Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Steven Memulai Rencana (4)



Selepas kepergian Hayler dari rumah lama, Nyonya Luff berjalan menuju kamarnya. Wajahnya sedikit pucat dan kepalanya agak pusing.


Ia tidak tahu apa yang terjadi, sudah hampir lima tahun terakhir, ia sering linglung dan lupa ingatan. Kadang tidak mengenali orang-orang dikenalnya, kemudian menjadi lupa tanpa sebab.


Jelas Nyonya Luff hanya ingin melakukan sedikit trik untuk tetap berada di rumah ini. Tapi kenapa rasanya dia benar-benar menjadi orang gila?


"Kamu baru kembali?"


Suara Tuan Johnson Del mengejutkan Nyonya Luff. Tapi karena didorong oleh rasa lelah dan pusing, ia tidak menghiraukannya.


"Tetaplah di rumah dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisimu semakin buruk dari hari ke hari, bagaimana jika kamu mati di jalan?" Tuan Johnson Del tidak lagi memiliki kasih sayang yang banyak untuk istrinya ini. Dia sudah lama kedinginan oleh sikapnya.


"Apakah kamu mengutukku? Aku adalah istrimu, Cristoph!!" Nyonya Luff tidak tahan lagi. Seberapa sakit kepalanya saat ini, ia tetap bisa mendengar perkataan suaminya sendiri.


Ruang belajar dan kamar mereka berada di lantai yang sama. Ketika Nyonya Luff menuju kamarnya, kebetulan Tuan Johnson Del keluar.


Cristopher Johnson Del adalah nama lengkap Tuan Johnson Del.


Adegan hampir kembali memanas. Tapi Tuan Johnson Del tidak mau bertengkar dengannya saat ini. Dia hanya menatapnya dengan datar.


"Karena kamu adalah nyonya rumah di sini, maka berperilaku lah seperti layaknya seorang nyonya. Jangan selalu berkeliaran sepanjang hari, bukankah itu mencurigakan?"


Ekspresi Nyonya Luff sedikit berubah. "Apakah kamu meminta seseorang untuk mengikutiku diam-diam?"


"Kenapa harus mengikutimu diam-diam? Tak ada yang akan merampokmu di siang hari bolong, kecuali orang itu bodoh!"


Keluarga Johnson Del terkenal di ibu kota dan hampir semua lapisan masyarakat tahu seperti apa Nyonya Luff.


Pencuri mana yang akan bertindak di siang hari bolong? Mereka takut akan balas dendam keluarga korban bukan?


"Kamu!" Nyonya Luff tidak bisa berkata-kata.


Kemudian Tuan Johnson Del berkata lagi. "Kamu sendiri telah dianggap gila. Di mana ada orang gila berkeliaran?!"


Nyonya Luff tidak tahan lagi dan akhirnya berteriak. Dia sudah sakit kepala dan ingin beristirahat. Sekarang dengan perkataan suaminya yang begitu menusuk hati, hatinya kacau.


Mendengar kekacauan di lantai atas, kepala pelayan pun datang. Tuan Johnson Del tidak memedulikan kegilaan istrinya itu. Dia meminta beberapa pelayan untuk membawanya kembali ke kamar.


"Jangan biarkan dia keluar rumah dalam beberapa hari terakhir!" perintah Tuan Johnson Del ads para pelayan di sana.


"Ya, Tuan!" Kepala Pelayan sedikit membungkuk padanya, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apakah ini rumahnya?" Steven mengerutkan kening dan melepaskan kacamata hitamnya.


Salah satu rekannya yang mengemudi mengangguk.


"Menurut orang yang mencari tahu diam-diam, ini rumahnya. Lagi pula, tidak sulit menemukan seseorang yang selama ini dikunjungi oleh Nyonya Luff."


Steven tidak langsung keluar mobil setelah mendengar penjelasan tersebut. Dia memperhatikan rumah yang tampak sepi itu.


"Apakah orangnya ada di dalam?"


"Ya."


Setelah memantau cukup lama, mereka akhirnya melihat seorang wanita setengah baya keluar dari rumah itu. Membawa sekantong sampah dan membuangnya ke tong sampah yang tersedia.


Kemudian wanita itu kembali ke rumah dan menutup pintu dengan hati-hati.


Steven membaca identitas tentang wanita itu melalui file tertulis.


Jessica F, umur --, pekerjaan --, dan lain-lain. Semuanya lengkap tertulis dan Steven membacanya tanpa kesulitan.


Menurut laporan dari para tetangga terdekat, Nyonya Jessica memang jarang bersosialisasi. Ia lebih suka menghabiskan waktu di rumahnya sendiri alih-alih bergaul dengan mereka.


Terkadang, mereka akan datang ke rumah Nyonya Jessica untuk menyapa. Tapi wanita itu sangat pendiam dan jarang menerima orang dengan suka hati.


Akibatnya, dia sedikit terisolasi.


"Haruskah kita turun dan menyapanya atau langsung menangkapnya?" tanya rekan yang mengemudi.


"Tidak perlu. Aku akan datang sendiri."


Hari ini sepi dan semua orang memiliki aktivitas tersendiri. Bahkan beberapa orang mungkin enggan untuk keluar rumah.


Steven keluar mobil, memakai kacamata hitamnya dan berjalan santai ke rumah Nyonya Jessica. Setibanya di depan pintu utama, dia mengetuk tiga kali.


Tidak ada respons sama sekali. Steven akhirnya menekan bel rumah. Tak lama, terdengar suara tidak sabar seorang wanita dari dalam rumah tersebut.


Ketika pintu dibuka, Nyonya Jessica terkejut dengan kedatangan seorang pria tak dikenal berpakaian cukup kasual. Apa lagi kacamata hitam yang dipakainya, membuat orang tidak bisa melihat sorot matanya.


Jessica memiliki rambut yang mulai memutih cukup banyak. Di usianya saat ini, memang cukup melelahkan untuk berjalan atau sekadar melakukan kegiatan berat.


Berbeda dengan Nyonya Luff yang terawat dan tampak awet muda, Nyonya Jessica jelas tidak seperti itu. Sepertinya, wanita itu hidup seorang diri.


"Maaf, siapa yang kamu cari, anak muda?" tanya Nyonya Jessica sedikit kesal.