
Berita tentang Lita dan Rena kembali memuncak di salah satu akun media sosial. Sebagai perusahaan besar di negara A, reputasi Delton Corp tentu saja tidak kecil. Istri Hayler berselisih dengan seorang wanita yang diyakini sebagai selingkuhannya. Ini sangat menarik.
Belum lagi pesona Rena juga tidak biasa. Tidak mungkin pria sekelas Hayler tak tertarik dengannya. Sudah hal yang wajar jika pria kaya kadang memiliki beberapa wanita dan anak haram di luar sana.
Jika gosip di industri hiburan menjadi makanan sehari-hari penggemarnya, maka berita tentang Rena dan Lita seperti sarapan segar.
Belum lagi anak Lita mulai diungkit-ungkit, fotonya tersebar hingga beberapa orang yang diam-diam mengikuti aktivitas keluarga Johnson Del merasa tidak nyaman.
Hal ini langsung dilaporkan pada Hayler.
“Bagaimana kamu akan mengatasi masalah ini sekarang?” tanya Brim seraya mengerutkan kening.
“Apakah kamu sudah memberi tahu Yuki tentang masalah ini?”
“Tidak perlu diberi tahu, mantan istrimu pasti sudah membaca berita dan tahu.”
Di mata Brim, mantan istri Hayler yang tak lain adalah Yuki, merupakan korban ketidaksenangan ibu mertua hingga menyebabkan pasangan itu bercerai. Sekarang, ia yakin Hayler sedang dalam dilema antara menceraikan Lita atau menerima perselingkuhan.
“Oh.”
“…”
Apa maksudnya dengan ‘oh’? Brim sungguh tidak mengerti apa yang dipikirkannya.
Setiap orang punya cerita. Tapi Brim tidak tahu jika Hayler bahkan memiliki tersembunyi yang sangat dalam perihal urusan rumah tangganya.
“Kamu urus tentang berita di internet dan jika bisa, minta pengelola web terkait untuk menghapus semua postingan itu.” Brim kesal. “Kamu berpikir cantik! Apakah semudah itu? Tentu saja tidak. Memangnya kamu pikir siapa yang mendirikan media sosial terkait?”
Padahal pertengkaran itu baru terjadi beberapa saat yang lalu. Tapi sudah menyebar begitu luas di internet. Betapa mengerikannya.
Hayler memijat pelipisnya karena kelelahan dan sakit kepala. Ia bisa mengerti tindakan Rena dengan datang ke sini. Namun dia juga tidak menyadari jika Lita suka mencari masalah.
Citra wanita yang anggun dan sabar seperti sebelumnya tidak lagi terlihat. Lita benar-benar menjadi orang yang berbeda ketika marah karena hal ini.
Setelah sampai ke ruang kantor, asisten dan sekretarisnya menunggu di luar. Siapa yang jika Hayler nanti akan meminta keduanya mengusir salah satu dari wanita itu.
Antara nyonya bos dan wanita yang dianggap selingkuhan, siapa yang akan dipilih bos sebenarnya?
Siapa yang menyebarkan berita itu, mereka tidak tahu. Bukannya ingin mencari tahu, tapi sudah jelas orangnya berada di gedung perusahaan yang sama.
“Asisten Brim, haruskah saya mencari tahu siapa yang menyebarkan berita?” tanya sekretaris itu.
“Tentu saja. Tapi sekarang kita harus menghubungi pihak web terkait tentang berita yang tersebar ini. cari tahu siapa pemilik web itu.”
“Ya.” Sekretaris wanita itu mengangguk dan akhirnya pergi.
Meski ini bukan tugasnya, tapi ia juga bisa diandalkan untuk mencari informasi.
Brim merasa jika dia akan mengalami nasib sial dalam beberapa hari ke depan.
…
Kembali ke ruang kantor.
Hayler melihat Lita dan Rena yang hampir kembali bertengkar. Jika Rena masih bisa tersenyum dan memperlihatkan sikap superiornya, maka Lita berbeda. Lita menunjukkan sikap nyonya muda dari sebuah keluarga suami yang kayak. Agak manja.
“Sekarang jelaskan kenapa kalian bertengkar di lobi? Apakah kalian tahu jika berita ini sudah menyebar?” Hayler bertanya dengan nada kesal dan duduk di kursi utama.
Hayler bersikap dingin pada mereka dan Lita tak bisa menahan diri untuk melihat isi berita yang dia temukan. Di sisi lain, Rena hanya tersenyum diam-diam. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan Lita jika anaknya telah berada di puncak badai saat ini.
Tapi Lita tidak pernah mengekspos putranya begitu saja di internet. Ia khawatir ada orang lewat yang menyadari tentang putranya--Hayrus.
Sekarang entah dari mana, foto putranya beredar di internet dan menjadi diskusi hangat. Ia terkejut dan marah. Foto putranya sangat jelas. Ia tak bisa menahan diri untuk menggigil di hatinya.
Hayrus tidak memiliki kemiripan dengan Hayler sejak awal. Tapi karena anak itu masih kecil, tidak ada kemiripan bisa dianggap wajar
Tapi Hayrus semakin dewasa dan wajahnya perlahan akan menyerupai ayahnya. Hayrus juga memiliki kemiripan dengan dirinya sehingga sulit untuk ditebak.
"Oh, ada apa? Kenapa marah? Aku hanya datang untuk melanjutkan kerja sama kita. Tapi Nyonya Johnson Del datang dan tiba-tiba menuduhku begitu saja. Aku bukan orang pertama yang mencari pertengkaran dengannya," jelas Rena dengan nada genit dan senyum tulus pada Hayler.
Hal ini tak lepas dari mata Lita. Wanita sialan itu benar-benar bit*h!!
Lita tidak mau berdebat dengan Rena saat ini. Dia harus menyelamatkan Hayrus lebih dulu.
“Hayler, putra kita terekspos di internet. Lakukan cara untuk menghapus foto-foto itu agar Hayrus tidak terpengaruh di masa depan.”
Hayler juga tahu jika masalah ini tidak segera diselesaikan, anak itu mungkin akan menjadi topi pembicaraan. Belum lagi … tidak ada kemiripan di antara keduanya.
Diam-diam Hayler menatap Rena. Ini pasti ulahnya. Apa yang coba dia lakukan kali ini?
Hayler mengerutkan kening dan memikirkan sesuatu. Apakah Yuki juga membaca berita tentang keluarga ini sekarang?
*
Yuki tentu saja memulihkan diri di rumah dan tak melewatkan setiap adegan yang terjadi. Mulai dari anak Lita yang beredar di internet hingga beberapa dari pengguna internet lewat dan mengomentarinya. Mereka yang tak tahu siapa keluarga Johnson Del, segera membuat komentar apa adanya.
Ada yang mengatakan jika Hayrus tidak mirip dengan Hayler. Seorang dokter ahli kecantikan berkata jika rambut anak itu tampaknya tidak berwarna alami. Ada juga yang mengatakan mata mereka tidak sama atau wajah mereka berbeda. Semuanya dikomentari.
Yuki terkejut saat melihat semua ini.
“Kenapa harus melibatkan anak-anak?” gumamnya.
Mungkinkah Hayler sengaja mengambil langkah ini untuk memojokkan Lita? Atau mungkin rencana mereka berubah?
Tidak peduli seberapa pentingnya masalah ini, anak-anak mungkin tidak bersalah. Namun tak lama, Brim mengirim pesan padanya jika kejadian di internet kali ini tak sengaja terungkap.
Dengan kata lain, ada orang lain yang sengaja bergerak selain Hayler?
Siapa itu?
Yuki melihat kedua kakinya yang saat ini masih agak sulit bergerak bebas. Dia harus segera sembuh dan menyingkirkan kursi roda ini sebelum beraktivitas normal.
Ia tidak ingin berdiam diri dan menyaksikan semuanya begitu saja. Ia juga harus bergerak maju demi kedua anaknya.
“Bu, makan buah,” kata Shirley seraya menyodorkan piring berisi buah apel yang telah dikupas dan dipotong kecil.
“Siapa yang mengupasnya?”
“Nenek,” jawab gadis kecil itu dengan suara manis.
Yuki melihat wajah Shirley yang agak pucat. Jantungnya berdetak kencang. “Nak, apakah kamu merasa tidak nyaman?”