
Namun Carlos tidak mengatakannya di telepon melainkan meminta mereka untuk bertemu. Setidaknya jika bisa, bawa Hayler sekalian.
Sepertinya hasil uji lab memang ada yang salah, Brim yakin tentang itu. Dia akhirnya membuat janji dengan Carlos siang nanti.
“Benar-benar ada yang salah dengan obatnya?” Hayler terkejut.
Brim mengangguk. “Harusnya begitu. Mari bertemu dengannya siang nanti. Dia ingin menyampaikan sesuatu padamu.”
Hayler terdiam dan akhirnya setuju untuk bertemu. Meski dia tidak pernah mencurigai ibunya tapi bukan berarti tidak tahu apa-apa. Ibunya terlalu baik pada Lita sejak awal, membuatnya curiga.
Siang harinya, Hayler dan Brim tiba di sebuah kafe. Carlos sudah menunggu di sana. Ketiganya saling menyapa sebelum akhirnya memesan kopi.
Carlos memiliki aroma herbal di tubuhnya sehingga orang mengira jika dia sakit-sakitan. Dia menyerahkan map cokelat pada mereka dan menyesap kopinya.
“Hayler, sepertinya kamu harus mengetahui lebih jauh tentang kondisi di keluarga Johnson Del,” katanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuki berada di perusahaan saat ini. Dia mulai sibuk lagi setelah menemani Shirley di rumah sakit sebelumnya. Di kantor, hanya terdengar suara ketukan jari di keyboard laptop dan halaman dokumen yang dibolak-balik.
Asisten Loah masuk dan meletakkan secangkir kopi yang diminta oleh Yuki. “Bos, meja depan meneleponku dan berkata ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” katanya.
“Aku tidak bebas.”
Yuki tidak bertanya siapa pihak lain. Dia tidak peduli. Jika itu ayah atau ibunya pasti bisa langsung masuk tanpa harus melewati izin meja depan. Jika sahabatnya atau Daleon, biasanya akan menelepon dulu.
“Tapi itu adalah nyonya Johnson Del,” kata asistennya lagi.
Kali ini gerakan Yuki terhenti dan memikirkan ibu Hayler yang membencinya di masa lalu. Ia tidak tahu dari mana asal kebencian Nyonya Luffs padanya. Setelah menikah, sikapnya sangat dingin padanya. Tidak tahu apa yang akan wanita itu lakukan dengan datang ke perusahaannya.
Keluarga Johnson Del dan Sconava sudah memutuskan ikatan persahabatan. Tidak ada persimpangan apapun lagi. Kenapa dia datang padanya?
“Minta meja depan untuk menahannya lebih dulu,” katanya.
Yuki bukan lagi menantu keluarga Johnson Del. Dia juga bukan lagi wanita yang akan mematuhi perintah apapun dari Nyonya Luffs. Dulu dia terlalu polos dan buta. Berpikir jika pernikahannya dengan Hayler akan bahagia meski tidak memiliki anak. Tapi ternyata dia salah ….
Asisten Loah mengangguk. Dia pergi ke mejanya sendiri, menghubungi orang yang berjaga di meja depan lobi perusahaan melalui telepon kantor.