Complicated Story

Complicated Story
32. Permintaan Arya



Didalam rumahnya Arya sedang melihat ibunya yang sedang memasak.


"Apa yang kau lihat Ar? apa ada yang aneh?" Tanya ibunya bingung karena sejak tadi Arya melihatnya tanpa berkedip.


"Jika saja aku menikahinya mungkin hari ini dia yang akan memasak untuk kita Bu dan ibu sibuk mengurus anakku yang mulai bertingkah nakal," ucap Arya sedu sambil menyender ditembok.


Ibunya sejenak berhenti memikirkan apa yang dikatakan oleh Arya, "Jangan bersedih seperti itu Ar, tuan A.K pasti punya alasannya mengapa dia tidak ingin putrinya menikah denganmu."


Arya memutarkan bola matanya tampak begitu kesal dengan kejadian 2 tahun yang lalu, "Tentu dia tidak ingin putrinya tinggal dirumah yang kecil dan sederhana ini Bu," ujar Arya kesal.


"Jangan kesal begitu Ar, atau nanti kamu akan kena pamali. Ibu baru tau jika tuan A.K memiliki seorang putri karena sebelumnya dia hanya mengakui anak laki-lakinya didepan publik," kata ibunya yang masih sibuk memasak.


Arya kemudian mendekati ibunya. Dengan memeluk ibunya, dia mencoba merayu ibunya untuk membawa lamaran menuju rumah kediaman keluarga A.K, "Ibu aku ingin melamar Ana lagi bisakah ibu membawa lamaran kerumah tuan A.K?" Tanya Arya setengah merengek seperti anak kecil.


"Arya apa kau masih tidak menyerah untuk bisa menikah dengan Ana?" Tanya ibunya.


Arya menggelengkan kepalanya dileher ibunya, "Tidak Bu, sampai kapanpun aku akan terus mencintainya," kata Arya semakin meeratkan pelukannya.


Ibunya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan anaknya, "Ar apa kau tidak lupa bagaimana tuan A.K berusaha untuk memisahkan kalian berdua hingga dia memberikan pelatihan study untuk mu kesingapura?" Tanya ibunya pada Arya.


Arya menggelengkan kepalanya lagi, "Bagaimanapun usahanya Tuan A.K untuk memisahkan kami berdua. Cinta kami akan semakin kuat bu."


Ibunya tertawa pelan mendengar ucapan Arya, "Sepertinya anak ku ini menjadi budak cinta dari nona Ana hahaha. Cinta kalian berdua atau cintamu saja Ar?" Tanya ibunya sambil terkikik. Arya hanya diam memeluk ibunya tidak menjawab pertanyaan dari ibunya.


Ibunya melepaskan pelukan Arya itu kemudian dia membalikan badannya, "Apa yang membuat dia begitu istimewa dimata mu Ar?" Tanya ibunya heran sambil memegang kedua pipi Arya dengan telapak tangannya.


"Dia sangat spesial Bu, dan dia sangat berbeda. Saat ibu melihatnya ibu pasti tau kalau dia begitu polos dan lugu. Dia terlihat seperti malaikat dengan kulitnya yang putih bersih dan dengan karakternya ibu pasti bisa melihat kalau dia memiliki segala kebajikan dalam dirinya," kata Arya yang terus memuji sosok Ana.


Ibunya menggelengkan kepalanya tertawa kecil melihat sosok anaknya yang begitu mengangumi seorang wanita selain dirinya, "Sepertinya anakku sudah begitu dewasa hingga dia bisa mengetahui sosok wanita yang pantas untuk menemani hidupnya," kata ibunya bercanda dengan Arya.


Arya memanyunkan bibirnya merasa diledek oleh ibunya, "Ayolah Bu aku ini sudah dewasa." Rengek Arya memegang tangan ibunya.


"Jadi kau ingin ibu membawa lamaran untuk Ana kerumahnya?" Tanya ibunya mengingat apa yang diinginkan oleh Arya.


Arya menganggukan kepalanya, "Ibu mau kan melakukannya untukku?" Tanya Arya bersungguh-sungguh bertanya pada ibunya.


"Kenapa tidak kau saja yang melamarnya sendiri?" Tanya ibunya heran.


"Ibu sudah tau bukan bahwa aku sudah ditolak mentah waktu ini oleh tuan A.K bahkan tuan A.K menghinaku serta menyuruhku pergi. Bukan hanya pergi dari rumahnya aku dikirim kesingapura agar pergi jauh dari hidup Ana. Wushh," ucap Arya sambil memainkan tangannya seperti pesawat terbang.


"Ibu yakin setelah ini tuan A.K pasti menerimamu bukankah kau sudah mendapatkan posisi yang lebih tinggi setelah pulang dari Singapura. Pasti tuan A.K lebih mempertimbangkan dirimu lagi untuk suami putrinya."


"Ibu aku tidak ingin tuan A.K kembali menghinaku, setelah ayah meninggal. Hanya ibu yang aku punya sebagai waliku dan wali adikku. Ayolah Bu bawakan lamaran kerumah tuan A.K untukku," rengek Arya kembali pada ibunya.


Ibunya menggelengkan kepalanya tertawa melihat sikap Arya yang begitu kekanak-kanakan itu, "Baiklah ibu akan melakukannya, kau terlalu dimanjakan oleh almarhum ayahmu," kata ibunya mengusap rambut Arya.


Arya terkekeh pelan dengan perkataan ibunya, "Terima kasih Bu aku mencintaimu." Arya memeluk ibunya dengan perasaan senang dan begitu bahagia.


Malam tiba Ibunya Arya mulai berangkat menuju kediaman Tuan A.K. Membawa beberapa bingkisan dengan menaiki taksi dia berniat melamar Ana untuk putranya. Sementara Arya harus bekerja dirumah sakit membuat dia tidak bisa mengikuti ibunya kediaman Tuan A.K.


Setelah sampai dikediaman tuan A.K taksi yang dinaiki oleh ibunya itu diberhentikan oleh satpam rumah tuan A.K.


"Maaf Bu ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam itu pada ibu Arya.


"Maaf Bu apa sebelumnya ibu sudah membuat janji dengan tuan sebelumnya?"


Mendengar pertanyaan satpam itu ibu Arya hanya bisa diam karena dia memang dadakan dan tidak membuat janji apapun sebelumnya.


"Baik Bu kalau begitu tunggu dulu disini biar saya sampaikan kepada tuan A.K terlebih dahulu," ucap satpam itu.


Satpam itu kemudian masuk kerumah tuan A.K. Dikediaman tuan A.K sedang melaksanakan makan malam. Tuan A.K menghentikan kegiatan makannya saat satpam itu memanggil dirinya dari depan pintu.


"Biarkan dia masuk," kata tuan A.K itu memberikan ijin pada satpam.


Satpam menganggukan kepalanya kemudian dia membiarkan ibu Arya untuk masuk.


Tok tok tok


Pintu itu diketuk oleh ibunya Arya. Membuat pemilik rumah itu dengan melihat pada seseorang yang mengetuk pintunya.


"Permisi," ucap ibunya Arya sopan mohon ijin untuk masuk.


"Silahkan masuk," ucap tuan A.K mempersilahkan ibu Arya untuk masuk.


Dengan segan dan tidak enak hati ibu Arya masuk kedalam rumah. Menuju ruang tamu dia duduk di sofa merah dengan nuansa klasik diruangan itu.


Beberapa figur foto terpasang dan beberapa barang koleksi menghiasi ruang tamu tuan A.K ruangan tamu yang terbuka dimana sisinya ada segala arah menuju beberapa pintu dan dari pintu masuk disebelah kiri terlihat tangga menuju lantai atas dan disebelah kanan langsung terlihat dapur serta ruang makan.


"Selamat datang dirumah kami yang kecil dan agak berantakan ini," ucap tuan A.K membuat ibu Arya semakin tidak enak hati. Meskipun demikian rumah tuan A.K lebih luas dibandingkan rumah yang dimiliki Arya.


Ya rumah yang ditempati ibunya serta Arya dan adik kandungnya adalah rumah yang dibeli oleh Arya dari hasil kerjanya.


"Ibu Arya apa yang anda lakukan malam-malam seperti ini?" Tanya tuan A.K pada ibu Arya.


Ibunya Arya tersenyum kecil sembari memberi bingkisan yang dia bawa, "Ini ada beberapa bingkisan yang saya bawa tuan jika berkenan anda menerima bingkisan ini," kata ibu Arya itu.


"Terima kasih atas bingkisannya repot-repot sekali anda harus membawa bingkisan seperti ini," kata tuan A.K


"Tidak masalah tuan ini tidaklah seberapa. Maksud saya disini ingin mengajukan lamaran pernikahan untuk Ana," ucap ibu Arya to the point menyatakan maksud tujuannya kerumah tuan A.K.


"Sepertinya anda masih belum menyerah juga Nyonya," ucap tuan A.K dengan nada yang tegas pada kata terakhir yang dia ucapkan.


Ibu Arya hanya tersenyum mengetahui dirinya sedang disindir melalui panggilan nyonya yang diucapkan oleh tuan A.K.


"Saya memang sebelumnya tidak ingin menikahkan putri saya karena saya ingin agar Ana memiliki gelar sarjana tanpa hambatan serta memilki karir yang bisa menjamin kehidupannya dimasa depan," terang tuan A.K menjelaskan semuanya.


"Tapi sekarang Ana sudah cukup dewasa saya akan membiarkan dia mengambil keputusannya sendiri," kata tuan A.K sebelum akhirnya dia memanggil ana untuk keruang tamu.


"Ana kemarilah," seru tuan A.K memanggil ana dari ruang tamu.


***


Ayo tebak gimana eps selanjutnya hahahahah apa yang akan terjadi setelah ana bertemu dengan ibunya Arya?


Sabar menantikan episodenya ya. Jangan lupa like dan komentar nya terima kasih sudah setia membaca dan selalu menunggu novel ini untuk update.