
At Canberra, Australia - 07:30 Am!
Apa yang harus kulakukan? Tidak ada semangat dalam hidup sekarang tanpa Istriku. Kenapa dunia begitu kejam padaku, apa sangat berdosa sehingga Tuhan menghukum? Aku mencari Yara di bantu puluhan Mafioso tapi tidak membuahkan hasil.
1 bulan terlewati sangat berat. Konflik terus bermunculan tanpa henti. Rencana Tuhan begitu rumit.
Thomas sekarang mulai membaik padaku. Dia turut membantu mencari Yara, tapi tidak akan kuberikan Istriku padamu, Thom.
Sesuai janji aku terapi untuk menghilangkan trauma mengerikan sampai bosan. Demi dirimu Yara aku melakukan ini.
Aku terus berusaha keras untuk sembuh sampai aku pusing dan mual sendiri. Awal terapi jiwaku menolak dan selalu ketakutan. Tapi, aku harus nekat demi kesembuhan. Sampai kapan aku trauma? Sampai kapan aku di rundung pilu?
Kalau Yara ditemukan, aku hamili dia biar tidak lari dari hidupku. Sayang, sampai kapan kamu sembunyi? Apa kamu mau membuat aku gila?
Tidak tahu kenapa, jiwa Psychopath dan urusan kriminal aku lupakan. Aku tetap menjadi seorang Mafia tapi tidak aktif. Para Mafioso aku suruh mencari Istriku sampai dapat setelah semua selesai mungkin aku akan meninggalkan dunia hitam itu.
Jika boleh jujur, aku ingin mati saja dari pada hidup penuh derita. Yara-ku pergi tanpa jejak, sedangkan aku di sini terus mencari.
Yara, aku harus apa?
"Kak, minum dan makanlah lihat kamu kurusan," ujar Thomas ingin kubunuh. Gara-gara dia aku di telantarkan Istriku. Adik sialan itu benar-benar membuat sakit perut!
"Mood ku hancur, Thom. Pergi sekarang atau kutebas kepalamu!" gertak Ku.
Aku juga merasa kurusan, tapi masih kekar tenang saja. Aku akan makan biar tubuhku kembali seperti semula.
Semua terasa panat tanpa hadirnya Yara, diriku kosong tanpa tujuan. Keseharian hanya mencari Yara, meneror mereka sudah ada kabar belum? Teringat kembali saat terapi kemarin perutku mual dan kepala nyeri.
Kurebahkan diri dengan nyaman sembari memikirkan Yara-ku yang jauh di mata dekat dihati.
"Kak, makanlah, lihat tubuhmu sekarang seperti ikan!" pinta Thomas sukses membuat bantal melayang di wajahnya.
"Jangan ganggu!" desisku.
Kampret itu ingin kubunuh, jika saja Thom bukan Adikku sudah bercinta dia di tanah dengan para hewan.
"Kau ini, jika seperti ini terus aku pastikan Rosa akan menjadi milikku!"
"Bajingan!" umpat kasar keluar. Aku mendesis sinis ke arahnya.
"Yara hanya milikku, kamu masa lalunya dan aku masa depannya!" setelah mengatakan itu aku makan. Sudahlah hanya ini yang bisa kulakukan.
Yara, pulanglah Sayang aku sangat merindukan kamu. Jika saja kamu pulang aku janji akan memberikan segala kebahagiaan untukmu.
Yara, sampai kapan kamu sembunyi? Sayang, ingat aku di sini seperti orang gila akan kehilanganmu.
Jika saja aku tahu kamu milik Thom, mungkin aku ambil dirimu secara halus dan memberitahu kebenaran tentang siapa aku. Tapi, nasi menjadi bubur kini hanya ratapan pilu yang membelenggu.
"Yara, pulanglah," gumam disela makan.
Hanya bisa diam tanpa kata, semoga kamu bahagia selalu Yara.
Di mana pun kamu berada, semoga Tuhan selalu menjagamu. Aku di sini berusaha mencari dirimu sampai ketemu.
Ingat Yara, aku sangat mencintaimu selamanya!
Aku yakin, kita di takdirkan bersama makanya aku akan kokoh berjuang mempertahankan hubungan dan cinta kita. Yara, aku sangat merindu akan hadirnya dirimu.
Yara satu pintaku, tolong sehat selalu dan jaga kesehatan.
Semoga Tuhan mempersatukan kita lagi. Amin!
****
At Charlotte, Carolina Utara, Amerika Serikat - 02:30 PM!
Aku sudah 2 bulan pergi dari kehidupan, Zefer. Aku di sini tepatnya 1 bulan yang lalu. Awal meninggalkan rumahnya aku mengungsi di Ballina Australia.
Semua terasa hampa, kosong tidak ada nyawa setelah memutuskan pergi. Bohong jika aku tidak rindu bahkan aku sekarang ingin berlari ke arahnya. Namun, aku tidak mau hidup dengan Psychopath mengerikan itu.
Uang Zeferino aku buat untuk membeli rumah dan ruko sederhana. Aku menyewa dua orang untuk mengelola kebun bunga serta jualan makanan. Di samping itu, aku kembali masuk di dunia medis.
Sakit sekali setiap mengingat Zefer, rasanya sangat sakit sampai tidak sanggup menjabarkan.
Pria iblis yang tega menghancurkan perasaanku dan dia juga Ayah dari calon anakku. Dunia tidak semanis ekspetasi itulah kenyataan pasalnya setiap hari aku selalu memimpikan dirinya setiap saat.
Sungguh, aku sangat merindukan, dia. Bisakah Tuhan melepas ingatan semua tentangnya?
Aku tidak boleh lemah sekarang, aku harus semangat.
"Rose," panggil Doctor Mitchel Light Weldon.
Aku perkenalan namaku sekarang bukan Yara melainkan Rose. Dan aku kembali bekerja di dunia medis menjadi Dokter Sub-spesialis Bedah Onkologi.
Prof.Dr.dr. Mitchel Light Weldon Sp.B(k)Onk, Doktor ini begitu sempurna menurutku pasalnya ia tinggi, tampan, baik hati dan murah senyum. Satu kata Perfect!
Namun hanya satu nama dan aku ingin singkirkan tapi tidak bisa yaitu, Zeferino. Aku sangat mencintainya tapi juga sangat membenci.
Semua menjadi bumerang saat ingat Zefer, rasanya takut dan rindu.
"Iya Dokter, ada apa?" sekedar basa-basi. Pria ini sangat baik makanya banyak penggemar dari kalangan wanita yang sering berkunjung. Dia juga yang menolongku dari para preman, tapi sudahlah lupakan itu. Intinya dia yang menawarkan bantuan agar bisa bekerja di sini.
"Mau makan? Kasihan anakmu belum istirahat," ujar Dokter Mitchel.
"Iya, saya juga butuh stamina lebih."
Mungkin mereka iri dan benci padaku karena berhasil dekat dengan Dokter tampan. Namun, aku tidak pernah peduli. Tujuan hanya satu bertahan untuk anakku.
"Sebenarnya kamu sudah menikah belum sih? Kamu seperti wanita penggoda saja. Apa jangan-jangan anakmu itu hasil sex bebas?" ledek salah satu Dokter wanita yang suka sama Dokter Mitchell.
"Jaga mulutmu, aku sudah menikah!" cetusku. Iya, Zefer adalah Suamiku dan kami belum bercerai.
"Omong kosong, mana cincinmu? Jangan bilang itu sandiwara biar menutup aibmu!" sinis mereka.
Hatiku remuk, ingat Yara kamu kuat demi anakmu. Aku lepas kalung dan kupakai kembali cincin bertakhta berlian. Dan sekarang aku kembali terikat bersama Zefer, Tuhan kumohon kuatkan aku dalam menghadapi hidup.
Aku pakai kembali kalung emas putih ini dan sekarang mereka tahu aku sudah menikah dan punya Suami kaya raya.
Senang melihat ekspresi tercengang mereka melihat cincin yang kukenakan. Siapa peduli!
Kulihat Doktor Mitchell terluka mendengar perkataanku. Iya, biar dia tahu aku sudah menikah dan jangan bermimpi mendapatkan cintaku.
Semua tahu tatapan matanya kalau dia mencintaiku, namun harus ada penegasan bahwa aku sudah menikah.
Hatiku sudah tertutup dan kuncinya ada pada Suamiku.
Zefer, apa kamu baik di sana?
Apa kamu mencariku?
Kalau boleh jujur aku sangat merindukan, mu. Aku ingin bertemu denganmu, tapi aku takut dan benci akan semua itu.
Setiap waktu terus ke pikiran dia tanpa kecuali. Aku terus bermimpi akan kebahagiaan.
Setiap ingat kamu dan Ray bersaudara rasanya jantung terasa tertikam belati tumpul. Kalian tega menyakitiku tanpa ampun.
Suami yang sangat kucintai ternyata seorang Psychopath menyeramkan. Aku tidak mau hidup bersama dia.
Tolong hilangkan perasaan ini untuknya.