
Halo yang baca, mampir, jangan lupa like yha kakak kakak terima kasih💕💕
Author masih pemula jadi mohon bantuan saran dan komentarnya kak
maaf jika ada banyak kesalahan dalam penulisan
Selamat membaca ^^
---
"Hey Kristi kamu ngapain disini?" Tanya ana saat dirinya sudah berdiri disamping Kristi.
Plak!
Kristi langsung menampar pipi Ana dengan penuh emosi.
Ana kaget dengan yang dilakukan oleh Kristi, "Kris kamu kenapa?" Tanya ana yang masih memegangi pipinya panas.
"Kamu bisa-bisanya lupain aku ya ana?!" Kristi masih dipenuhi emosi yang menggebu-gebu.
"Kris kamu kenapa?" Tanya ana bingung heran dan tidak mengerti dengan pertanyaan Kristi.
"Ikut aku!" Kristi langsung menarik Ana untuk mengikutinya pergi ke suatu tempat.
"Kris kita mau kemana?" Ana bingung kenapa Kristi tiba-tiba bersikap seperti itu.
"Kris pelan aku gak bisa jalan cepat." Seru ana saat kakinya selalu bertabrakan saat ditarik paksa oleh Kristi.
"Ck ana kamu masih saja kayak dulu gak bisa lari hahahahaha." Tawa Kristi kemudian mulai berjalan seperti biasa.
Kini Ana dan Kristi berjalan di trotoar jalan raya.
"Kris kamu kenapa tadi?" Tanya ana yang masih mempertanyakan kejadian tadi.
"Kamu kenapa jaga rahasia dari aku na apa kamu udah gak anggap aku lagi sebagai sahabat mu?" Tanya Kristi menatap ana.
"Rahasia apa Kris?" Tanya Ana binhung
"Kamu punya masalahkan sama Dimas?"
Deg!
Ana tercengang mendengar pertanyaan Kristi, 'Bagaimana dia tau?' Ucap ana dalam hati.
"Bukan apa-apa, By the way Kris kamu tau darimana?" Tanya ana terus menyelidiki karena setau ana tidak ada yang tau kecuali pihak keluarga.
"Tadi saat dikampus aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Risa dan Kak Arya." Ujar Kristi menerangkan kenapa dia bisa mengetahui keadaan ana.
"Apa saja yang kamu dengar Kris?" Tanya ana penasaran dan ingin tau.
"Apa ya? panjang ceritanya kalau aku jelasin." Kata Kristi menggaruk-garuk dagunya.
"Ayolah Kris kasih tau.." Rengek ana dan terus mengayunkan tangan Kristi.
"Ish Ana kamu terlihat seperti anak kecil." Kata Kristi tertawa melihat tingkah laku Ana.
"Jangan panggil aku anak kecil.." Belum selesai ana bicara udah disambung oleh Kristi.
"Paman." Saut Kristi
Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak mengucapkan kalimat andalan dari film anak sepeda itu.
"Ana kebetulan kita lagi bareng, Bagaimana kalau kita makan bareng di cafe sana?" Tanya Kristi sambil menunjuk cafe kecil putih yang ada didepannya.
"Boleh juga ayo!" Seru Ana mengikuti langkah Kristi yang sudah berlari terlebih dahulu.
Saat membuka pintu Ana tanpa sengaja melihat Risa yang sudah duduk manis dimeja cafe itu. Risa langsung menoleh kearah pintu dan menyambut kedatangan Ana.
"Wah Ana kita ketemu." Kata Risa dengan senang dan senyuman liciknya itu.
"Ada Kristi juga disini Hay Kris." Sapa Risa kepada Kristi.
Ana mengerutkan keningnya melihat Risa mengenal Kristi, "Kalian saling kenal?" Tanya ana pada mereka berdua.
"Iya kami saling kenal kita satu universitas." Kata Kristi menjawab kebingan ana.
"Bahkan satu kelas hahahha." Jawab mereka berdua serempak.
Dan ana hanya bisa meringis melihat mereka begitu akrab, "Wow dunia begitu sempit ternyata." Kata ana ditengah tawa mereka.
"Iya sangat sempit ya setelah sekian lama kita dipertemukan kembali lagi dan lagi." Kata Risa dengan nada dingin.
"Hey ayo kita duduk bareng bagi cerita dan sharing-sharing sepertinya seru." Kata Kristi mengajak ana dan Risa duduk disatu bangku bundar yang tidak jauh dari pintu masuk.
"Jadi dari awal masuk kalian temanan ya." Kata ana saat selesai mendengar cerita dari mereka berdua.
"Iyhaps betul banget na, aku bingung mau cari teman baru dan Risa ngajak kenalan duluan aku seneng banget waktu itu bisa kenalan sama wanita kayak Risa." Terang Kristi senang sambil meminum green teanya.
"Hahahaha biasa aja Kris aku bukan orang hebat." Kata Risa malu sambil memegang pundak Kristi.
'Astaga dia bisa malu juga ternyata.' Kata ana dalam hati.
"Ya udah aku pulang dulu ya ini udah sore." Kata Risa hendak pamit pulang.
"Kris hati-hati ya selalu jaga pasanganmu dari pelakor." Kata Risa memperingati Kristi.
Kristi yang mendapatkan peringatan bingung mau jawab, "Maksudmu apa Ris?" Tanya Kristi.
"Hahaha hanya ingetin aja." Kata Risa sambil melirik ke arah Ana.
Ana yang dilirik seperti itu merasa dirinya sedang disindir.
"Ya sudah aku pulang duluan yha da.." Kata Risa melambaikan tangannya kearah Kristi dan ana.
Kristi dan ana membalas lambaian tangan tersebut.
"Apa yang dimaksud Risa ya na?" Tanya Kristi bingung kepada ana.
"Dia cuma mau ngasih tau kamu aja Kris." ucap ana berusaha menenangkan Kristi.
Kristi menganggukkan kepalanya mengerti dan kembali bercengkrama dengan ana. Hingga sore tiba mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Ana memutuskan berjalan menuju rumahnya setelah beberapa kali panggilan kesupirnya tidak diangkat. Saat ana berjalan disamping ada mobil yang sengaja berhenti. Ana langsung melihat kearah mobil itu, 'Sepertinya ini mobil yudha.' Tebak ana sebelum akhirnya pemilik mobil itu keluar.
Dan tebakan ana benar yang keluar adalah Yudha.
"Kamu mau jalan kemana na?" Tanya Yudha kepada ana.
"Mau pulang." Jawab ana sambil menunjuk arah jalan asal.
"Ayo sini aku antar pulang." Ajak Yudha menawarkan tumpangan.
"Tapi kita beda arah." Jawab ana asal menolak halus ajakan Yudha.
"Kamu emang tau aku mau kemana?" Tanya Yudha membuat ana bingung dan linglung mau menjawab.
"Hum.. itu.." Ana gugup ingin beralasan lagi untuk menolak ajakan Yudha.
"Udah sini ikut aku aja daripada kamu jalan jauh capek." Kata Yudha mendorong ana paksa masuk kedalam mobilnya.
"Eh-Yudha" Ana terus menghentikan kakinya melangkah tapi tetap saja terdorong oleh Yudha.
Akhirnya Ana masuk kedalam mobil dan pulang bersama Yudha.
Dibalik pohon ada yang merekam kejadian tadi, "Wow ana lihat aku udah mengumpulkan banyak bukti mengenai dirimu." Kata orang itu senang dengan hasil yang dia dapatkan.
"Kita lihat apa yang bisa terjadi dengan video ini." Ucapnya tersenyum licik sambil memegang handphonenya.
----
Hey Gimana setelah baca karya author senang atau enggak. Hari ini author update lagi hahahahha.
Author senang kemarin ada yang baca banyak banget jadi author bersemangat buat up-nya. Walaupun terlambat up-nya gapapa kan? Maaf yha author gak bisa banyak update.
Terima kasih yang udah like dan komentar author seneng banget likenya bertambah apalagi jumlah pembacanya dratis banget bertambahnya.
Jangan lupa selalu like and vote ya terima kasih yang selalu setia membaca karya author. Ayo donk nongol di kolom komentar author penasaran pembaca setianya author siapa aja.