
Apa yang diinginkan, Zefer. Sungguh aku sangat membenci pria iblis itu. 1 minggu aku di cueki. Harusnya aku yang cuek kenapa gentian dia?
Sejujurnya aku rindu tapi malu.
Sejujurnya ingin pelukan tapi gengsi.
Yara, bodoh. Zefer itu lelaki bajingan yang tega menyakitimu.
Sekarang fokus untuk bertahan dan pikiran caranya menghilangkan cinta.
Zeferino keluar dari bathroom terlihat menggoda. Ingat aku sedang mengandung jadi wajar jika aku bergairah tinggi hanya menatap tubuh proporsional.
Zeferino melempar handuk ke sofa lalu berjalan santai menuju lemari pakaian.
"Tutup mulut, Yara. Aku takut ada lalat masuk mulutmu!" ucap Zeferino sukses membuat aku merona karena memandangi tubuhnya.
Yara, ingat dia pria iblis. Lupakan dia dan jangan sampai terkecoh!
"Yara, nanti malam ada pesta. Aku minta kamu menemaniku!" tegas Zeferino sembari menengok ke arahku.
"Tidak!" tolakku karena aku sedang mengandung itu tidak baik untuk kesehatanku.
"Harus mau, hitung-hitung cicil hutang. Siapa tahu ada Dokter di sana," celetuk Zefer.
Kurang ajar sekali lelaki ini. Kamu tahu, aku ini seorang Dokter. Yah walau hanya punya ijazah tapi aku belum pernah terjun langsung untuk bekerja.
"Kalau ada Dokter, memang kenapa?"
"Kamu bisa menjual seluruh organmu!" to the point sekali. Ingin rasanya kucakari wajah tampannya.
Zeferino mendekat ke arahku lalu memangkat daguku.
"Kamu harus patuh, Bitch!" ucapan indah sekali Zeferino.
Aku tepis tangan besarnya.
"Don't touch me!" sengitku. Jika saja tidak ada kendali sudah kuhajar dia biar diam. Paling benci panggilan jalang.
Sakit sekali.
Sadar diri aku jalang namun tolong jangan berulang kali mengatakan itu pasalnya sangat menyakitkan. Aku sangat sadar derajatku sangat rendah tapi jangan tegaskan itu.
Aku menangis lagi untuk yang ke sekian kalinya. Hatiku sangat sakit, apa Tuhan begitu sayang sampai membulat hambanya selalu menderita?
Sesak, itulah sekarang.
Zeferino mendekapku. Apa ini mimpi?
"Maaf, tapi percayalah aku sangat mencintaimu," bisiknya setelah itu pergi.
Mendengar kata cinta membuat aku tambah terisak pilu. Zeferino, aku sangat membencimu namun juga sangat mencintaimu.
Tolong jangan leburkan hatiku lagi.
***
Zeferino siap menghadiri pesta pernikahan anak kolega kaya yang menjadi investor perusahaannya. Mereka bekerja sama sedari awal.
"Yara, ayo berangkat!" tegas Zeferino. Namun, langsung terpesona menatap Istrinya yang sangat cantik nan manis menggunakan gaun putih tertutup.
Yara tersenyum kecut menerima uluran tangan Zeferino. Dia tidak ingin pergi entah karena apa? Jantungnya berasa sesak seperti menandakan ada hal luar biasa akan terjadi, tapi apa?
"Yara," panggil Zeferino.
"Iya," sahut Yara.
"Kamu cantik," puji Zeferino tulus dan sukses membuat Yara malu.
"Jangan berbicara omong kosong!" sengit Yara.
"Aku serius, kamu sangat cantik dan anggun. Aku suka!" jujur Zeferino.
"Zefer," gugup Yara.
Mereka tiba di rumah super mewah pebisnis no dua di Australia.
Yara mengapit lengan kekar Zeferino. Sementara Zeferino tampak santai memasukkan tangan kanan di saku celana. Mereka menebar senyum pada kolega bisnis.
"Mr Teixeita, Anda luar bisa hebat dalam bidang bisnis. Di usia muda sudah mampu mendirikan perusahaan sendiri dan sekarang menjadi sangat besar, sukses dan mendunia," sanjung mereka.
Zeferino hanya tersenyum sembari berkata, "Terima kasih!"
"Wah ini Istri, Anda?" tanya salah satu dari mereka.
Yara tersenyum ramah pada mereka.
"Aku pikir Anda akan menikah dengan, Vio," celetuk Excel dari arah belakang.
Air muka Yara dan Zeferino berubah tegang.
Zeferino berusaha tidak terpancing.
"Wah benar, Anda dulu sekitar 6 tahun yang lalu pernah tunangan dengan Model yang sangat cantik sedang naik daun. Ah iya namanya, Violet!" papar salah satu mereka tampak senang mengatakan itu.
Tahukah kalian hati Yara sedang sakit sekali.
"Itu masa lalu dan Istriku adalah masa depanku. Aku sangat mencintainya!" tegas Zeferino berusaha membuat Yara membaik.
"Iya bagus itu, dan Nyonya Teixeita, Anda bekerja sebagai apa? Dan lulusan apa?" tanya kolega bisnis dari Marlborugh.
Zeferino menggigit bibir dalamnya lumayan keras.
Yara tersenyum manis, "3 tahun lalu saya mendapatkan gelar Sarjana. Saya lulusan di Harvard Universitas dan mengambil fakultas kedokteran di sub-spesial bedah dan onkologi. Dan sekarang menjadi Ibu rumah tangga pasalnya Suami saya tidak mengizinkan saya kerja."
Zeferino bungkam begitu pun dengan yang lain. Dia baru tahu Istrinya berpendidikan, lalu kenapa jadi pelacur tanpa bekerja jadi Dokter?
"Wah hebat sekali Anda Mr Teixeita mendapatkan Istri secerdas Mrs Teixeita!" sanjung mereka.
"Terima kasih," sahut Yara kalem.
Excel tidak suka Zeferino bahagia apa lagi mendapatkan wanita berprestasi ini.
"Wah cantik sekali, siapa itu?" bisik para tamu melihat arah sang tamu cantik.
"Dia super modelkah? Cantik sekali. Lihat tubuhnya tinggi dengan lekuk proporsional!" bisik mereka.
Zeferino, Yara dan yang lainya menengok.
Pyar
Gelas berisi alkohol mahal kadar sedang pecah tak berbentuk. Pelakunya Zeferino.
Kini giliran Zeferino yang jadi atensi.
Yara panik kenapa Suaminya seperti melihat setan. Keringat dingin keluar dari pelipis, Zeferino. Sebenarnya ada apa?
Excel menyeringai iblis melihat reaksi Zeferino. Fantastis.
Wanita cantik itu membatu melihat pria tampan yang sialnya dia kenal. Hatinya berdesir.
"Vio, kemari!" seru sang mempelai wanita.
Bukanya datang ke arah temannya dia malah berjalan ke arah Zeferino. Iya dia adalah Violet. Dulu ingin sekali balas dendam pada Zefer namun tersadar dialah yang salah.
"Zefer," panggil wanita cantik itu.
"Yara, ayo pulang. Mr Richard, saya permisi dulu!" Zeferino buru-buru pergi dengan menggandeng lengan Yara sedikit kasar.
Yara meringis ngilu merasakan genggam tangan Zeferino semakin menguat.
Syut
Grep
Zeferino tertarik dan langsung di peluk sosok cantik tadi begitu erat. Bahkan tangannya masih tertaut dengan tangan Yara.
"Zefer, aku sangat merindukan, mu," tangis wanita cantik itu.
Zeferino melirik Yara tampak terluka akibat insiden ini. Dengan kasar dia mendorong Violet menggunakan satu tangan.
"Don't touch me, Miss Violet!" tegas Zeferino.
Violet menatap Zeferino terluka, "Zefer, aku selama 6 tahun ini merasa sangat menyesal. Tolong Zefer, aku masih mencintaimu!"
"Stop your chatter, Miss Violet. I already have a Wife! Kamu hanya masa lalu dan lupakan itu!" tegas Zeferino.
"Tidak, aku yakin kamu masih mencintaiku, Zefer. Kamu pernah bilang bahwa kamu akan selalu mencintaiku!" tolak Violet berusaha menampik sakit hati.
"Itu dulu sebelum aku bertemu Istriku 2 tahun lalu. Jangan harap lebih, ayo Yara kita pulang!" Zeferino menggendong Yara bridal style.
Yara membatu dan membiarkan Suaminya menggendong dirinya. Sakit itulah yang dirasakan sekarang.
Wanita cantik itu ternyata mantan pacar Zeferino. Ada rasa senang saat Suaminya menolak kasar wanita bernama Violet itu.
Violet merasa sakit hati dan di permalukan. Zeferino hanya miliknya, ia akan mengambil prianya kembali.