
Sore hari tuan A.K sedang duduk dimeja kerjanya diruang kerja yang ada dirumahnya.
"Ini minumannya," kata istrinya sembari memberi secangkir kopi kepada sang suami.
"Ada apa kamu kemari Jesslyn?" tanya tuan A.K menaikan sebelah alisnya.
Istrinya itu kemudian duduk disofa yang ada dihadapan meja tuan A.K, "Kamu yakin akan menikahkan ana dengan anak tuan Darmawan?" tanya istrinya seraya mengambil salah satu majalah yang ada dimeja.
"Kenapa?" tanya tuan A.K dengan nada dingin.
"Kamu sudah menikahkan anakku karena sebuah perjodohan, biarkanlah ana menikah dengan orang pilihannya sendiri," usul istrinya itu.
Tuan A.K sejenak menatap dokumennya, "Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk ana." Tuan A.K tampak tidak ingin membuka perdebatan dengan istrinya.
"Aku tau kamu sangat mencintai ibu kandung ana itu hingga melakukan semua ini demi menebus semua rasa bersalahmu itu. Tetapi aku rasa kamu tidak perlu sampai memutuskan ana harus menikah dengan siapa," ujar istri tuan A.K seraya menatap dinding ruangan itu.
"Tentu aku harus menentukannya karena aku ingin yang terbaik untuk putriku itu," gertak tuan A.K.
Istri tuan A.K tampak tersenyum kecil melihat sikap tuan A.K, "Apakah kamu tidak memiliki hati yang sama untuk putramu juga tuan?, bahkan aku adalah istri sahmu."
"Kamu mungkin istri sahku tapi aku tetap mencintai Riana."
"Meskipun aku sedang hamil saat itu, kau menduakan ku bahkan membiarkan wanita itu hamil," sanggah istrinya dengan mata berkaca-kaca.
"Dimas harus menikah hanya sebuah formalitas belaka untuk memperbesar perusahaanmu. Segitu teganya dirimu dengan putramu sendiri, apa kamu juga akan melakukan hal yang sama pada putrimu?" sambungnya.
"Jangan pernah ikut campur urusanku Jesslyn!" maki tuan A.K emosinya sudah menggebu-gebu saat istrinya kembali mengingatkan tentang kejadian masa lalu.
Istrinya hanya bisa menangis tersedu-sedu disofa, "Jika kamu begitu mencintai Riana begitu juga dengan putrinya ralat putrimu, jangan biarkan ada Jesslyn kedua lagi yang diciptakan oleh keluarga A.K." Istrinya itu kemudian memilih untuk pergi meninggalkan tuan A.K
Jesslyn istri sah tuan A.K yang menikah karena sebuah perjodohan dia berharap rumah tangga yang dibangun oleh anak-anaknya tidak sehancur rumah tangganya. Dimas yang sudah berjalan dijembatan rapuh saat membangun rumah tangganya sendiri membuat hati Jesslyn begitu hancur meratapi pernikahan anaknya.
Meskipun hatinya sakit saat mengingat tentang Riana ibu kandung ana yang menghancurkan rumah tangganya itu tetapi dia tetap seorang ibu, dia tidak ingin ana mengalami nasib yang sama seperti dirinya.
Tuan A.K memijat kepalanya yang pening dengan perkataan istrinya, "Aku tidak mungkin membiarkan ana menikah dengan Arya," gumam tuan A.K.
Dimeja makan seperti biasanya suasana begitu hening hanya ada suara sendok dan piring yang saling beradu.
"Ana-" panggil ayahnya saat mereka sudah selesai makan.
Masih dimeja makan ana memnium segelas air mineral, "Iya ayah?" saut ana menjawab panggilan ayahnya.
"Ayah ingin bertanya sesuatu denganmu," ucap tuan A.K.
Istri tuan A.K yang sedang mencuci piringnya didapur mencoba memasang telinga dengan baik untuk bisa menguping pembicaraan antara ayah dan anak.
"Mau tanya soal apa yah?" tanya ana bingung.
"Apa kamu punya perasaan sama Arya?" tanya tuan A.K seraya mencangkupkan kedua tangannya.
Ana sejenak berpikir mengenai perasaannya sendiri, "Entahlah ayah aku tidak tau dengan perasaan ku sendiri," ujar ana jujur.
Tuan A.K hanya bisa tersenyum, "Ana jangan lupa untuk menghadiri pesta ulang tahun Yudha pekan nanti undangannya ada dimeja mu kamu bisa membacanya," ujar tuan A.K beranjak meninggalkan meja makan.
Ana menganggukan kepalanya kemudian menaiki anak tunggu menuju kamarnya.
Perasaan...
Apa itu cinta?
Dan menikah harus berdasarkan apa?
Ana terus bertanya-tanya tentang kedua hal yang saling berkaitan itu. Saking tidak tau menahu nya tentang dua hal itu ana memutuskan untuk searching di google agar rasa keingintahuannya terjawab.
Sekarang cinta...
Rasanya geli bilang cinta
Ana tertawa saat lidahnya terasa terpelintir mengatakan kata 5 huruf itu.
"Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya." Ana perlahan mengingat semua yang dilakukan oleh Arya padanya.
"Apa kak Arya masih mencintaiku?" tanya ana pada dirinya sendiri mengingat bahwa Arya pernah menelepon terakhir kalinya untuk meminta waktu 7 hari.
"Lalu apa Yudha mencintaiku? dulu Yudha pernah memberikan perhatian yang sama tapi itu saat aku sd dan setelah beranjak dewasa dia sempat jadian dengan sahabatku sendiri." Ana semakin linglung dengan dirinya sendiri.
Eh tadi ada sesuatu yang ingin aku lakukan saat masuk kamar tapi apa ya?
Ana seperti kelewatan sesuatu yang harus dia lakukan.
Meja.... meja ah iya undangan.
Ana kemudian mengambil undangan yang ada dimejanya.
Dear Ana
Pesta ulang tahun Yudha yang ke 23
Tempat : Jl.Kalimantan no.254 XXI
Hari/tanggal : Sabtu, 30 November 2029
Waktu. : 18:00
Dress code : pria (Hitam, Putih), wanita (Merah, merah muda)
Ana menutup undangan itu dan ditaruhnya diatas laci disamping tempat tidurnya.
"Aku ingin bertemu dengan Kristi begitu juga dengan Arya, entah mengapa aku butuh kejelasan juga dari mereka. Apa Kristi baik-baik saja disana? apa dia tau bahwa aku dijodohkan dengan matan kekasihnya?" Ana perlahan memejamkan matanya dikala dia butuh semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya.
Pagi hari dimeja makan semua sedang duduk untuk sarapan.
"Ana apa kamu sudah memikirkan kado untuk dibawa kepesta?" tanya ayahnya seraya memakan roti tawar dengan selai strawberry diatasnya.
"Belum yah nanti aku akan membelinya setelah pulang dari kantor," jawab ana mulai bersiap-siap untuk berangkat kekantor.
"Sudah mau berangkat?" tanya ibunya yang duduk disampingnya.
"Iya Bu." Ana kemudian pamit untuk berangkat kekantor.
Setelah ana sudah berjalan cukup jauh Istri tuan A.K kembali membahas soal pernikahan ana.
"Apa kamu sudah memikirkan apa yang aku katakan kemarin?" tanya istri tuan A.K membuat tuan A.K menghentikan sarapannya.
"Sudah ku bilang jangan pernah mencoba ikut campur urusanku Jesslyn!" gertak tuan A.K mulai mengambil tas kantornya yang ada disampingnya.
"Ingatlah jangan sampai kamu membuat keputusan yang salah untuk orang yang kamu cintai." Istri tuan A.K berusaha untuk memperingati suaminya.
"Dulu kamu mengambil keputusan yang salah dengan tetap menerima perjodohan ku denganmu meskipun kamu bisa menolaknya tapi kamu tetap melakukannya. Dimas hanya bisa diam saat kamu memaksanya untuk menikah dengan Risa. Tapi jangan biarkan ana menikah berlandaskan perjodohan," ujar istrinya seraya memakaikan jas untuk tuan A.K.
"Aku tidak akan pernah mengambil keputusan yang salah," hardik tuan A.K kemudian meninggalkan istrinya yang masih berdiri didepan pintu.
Tuan A.K sudah masuk kedalam mobil dan mobil itu sudah berjalan menjauh dari rumahnya.
"Selama ini keputusan mu selalu salah dan kini kamu akan mengambil keputusan yang salah juga untuk putri tercintamu," gerutu istri tuan A.K dalam hati.