Complicated Story

Complicated Story
28. Pernikahan Dimas



Halo yang baca, mampir, jangan lupa like yha kakak kakak terima kasih💕💕


Author masih pemula jadi mohon bantuan saran dan komentarnya kak


maaf jika ada banyak kesalahan dalam penulisan


Selamat membaca ^^


---


Sesuai keputusan sang ayah. Dimas menikah dengan Risa, segala persiapan sudah direncanakan dengan matang. Risa sangat bersemangat menantikan waktu ini terjadi.


Duduk didepan cermin besar penuh lampu Risa sedang didandani oleh MUA. Ana duduk dibelakang menunggu Risa selesai dirias.


"Ana," panggil Risa pada ana.


Ana yang tadinya melamun langsung menoleh kearah Risa, "Iya?" saut ana.


Risa berusaha berbicara pelan pada ana, "Banyak pria yang menyukai dirimu. Tidak heran setelah melihat mu seorang laki-laki langsung terpukau denganmu." Risa memtuskan pembicaraannya saat MUA menghiasi bibirnya dengan lipcream.


Ana juga menyadari banyak pria yang mendekatinya mulai dari Yudha dan Dimas saat mereka SD dulu lalu kak Arya kakak angkatnya terdahulu. Bisma juga mudah akrab dengan dirinya.


Setelah MUA selesai menghiasi bibir Risa dia kembali berbicara pada Ana, "Ana jika kamu nanti menikah dengan seseorang aku harap kamu tidak kehilangan arah. Dan aku harap kamu menikah dengan seseorang yang benar-benar mencintaimu."


Mendengar nasehat Risa ana menganggukan kepalanya, dia tidak menyangka bahwa Risa yang terlihat kejam dimatanya bisa terlihat baik seperti ini.


"Dimas pernah memiliki rasa padamu, Yudha juga begitu. Namun sayangnya Dimas memiliki hubungan sedarah dengamu. Tapi Yudha dia sekarang memiliki hubungan dengan sahabatmu Kristi. Semoga kalian bisa menjalin hubungan baik."


Ana tercenung mendengar perkataan Risa. Tiba-tiba ibunya membuka pintu kamar membuat ana menoleh kearah pintu.


"Ana?" Panggil ibunya dari pintu.


"Iya Bu ada apa?" Ana menghampiri ibunya dipintu.


"Kamu ngapain disini?"


"Gak ada Bu cuma temenin kak Risa." Ana membiasakan dirinya memanggil Risa sebagai kakak iparnya mau bagaimanapun Dimas tetap lebih tua darinya yang berarti Risa menjadi kakak iparnya.


Ibunya menggandeng tangan ana menuruni anak tangga, "Daripada disini, kamu dibawah aja nyambut tamu disana udah ada Kristi dan Nisa."


Ibunya mengajak ana kedepan diposisi Kristi dan Nisa berdiri menyambut kedatangan tamu satu persatu.


"Ayu ayu sekali pagarnya ibu tinggal dulu kalau ada apa-apa nanti panggil ibu." Ibunya tersenyum dan meninggalkan mereka bertiga.


"Ana kamu darimana saja? Aku tadi nyariin kamu," Kata Nisa memegang pundak ana.


"Iya ana aku juga dari tadi nyariin kamu," Kristi memegangi pundak ana di bagian kirinya.


"Apa kalian merindukanku? hahaha." Ana, Nisa dan Kristi tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata ana yang kePDan.


3 Pria menghampiri mereka.


Bisma berjalan tegas dengan jas maskulinnya gayanya yang gagah dan berwibawa membuat siapapun melihatnya terpesona. Pria berusia 24 tahun itu dikabarkan resmi menikah dengan Nisa.


Yudha berjalan sambil mengibas-ibaskan rambutnya dengan tangannya. Menggunakan jas biru dan kacamatanya membuat dia terlihat seperti pria jenius dan siapapun akan terpikat dengan rambutnya yang badai.


Arya dengan jas putih dan minuman digelasnya para wanita yang melihatnya akan mabuk melihat Karismanya. Pria berusia 26 tahun berprofesi kedokteran dan dikenal masih lajang para wanita didekatnya sudah banyak yang mengantri tapi dia tidak tertarik dengan wanita yang mengantrinya.


Semua para tamu hadir pestanya sangat meriah. Para kolega bisnis Ayahnya datang semua termasuk para teman-teman kampus juga beberapa guru yang datang.


Para pria itu mengajak mereka untuk berdansa bersama.


"Ingin berdansa?" Tanya Bisma yang sekaligus mengajak Nisa untuk berdansa dengannya.


Nisa menganggukkan kepalanya kecil dan menerima gandengan tangan dari Bisma.


"Mau berdansa denganku?" Yudha mengajak pacarnya Kristi untuk berdansa dengannya. Kristi pun dengan senang hati menerima ajakan Yudha.


"Apa kau ingin berdansa dengan ku?" Tanya Arya keAna.


"Tidak." Tolak ana dan berjalan mengacuhkan Arya.


This is the first day of my life


Swear I was born right in the doorway


I went out in the rain, suddenly everything changed


They're spreading blankets on the beach


Baru saja ana melangkah lagu sudah diputar. Semua menarik pasangannya untuk berdansa. Ana menjadi salah satu korbannya. Arya menarik ana untuk berdansa dengannya.


"Kau tau aku adalah penari yang buruk." Ana mencibirkan bibirnya. Beberapa kali dia salah mengambil langkah.


"Tatap aku dan ikuti saja iramanya." Arya mengeratkan pegangannya dipinggang ana.


*So if you wanna be with me


With these things there's no telling


We just have to wait and see


But I'd rather be working for a paycheck


Than waiting to win the lottery


Besides, maybe this time is different


I mean, I really think you like me


(Bright eyes - first day of mylife*)


Lagu itu berhasil menguasai acara dansa dalam pernikahan Dimas dan Risa.


Selesai acara berdansanya kini saatnya acara utama yaitu pengucapan sumpah dan janji pernikahan.


Sumpah dan janji pernikahan diucapkan oleh Dimas dan Risa secara bergantian, semua bersorak histeris melihat adegan Dimas dan Risa. Para tamu bersorak ria dan merekam setiap adegannya.


Saatnya pelemparan bunga para wanita sudah mengantri, saling merebut posisi. Ana juga berada dikerumunan mereka.


"Siap semuanya?" Tanya Risa sambil memegangi bucket bunganya.


"Siap!" Semua berseru dan bersiap-siap untuk melompat.


Risa membalikkan badannya memunggungi mereka dan..


Wush


Bunga itu dilempar oleh pemiliknya.


"Wow Nisa kamu hebat!" Teriak Ana bertepuk tangan karena Nisa berhasil mendapatkan bunganya.


Semua bertepuk tangan sesaat setelah mereka selesai merekapun membubarkan diri dari tempat itu.


"Nis bunganya buat siapa?" Tanya ana penasaran.


"Hum.." Nisa hanya diam membeku menatap kosong bucket bunga itu.


"Ana! Ayo sini buruan!" Panggil ibunya menggerakkan telapak tangannya memanggil ana.


"Ehh nis udah ya aku dipanggil ibu nanti kita berbincang lagi." Ana menghampiri ibunya.


Ditempat pelaminan ana dan sekeluarga sedang melakukan foto bersama. Secara bergantian Dimas dan teman-temannya juga foto bersama. Kini Dimas, Risa, Yudha, Kristi, Nisa, Bisma, Arya dan Ana sedang melakukan foto bersama.


Tapi tiba-tiba saja....


Bruk


Ana pingsan saat melakukan pemotretan terakhir. Semua orang yang ada didepan panik melihat ana.


Ibunya yang melihat keadaan ana langsung syok dan memegangi dadanya sendiri, dia mengatur nafasnya perlahan duduk dibangku sambil memegangi kepalanya.


Sedangkan ayahnya mengecek keadaaan ana sesekali ayahnya melihat kearah ibunya yang panik ditempat duduknya. Ayahnya mengerti apa yang sedang terjadi dia segera menggendong ana membawa ana kekamarnya.


Setelah kejadian ana pingsan para tamu jadi dengan tidak ada kegembiraan diacara pernikahan. Dimas dan Risa duduk terpaku ditempat diduduk.


Arya mengikuti ayah ana kemudian mengecek kondisi ana. Arya dengan segala alat kedokteran yang dia membawa mengecek kondisi ana dengan telaten. Mengecek tensi dan beberapa kali memegangi perut ana.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya ayahnya panik.


"Bagaimana keadaannya?!" Tanyanya lagi dengan nada tinggi karena tak mendapatkan jawaban dari Arya.


Ibunya yang melihat kondisi ana menangis meratapi bagaimana nantinya yang akan terjadi.


Ayahnya yang panik mengacak-acak rambutnya gusar dia mondar-mandir didepan pintu sampai menunggu ana sadar. Dia terus mondar-mandir memegangi dagunya.


Semua orang diruangan itu terlihat bingung dan panik.


----


Taralalala aku update lagi nih gimana ceritanya? Gak seru ya? hahhaha Author mah bisa apa tulisannya tidak sebagus para legendaris. Tapi buat kalian yang udah baca berkomentar dan ngasih like di karya author. Terima kasih author senang sekali bisa mendapatkan dukungan dari kalian.


Ayo dibaca di-like di favorite. Nanti author akan up lagi kalau banyak yang ngelike dan banyak yang baca huhuhu kayak udah punya banyak penggemar aja aslinya kagak hahahha.


By the way terima kasih buat kalian berkat kalian karya ku yang ini bisa menjadi sejauh ini. Aku gak nyangka bisa menjadi penulis sejauh ini. Terima kasih ya yang udah setia baca dan memberikan segala saran dan kritikannya terima kasih.


Ayo koment koment author pengen tau yang baca siapa aja. Banyakin likenya nanti author up lagi hahahhaha ;x