
Hayler berpikir, jika ayahnya memberikan tatapan yang sama seperti dirinya, maka dia bisa mengerti. Rasa ketidaksukaan terhadap ibunya ternyata merupakan hal yang biasa.
Sama seperti dirinya. Ia mulai tidak menyukai Nyonya Luffs sejak beberapa fakta terungkap diam-diam. Tapi dia tidak bisa membencinya. Jadi, meski tidak menyukai ibunya sendiri, Hayler tidak pernah mengecewakan keinginannya.
Bercerai dengan Yuki merupakan keputusan terbesar dalam hidupnya. Ini masih saran ibunya sendiri.
Nyonya Luffs tidak mendapatkan jawaban dari Hayler, hatinya semakin kecewa. Ini putra yang dia besarkan sendiri. Akankah memberinya perasaan dingin di hatinya?
"Kamu tahu, wanita itu punya anak sekarang! Mereka bukan anakmu 'kan, Hayler? Bukan anakmu kan?" Nyonya Luffs bertanya dengan panik. Dia memegang tangan Hayler, sedikit gemetar.
Hayler menghela napas tidak berdaya. "Bu, kenapa kamu mengira mereka anakku?"
Nyonya Luffs mulai bicara dalam keadaan sadar dan tidak sadar. "Dia mirip denganmu, ini mirip. Saat aku melihat foto mereka, aku takut. Aku takut kedua anak yang dilahirkan wanita itu adalah milikmu. Dia jelas tidak bisa memiliki anak. Jelas tidak bisa. Jika keduanya adalah anakmu, bagaimana jika wanita itu merebutmu dariku? Menjauhkanmu dariku dan masih banyak lagi. Bagaimana jika mereka merebut kasih sayang ayahmu juga?"
Hayler terdiam setelah mendengar semua itu. Kenapa dia selalu merasa jika ibunya sedikit salah hari ini?
Pria itu mencoba menenangkan ibunya dengan sabar. “Bu, tenanglah, kamu terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini. Datang ke sini untuk mencari masalah jelas salah. Ayo kembali dulu dan tenangkan diri. Kenapa kamu harus memikirkan masalah ini?”
Suara Hayler sangat tenang dan menyenangkan di telinga Nyonya Luffs. Wanita setelah baya itu jelas menatap Hayler sungguh-sungguh. Memastikan jika putranya tidak tampak membencinya, dia juga mulai tenang.
“Oke, oke … ayo kembali. Jangan datang lagi ke sini. Anak itu jelas tidak mirip denganmu. Bagaimana mungkin bisa menjadi anakmu,” katanya.
Hayler akhirnya menghela napas lega. Ia tanpa sadar melihat Yuki yang datang ke tempat parkir. Keduanya saling menatap satu sama lain dan jelas terkejut. Yuki berpikir jika Hayler sudah pergi dengan ibunya. Kenapa masih ada di sini?
Dan tanpa sadar Yuki melihat Nyonya Luffs. Wanita itu tidak terlalu banyak berubah, masih berpenampilan modis seperti biasanya. Meski usia tidak lagi muda, tapi penampilannya selalu awet muda.
Nyonya Luffs melihat kedatangan Yuki tapi ekspresinya tidak banyak berubah. “Apakah kamu karyawan milik wanita bernama Yuki itu? Katakan padanya, jangan mengganggu kehidupan dan pernikahan putraku lagi.”
Yuki tertegun. Nyonya Luffs tidak mengenali atau mengingatnya? Bukan hanya dia yang terkejut, Hayler bahkan lebih tidak terduga. Dia buru-buru meminta ibunya masuk mobil.
“Oke, Bu, jangan mengganggu orang lain. Ayo pulang,” katanya.
Nyonya Luffs menatap Yuki sejenak dan akhirnya masuk mobil. Hayler menatap Yuki dengan permintaan maaf dan dia akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Adapun Yuki sendiri, tidak mengatakan apapun. Ia masih merenungkan sesuatu.
Kenapa Nyonya Luffs tidak mengenalinya lagi?
Melihat mobil yang dikendarai Hayler menjauh, Yuki menghela napas lega. Ia sudah membayangkan jika Nyonya Luffs akan marah dan memaki ketika melihatnya. Penampilan Yuki memang banyak berubah tapi wajahnya tidak berubah selain sedikit lebih dewasa.
Tidak mungkin jika Nyonya Luffs tidak bisa mengenalinya sama sekali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayler dan ibunya pulang ke rumah. Ayahnya baru saja kembali dari anak perusahaan lebih awal dari biasanya. Melihat anak dan ibu kembali bersama, Tuan Johnson Del jelas terkejut. Tumben sekali mereka terlihat harmonis setelah perceraian putranya dengan Yuki.
Tuan Johnson Del menatap putranya. “Kamu pulang lebih awal? Apakah semua urusan di sana sudah beres?”
Nyonya Luffs ingat jika cucunya masih di rumah sakit saat ini. “Ya, kamu benar. Aku benar-benar lupa tentang ini. Kamu akan menjemputnya dengan Ibu nanti.”
Hayler mengiyakan dengan santai. Nyonya Luffs akhirnya pergi ke kamar untuk istirahat sebentar. Adapun anak dan ayah itu, mereka pergi ke ruang belajar keluarga.
Ketika Tuan Johnson Del menutup dan mengunci pintu, dia langsung menatap Hayler. “Kenapa kamu ingin bicara denganku? Sudah lama sejak kamu bercerai dengan Yuki, ini pertama kali kamu ingin bicara empat mata denganku,” katanya.
“Apakah ada yang salah dengan ibuku? Kenapa dia bahkan tak bisa mengenali Yuki lagi saat bertemu?” Hayler langsung bertanya ke intinya.
Tuan Johnson Del terdiam, lalu tampaknya menyembunyikan sesuatu. Keduanya duduk berseberangan.
Melihat ayahnya tidak bicara, Hayler menyipitkan mata. “Ayah, jangan menyembunyikan apapun dariku. Jelas aku melihat ada yang salah dengan kondisi ibu.”
Tanpa diduga, Tuan Johnson Del mendesah tidak berdaya. Ada kesusahan yang disembunyikan dengan baik di matanya.
“Dokter bilang kondisi kejiwaan ibumu tidak baik.”
Dengan kata lain, Nyonya Luffs setengah gila dan setengah sadar. Tapi mungkin Nyonya Luffs dan orang-orang di rumah ini tidak menyadari masalah tersebut. Mereka hanya menduga jika Nyonya Luffs terlalu banyak pikiran.
“Gangguan jiwa? Sejak kapan itu terjadi?” tanya Hayler sedikit tertegun.
“Ini dimulai semenjak kamu dan Yuki bercerai. Sebelum kalian bercerai, kondisi ibumu masih baik-baik saja. Tapi tidak tahu apa yang salah, kondisinya mulai salah setelah kamu dan Lita menikah.”
Hayler memikirkan ini. Sepertinya memang ada yang salah dengan ibunya setelah dia dan Lita menikah. Jika tidak salah, Lita sedang hamil besar saat itu. Sikap baik Nyonya Luffs pada Lita tak pernah berubah, seperti ibu dan anak perempuan yang lama tak berjumpa bertahun-tahun.
Meski begitu, Nyonya Luffs selalu merasa ada yang lupa dengan sesuatu tapi tidak pernah mengatakannya.
“Ayah, kamu tidak pernah mencintai ibu bukan?” tanyanya.
Tuan Johnson Del tersenyum datar. “Jadi mau bagaimana lagi? Aku sempat ingin menceraikan ibumu setelah Yuki dan kamu bercerai. Namun melihat ibumu yang seperti ini, Ayah tak bisa berbuat apa-apa. Kamu tahu bahwa hubunganku dengan tuan Frangky selalu baik. Karena masalah ini, hubungan persahabatan dua keluarga terputus gara-gara keegoisan ibumu.”
Ia meminta maaf pada Hayler karena membuat semuanya menjadi seperti ini. Seharusnya pernikahan bisnis itu tidak harus terjadi.
“Kudengar Yuki sudah punya anak. Mungkinkah tidak ada yang salah dengan tubuhnya tapi dengan tubuhmu?” tanya Tuan Johnson Del.
“Tidak ada yang salah dengan tubuhku tapi …” Hayler ragu untuk mengatakannya.
“Tapi apa?”
“Ada yang salah dengan obat herbal yang dikonsumsi Yuki saat itu.”
“Apakah kamu yakin? Obat tradisional disiapkan oleh ibumu sendiri. Dan itu dikirim langsung dari negara C. Bagaimana mungkin ada yang salah?” Tuan Johnson Del sedikit tidak percaya.