Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Menebar Jaring



Hayler punya rencana sendiri untuk ulang tahun Hayrus. Kebetulan Rodney sudah bekerja di perusahaan saat ini. Jika Hayrus dan Lita datang ke sana, Rodney pasti akan mengambil inisiatif untuk berbicara.


Ia harus tahu hubungan lebih jauh Rodney dan Lita. Lalu peran apa yang Lita mainkan di dalamnya?


Hayler tidak mau banyak menjelaskan saat ini. Dia minum banyak hingga kepalanya agak pusing. Lita tidak bisa menginterogasinya lebih jauh, khawatir membangkitkan rasa tidak suka Hayler. Wanita itu jelas tahu jika Hayler suka wanita yang patuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada keesokan harinya, Hayler berangkat kerja seperti biasanya. Seperti biasa, dia mengantar Hayrus ke sekolah dan akan menjemputnya siang nanti. Ini kebiasaan rutinnya sejak anak itu bersekolah.


Ketika rumah itu sepi, Lita berdandan dan pergi untuk melakukan perawatan harian. Sejak dia menjadi nyonya muda Hayler, statusnya tentu saja meningkat. Dia bergaul dengan banyak nyonya bangsawan lainnya, berkumpul, minum teh atau sekadar bergosip di tempat mahal.


Kebiasaan ini sangat nyaman hingga membuat Lita perlahan menikmati statusnya sebagai istri kaya.


Bukannya Rodney tidak memberikan semua kebutuhan ini. Lita selalu merasa Rodney terobsesi untuk menjadi penjahat dan melakukan kekerasan. Dia berharap pria itu tidak datang menemuinya lagi selama beberapa waktu ke depan. Lita khawatir Hayler akan mencurigai sesuatu.


Bukannya Lita menerima begitu saja jika Hayler bersama wanita lain di luar sana. Tapi rencana Rodney tak bisa terganggu. Belum lagi, dia tampak dilema akhir-akhir ini.


Sangat nyaman menjadi istri orang kaya dan hidup bebas tanpa pengekangan. Berbeda pada saat bersama Rodney. Namun Rodney juga benar hari itu. Ketika perusahaan Johnson Del menjadi milik mereka, kekayaan ini juga menjadi miliknya.


Namun Lita tak pernah menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Rodney di perjalanan. Pria itu tampaknya sudah tahu dia akan datang ke tempat spa tersebut.


"Kenapa kamu ada di sini? Tidakkah kamu bekerja di perusahaan?" Lita menekan ketidakbahagiaan di hatinya.


"Kenapa? Apakah kamu tidak senang melihatku? Ini bukan pertama kalinya kita bertemu."


"Tapi kita tidak membuat janji temu. Aku akan menemui teman-temanku sekarang, tidak nyaman bicara saat ini," jelas Lita mencari alasan untuk membuat Rodney mengerti.


Ia memang tidak punya waktu saat ini. Kenapa pria itu tiba-tiba datang tanpa memberi tahunya lebih dulu?


Rodney tersenyum tapi agak menakutkan saat Lita melihatnya. "Aku akan menjemput Hayrus siang nanti jika kamu tidak ingin bicara denganku.”


“Rodney!” Lita mengepalkan tangannya. Tidak menyangka jika pihak lain akan mengancamnya dengan Hayrus. “Mari bicara sore nanti, okay?”


Lita memohon padanya dengan ekspresi tidak berdaya. Rodney memikirkannya sejenak dan akhirnya mengangguk. Keduanya tidak banyak bicara dan secara alami langsung berpisah. Bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Melihat kepergiannya, Lita akhirnya menghela napas lega sekaligus kesal. Rodney semakin tidak sabar. Tapi dia tak bisa mengendalikannya. Belum lagi, orang itu masih menjaga orang terdekatnya selama ini. Ini bukan menjaga, tapi menyandera!


Selama bertahun-tahun Rodney selalu memegang kelemahannya. Ia hanya memiliki satu-satunya kerabat di dunia ini, yaitu ayah kandungnya sendiri. Ayahnya telah berada di bawah pengawasan Rodney selama bertahun-tahun.


Jika bukan karena alasan ini, Lita sudah lama meninggalkan Rodney. Pria kejam ini sama sekali tidak layak untuk hidupnya.


Yang tak diketahui Lita dan Rodney saat ini, Steven yang berpakaian santai duduk di salah satu kafe. Diam-diam memperhatikan interaksi keduanya. Pria tampan itu memakai topi, kacamata hitam serta earphone. Orang mengira dia sedang mendengarkan musik seraya meminum secangkir kopi mahal.


Ketika keduanya berpisah, Steven juga bangkit. Ia meninggalkan beberapa dolar di bawah cangkir kopi lalu pergi dengan langkah santai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perusahaan Johnson Del saat ini, Hayler mendengarkan laporan Brim tentang makan siang yang sering dibawa Lita. Hasil laporan sudah keluar siang ini dan Brim segera memberitahunya dengan antusias.


“Hayler, kamu memang memiliki intuisi yang tajam. Bagaimana kamu tahu jika makanan itu sudah diracun?” tanyanya penasaran.


Memang seperti perkiraan Hayler, makanan yang sering dibawa Lita untuknya ke perusahaan memang dicampur dengan obat-obatan. Masalahnya, racun itu bukan racun kimia, melainkan berbentuk herbal.


Lagi-lagi racun dari bahan alami yang secara alami jelas tidak akan menemukan banyak kejanggalan.


“Tubuhku melemah, itu saja,” jawabnya datar.


“Kenapa wanita itu melakukannya?”


“Yah … siapa yang tahu …?” Hayler justru membuat Brim menebak lebih banyak.


"Tidak bisakah kamu mengatakannya padaku?" Brim kesal dengan ucapannya yang sengaja menggoda.


"Kamu akan tahu di masa depan."


Justru Brim sedikit was-was saat ini. "Hayler katakan padaku. Bagaimana jika istrimu yang menyebalkan itu meracuniku juga? Bukankah penjahat selalu meracuni raja dan ajudannya?"


Tanpa diduga, Hayler menatap Brim dari atas ke bawah. Sepertinya sedang menilai sesuatu. Brim tampak tidak nyaman diperhatikan seperti itu. Kendaraan, Hatori mencibir.


"Kamu bahkan tidak terlihat seperti raja, apa lagi ajudan."


Intinya, jangan terlalu percaya diri. Itulah maksudnya.


Brim merasa hatinya ditusuk panah tajam tapi tidak berdarah atau terluka. Pria itu semakin beracun!


Tidak mau melanjutkan pembicaraan yang akan merugikannya, Brim kembali serius lagi.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan kali ini?"


"Biarkan saja."


"Biarkan begitu saja? Apakah kamu gila?! Kamu ingin mati?" Brim membelalak.


Jika Brim adalah seorang dokter bedah, dia ingin membuka kepala Hayler dan melihat apa yang ada di otaknya.


"Menebar jaring dan menangkap ikan sekaligus itu jauh lebih menyenangkan."


Brim tidak bisa paham dengan psikologis Hayler saat ini. Apanya yang menebar jaring dan menangkap banyak ikan? Ia bahkan tak pernah memegang jala.


Pikirannya sedang tidak online saat ini karena belum makan siang. Ketika sekretaris Hayler datang sambil membawa kotak makan siang, Brim sudah menebak sesuatu.


"Apakah ini dikirim oleh wanita itu lagi?" tanyanya.


Sekretaris itu mengangguk malas. "Ya, tapi kali ini dikirim oleh pelayan rumah. Katanya suruhan nyonya Lita."


Hayler mengerutkan kening tapi tidak menunjukkan ekspresi apapun yang mencurigai. Dia mengangguk dan mengusir sekretarisnya.


Setelah sekretaris pergi, Hayler membuka kotak makan siang. Brim penasaran dan ikut menengok juga.


"Tumben sekali dia tidak datang? Apakah dia memiliki kencan?" tanyanya.


Hayler menggelengkan kepala. "Bukan dia yang mengirimnya."


"Bukan? Hayler! Apakah kamu ingin membuatku pingsan setelah mati? Katakan kalimat lengkap dan jangan bermain teka-teki!" Brim hampir pusing dan dia duduk dengan lesu. Bisakah dia cuti besok?


Sayang sekali karena Hayler tak mau mengatakannya. Dia hanya menyipitkan saat melihat makanan tersebut. Tak perlu menelpon orang rumah karena dia tahu jika Lita tak ada di rumah saat ini. Apa lagi memiliki waktu untuk memasak dan mengirim makanan.


Di sisi lain, kepala pelayan di rumah adalah orangnya sendiri. Jika makanan ini memang dikirim oleh orang rumah, makan kepala pelayan sudah lama menelponnya.


Tatapan Hayler menjadi dingin. Karena Rodney begitu tidak sabar, maka dia akan bermain sedikit untuk memuaskannya.