Burning Passion In Love

Burning Passion In Love
BPIL - Scenario!



Rosalicia menangis sesenggukan mengingat perilaku buruk Zeferino akhir-akhir ini. Semenjak kejadian di mall, ia dan Suaminya malah semakin jauh. Bukan Rosalicia yang menjauh melainkan Zeferino.



"Zefer," panggil Rosalicia lembut.



"...." tidak ada sahutan.



"Zefer, aku ingin meluruskan masalah. Mari selesaikan dengan kepala dingin. Jika aku punya salah, maafkan aku," tutur Rosalicia lembut sembari menatap dalam Zeferino.



Zeferino tersenyum culas mendengar perkataan Rosalicia, "Siapa kamu? Hanya Istri kontrak tidak perlu berkata mustahil!"



Zeferino berkata begitu sarkasme dan itu membuat Rosalicia terperangah penuh luka. Dia berlalu begitu saja setelah membanting gelas berisi kopi.



Hati Rosalicia begitu sakit menerima respons Zeferino yang sangat menyakitkan. Apa dia dianggap sampah? Untuk yang ke sekian kali air mata mengucur deras di pipi gembulnya.



"Nyonya, Anda istirahat saja biar kami bereskan kekacauan ini," ujar salah satu asisten rumah tangga yang melihat Rosalicia hendak membereskan pecahan gelas.



Rosalicia buru-buru menghapus air matanya dan tersenyum manis namun tidak bisa. Air mata itu semakin deras membanjiri pipinya.



Asisten rumah berusia 45 tahun itu merasa kasihan. Rosalicia itu begitu cantik nan manis serta baik pada siapa pun. Tidak tega melihat wanita cantik itu menangis pilu.



"Nyonya, yang sabar. Mungkin Tuan Teixeita sedang ada masalah," hibur asisten itu.



Rosalicia mengaguk setuju, perlahan beranjak menuju kamar.



Asisten rumah tangga itu menatap iba Rosalicia.



***



Zeferino menjambak rambutnya kasar dan mata tajam itu meredup sekarang. Sangat rapuh itulah Zefer sekarang.



"Maaf," gumam Zefer dengan air mata meluncur bebas membasahi pipi.



Suara dering ponsel membuat Zeferino buru-buru menghapus air matanya lalu berekspresi datar serta mengontrol suara.



"Hello, ada apa?" tanya Zeferino to the point.



"Kamu siapkan uang 20 juta untuk menutupi kesalahanmu!"



"Kamu mengancamku, sialan? Akan kubunuh dirimu jika membongkar itu semua!" sengit Zeferino.



"Slow, Bung. Aku akan menemuimu besok dan siapkan mental jika tidak Istrimu tahu siapa dirimu, sebenarnya!" sahut seseorang di seberang sana.



Zeferino mengatupkan bibirnya keras. Dia akan membunuh cecunguk bajingan itu. Dia membanting ponselnya hingga hancur berkeping.



"Bajingan ....!!!"



Zeferino meminta para Mafia pilihan untuk menculik pria sialan itu. Dan dipastikan besok adalah kematian untuk sang peneror.



Di lain sisi terlihat pria menyeringai penuh kemenangan akan kekalahan Zeferino. Dia pastikan Rosalicia akan mengetahui sosok mengerikan itu.



"Kamu sudah di ujung tombak, Zefer. Hahaha, ingat ini kekalahan akan menghampirimu!"



Rosalicia menangis sesenggukan dalam kamar. Dia menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut tebal nan halus.



"Apa nasibku selalu begini? Dulu cinta pertamaku menjualku untuk jadi jalang dan sekarang saat aku mulai mencintai kembali tersakiti dengan perilakunya. Apa aku ditakdirkan untuk tidak bahagia?" menolong Rosalicia sesenggukan.




Zeferino masuk kamar dan mendapati undakan selimut yang pasti tahu siapa dibaliknya. Dia mendekat ke arah Rosalicia dan dengan lembut menyibak selimut sebatas dada.



Hati Zeferino terenyuh melihat air mata Istrinya. Dia menunduk untuk mengecup kening Rosalicia lama.



"Maaf," bisik Zeferino sebelum beranjak meninggalkan kamar.



***



Rosalicia mendelik horor saat melihat Zeferino pulang membawa wanita yang beda dan sekarang tambah cantik.



"Zefer, siapa dia?" tanya Rosalicia menuntut jawaban.



Zeferino tersenyum manis mendengar perkataan Rosalicia. Dia dengan santai merengkuh pinggul wanita itu dan hal mengerikan diberikan tatkala mengecup bibir wanita di sampingnya.



Rosalicia membekap mulutnya erat dan berusaha menahan air mata agar tidak luruh membasahi pipi. Hatinya remuk sekarang. Dengan cepat dia menarik lengan kekar Zeferino dan membawanya ke kamar.



"Apa maksud semua ini, Zefer?!" desis Rosalicia.



Zeferino menepis kasar tangan Rosalicia dan dengan kejam dia mencengkeram lengan Istrinya.



"Dia calon Istri sah-ku! Kamu itu hanya wanita jalang murahan yang ku peralat. Ingat itu, Licia!" desis Zeferino menakutkan.



Degh



Hati Rosalicia merasa mati rasa. Sangat sakit sampai tidak tahu mengabarkan semuanya. Sangat sakit sampai tidak memedulikan ramasan kuat di lengan atasnya.



"Lalu kenapa selama ini kamu perhatian padaku? Lalu kenapa kamu seolah menyayangiku dan menggagap diriku istimewa, Zefer?" tanya Rosalicia dengan suara mencicit menahan tangis.



"Skenario, Sayang. Mana sudi aku mau menikah dengan jalang. Mana sudi aku menyukai, jalang. Itu semua FAKE, Bitch!" sengit Zeferino.



Rosalicia semakin hancur sekarang mendengar jawaban Zeferino. Air mata yang dia tahan akhirnya lolos juga bak air mengalir. Dunianya runtuh hanya hitungan detik.



"Hebat sekali skenariomu, Tuan Teixeita. Anda benar-benar hebat, Tuan!" tangis Rosalicia penuh amarah.



"Baru tahu, Bitch! Mulai sekarang jangan pernah tidur di sini!" usir Zeferino.



"Aku juga tidak sudi satu kamar denganmu. Aku juga akan pergi dari sini!" sinis Rosalicia sembari menguatkan hati.



"Stop, kamu lupa kalau aku membelimu. Kembalikan uangku baru bisa angkat kaki!" cetus Zeferino dingin.



Rosalicia menahan amarahnya sekarang. Jika boleh memilih dia ingin kembali jadi jalang dari pada hidup begini.



"...." Rosalicia hanya diam.



"Tapi, aku tidak akan menagih uang itu jika kamu menyelesaikan kontrak. Pilih mana, Bitch?" ujar Zeferino kalem.



Rosalicia berbalik menghadap Zeferino penuh amarah lalu berbalik lagi. Dia mengambil koper dan mem-packing pakaiannya.



"Kamu tidur di kamar sebelah!" perintah Zeferino lagi.



Rosalicia hanya diam sembari menangis penuh luka. Rasanya sangat sakit sampai tidak mampu menjabarkan segalanya.