Burning Passion In Love

Burning Passion In Love
BPIL – Curious!



Jam menunjukkan pukul 11 siang, terlihat pasangan Suami Istri, Zeferino dan Rosalicia masih asyik tertidur.



Rosalicia menggeliat pelan dalam dekapan Zeferino. Perlahan mata indah terbuka memperlihatkan manik biru teduhnya.



Wajah cantiknya bersemu mengingat kegiatan ranjang beberapa jam lalu yang mereka lakukan.



Zeferino akhirnya tersadar, manik hijau dingin itu menatap Rosalicia penuh arti.



"Morning, My Wife," bisik Zeferino sambil menaruh kepalanya di dada telanjang Istrinya. Tangannya meremas pantat Rosalicia erotis sementara mulutnya menciumi payudara besar Rosalicia.



"Ughh, jangan begini, Zefer. Aku harus mandi," cicit Rosalicia menahan desahan.



"Ayo mandi bersama, aku tahu tubuhmu nyeri semua," bisik Zeferino. Ia menyibak selimut dan memperlihatkan bentuk tubuh proporsional yang wow tanpa busana.



Rosalicia merona melihat tubuh Suaminya yang err menggoda. Dia malu melihat bentuk tubuhnya tanpa busana.



"Why? Apa kamu ingin bercinta lagi?" goda Zeferino seraya mengerling nakal. Dia tanpa sungkan mengangkat Rosalicia menuju bathroom tanpa busana.



Lalu terjadi Morning Sex di dalam bathroom.



Selesai mandi, mereka berganti pakaian dengan busana tertutup. Saat di bawah terlihat Ibu tiri dan 3 saudara serta saudari tiri Zeferino terlihat berdecap melihat mereka.



"Lihat pengantin baru ini yang sangat betah di kamar, Ibu Kakak Zefer benar-benar ganas," sindir Emma.



"Kamu tahukan, Kakak Zefer adalah lelaki tangguh mana puas satu ronde," imbuh Kalila.



"Keh, seperti raja jam segini baru bangun. Menjijikkan!" sarkasme Dylan.



Rosalicia merasa tidak enak mendengar perkataan saudara iparnya. Dia meremet lengan kekar Zeferino dan bersembunyi di balik punggung lebar Suaminya.



"Tidak usah menyindir anak-anak, persilakan raja dan ratu lewat!" ejek Veronika Ibu tiri Zeferino.



Zeferino menyeringai setan mendengar perkataan mereka, "Minggir sampah. Orang menjijikkan yang menjilat dan menunggu uang warisan dari orang tuaku tidak pantas berbicara dengan, ku. Bagiku kalian tidak lebih dari kotoran Anjing dan babi!"



Degh



Jleb



Zeferino langsung menggendong Rosalicia melewati mereka yang terlihat marah akan ucapan menusuk nan kejamnya. Dia tidak segan berkata tajam pada mereka dan lidahnya adalah pedang paling tajam yang ada di dunia.



Keempat keluarga tiri Zeferino menggeram murka. Lelaki sombong tidak tahu diri harus dihabisi. Tekat untuk menghancurkan Zeferino dengan segala cara tersusun rapi. Mereka harus mendapatkan harta warisan itu apa pun caranya agar bisa menyaingi Zeferino.



"Zefer, tadi itu terlalu kejam. Tidak baik berbicara begitu dengan keluarga sendiri," nasihat Rosalicia setelah duduk di kursi.



"Mereka hanya ingin menguasai harta, Ayah. Mereka itu hanya sampah dan bukan saudaraku. Ibu tiri licik yang membunuh Ibuku serta 3 anaknya membuat muak. Makanya aku tidak pernah pulang di Brazil dan memilih tinggal di Australia," papar Zeferino terdengar santai namun menusuk.



Rosalicia tercengang mendengar perkataan Zeferino. Kenapa kejam sekali dan misterius. Suaminya begitu tertutup tanpa bisa diprediksi.



"Kenapa tidak di penjara? Kenapa mereka di biarkan berkeliaran?" tanya Rosalicia penasaran.



"Aku seorang Mafia dan triliuner, mudah menghancurkan mereka. Bahkan membunuh itu hal biasa, jadi aku biarkan mereka berkeliaran tapi awas saja jika sampai mengusik Ayah dan Adikku, Thomas!" jabar Zeferino datar.



"Lalu kenapa kamu ingin harta keluargamu?" tandas Rosalicia.



"Aku ingin melindungi uang itu dari orang tidak punya otak seperti mereka. Lalu harta itu semua hanya untuk Adikku, Thomas," papar Zeferino kalem.



Rosalicia jadi penasaran dengan sosok di depannya. Seorang iblis kenapa bisa berbuat baik? Apa dibalik sikap bengis itu tersimpan kebaikan yang berlimpah?



Rosalicia penasaran akan sosok pria tampan ini.



"Bibi, buatkan kami makanan!" perintah Zeferino.



"Baik, Tuan muda!"



"Lalu kapan kita pergi dari sini?" tanya Rosalicia.



"1 pekan lagi setelah Ayah pulang dari New York," jawab Zeferino.



***



"Rosa, kamu adalah gadis yang sangat aku cintai, tolong jangan tinggalkan aku."



"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Raymond, karena aku juga sangat mencintaimu."



"Rosalicia, mulai sekarang kita putus. Aku menjualmu dan selamat menjadi pelacur!"



"Kamu jahat Raymond, aku membencimu. Tega sekali kamu padaku, hiks, Raymond jahat...!"



Rosalicia langsung tersadar dari lamunannya tatkala merasakan sentuhan lembut di bahunya.



"Melamun apa?"



"Ah, tidak aku hanya merindukan ketenangan," alibi Rosalicia.



"Apa kamu pernah jatuh cinta?" tanya Zeferino.



"Pernah dan itu menyakitkan." Rosalicia tersenyum kecut mengingat cinta pertamanya yang tandas menyedihkan.



Tidak ada percakapan lagi selain keheningan.



Rosalicia melihat Suaminya terlihat datar.



"Apa kamu pernah jatuh cinta?" tanya Rosalicia balik.



"Tidak, di kamusku hanya ada pembunuhan dan kebencian serta dendam. Tidak sudi memikirkan hal menjijikkan seperti itu. Sex tinggal panggil wanita malam lalu hasrat tersalurkan!" jawab Zeferino tanpa perasaan.



Rosalicia ******** senyum getir, "Aku berharap ada wanita yang benar-benar membuat kamu jatuh cinta!"



"Tidak ingin berpikir ke situ," sinis Zeferino lalu beranjak meninggalkan Rosalicia sendiri.