
Petugas Security sedang jalan ingin mengantarkan pesanan. Dan alangkah terkejut melihat pria terkulai tidak berdaya dengan bersimpah darah. Sontak dia menelepon ambulance.
Security itu mendekat ke arah pria itu dan memeriksa detak jantung yang ternyata sangat lemah. Dia kembali menelepon temanya untuk menolong Zeferino.
Satpam itu tidak menemukan identitas pria malang ini. Wajah korban bersimpah darah dan semua data tidak ada.
Temannya datang lalu dengan segera menolong Zeferino.
"Hai, siapa pria ini?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku tidak tahu, identitas tidak ada!" sahut Satpam pertama.
"Dari segi pakaian dan aksesori, dia tamu dan pastinya orang kaya. Lihat jam tangannya saja berharga fantastis," komentar orang kedua.
"Bodoh, kita harus cepat menolong orang ini!" sentak orang pertama.
"Baiklah!"
Zeferino segera dilarikan ke rumah sakit. Keadaannya begitu mengenaskan bahkan terkesan memprihatinkan.
"Yara," gumam Zeferino lirih.
Zeferino mendapatkan perawatan intensif pasalnya Dokter menemukan korban overdosis obat perangsang, di tambah cairan alkohol dan parahnya terjatuh dari tangga sampai dasar.
Dokter berusaha menyelamatkan Zeferino dengan berbagai cara. Ada beberapa selang menancap di tubuh Zeferino.
Banyak Dokter mengenal Zeferino, makanya tanpa babibu menolong pria malang ini.
"Dokter, Mr Teixeita drop, detak jantungnya semakin turun!" informasi Suster.
"Ya Tuhan, ini gawat kondisi pasien semakin menurun. Siapkan kejut jantung!" perintah Dokter.
Tubuh Zeferino semakin pucat dan terkesan tidak ada darah. Kejut jantung di lakukan namun semua tidak membuahkan hasil, nyatanya sosok misterius ini memilih pergi.
Suara monitor terdengar nyaring saat garis lurus mengakhiri segalanya.
Zeferino telah pergi tanpa di ketahui siapa pun. Akibat Violet yang gila memberikan alkohol kadar tinggi namun memiliki bahaya luar biasa saat tercampur dengan obat perangsang namun menggunakan dosis terlalu berlebih. Dan hal mengerikan terjadi saat Zeferino jatuh dari tangga yang curam.
"Dokter, ini bagaimana? Kita tidak mampu menyelamatkan pasien!" panik Suster.
"Tidak, kita harus berusaha!" seru Dokter. Dia kembali melakukan kejut jantung sampai detak jantung Zeferino kembali.
Tidak ada respons karena Zeferino telah pergi untuk selamanya.
***
Andai waktu bisa diputar kembali, aku lebih baik menjadi kupu-kupu malam dari pada hidup denganmu yang penuh derita.
Aku sangat membencimu namun juga sangat mencintaimu, Zeferino!
Kisah pilu ini akan berlangsung terus jika aku hidup.
Apa kamu akan menangis jika aku mati, Zeferino?
Maka saksikan kematianku.
Maafkan Mama, Sayang karena tidak mau bertahan demi dirimu.
Kita akan bahagia di Surga.
Apa tindakan aku baik saat berniat bunuh diri? Lupakan saja, aku sudah sangat frustrasi akan hidup ini.
Zeferino, terimalah karmamu.
Kamu tega padaku dan katakan selamat tinggal.
Aku akan mati sekarang!
Saat hendak terjun dari lantai dua ada seseorang langsung menarik tanpa ku ketahui siapa.
***
Thomas tersenyum senang pasalnya dia akan memberi kejutan untuk Kakanya. Dia bilang akan datang 1 minggu lagi namun nyatanya 1 minggu sebelumnya.
Thomas mendelik horor melihat ada wanita nekat hendak bunuh diri. Saat dia berteriak tidak ada yang sahutan. Spontan dia berlari untuk menggagalkan rencana gilanya.
"Yak, Anda gila, ha? Kalau mau mati cari tempat dung! Jangan bunuh diri di rumah Kakakku. Bisa jadi kamu gentayangan kami susah!"
Thomas merutuki ucapannya tanpa filter. Dia belum melihat wajah wanita ini.
"Lepas!" ronta Yara berusaha melepaskan diri.
"Biarkan aku mati, aku tidak mau hidup!" ronta Yara berusaha lepas.
"Madam, kamu harus bunuh diri di lain tempat aku setuju jangan di sini. Darahmu bakal mengotori lantai marmer!"
Yara mendongak hendak memaki orang yang bicara lancang padanya. Sumpah serapah terhenti di ujung lidah saat melihat siapa orang yang menghentikan aksi nekatnya.
"Ray / Rosa, " gumam mereka tidak percaya.
Yara dengan sekuat tenaga mendorong Ray menjauh. Dia mundur ke belakang tanpa mau dekat.
Thomas masih diam tanpa kata, jadi wanita yang mau bunuh diri itu gadisnya.
"Rosa ...."
"Berhenti di situ atau aku loncat!" gertak Yara.
"Rosa, aku mencarimu. Tolong maafkan aku, sungguh ___"
"Ku bilang berhenti. Jangan menyentuhku sialan ...! Gara-gara kamu aku hidup di neraka jahanam. Gara-gara kamu aku hidup dalam kubangan derita. Aku tidak ingin melihatmu!" raung Yara
Thomas menunduk dan dengan segara menangkap Yara saat wanita itu terlihat nyaris jatuh.
Yara memberontak dalam dekapan Ray.
"Jangan sentuh aku, bajingan ...! Hiks, kamu dalang dari kehancuranku. Aku sangat membencimu, lepas!" raung Yara sembari memukuli Thomas.
Thomas menahan sakit hatinya sehingga berusaha bertahan.
"Rosa, maaf. Aku bisa jelaskan semua ___"
"Berhenti, jangan bicara lagi!" teriak Yara. Hingga dia merasakan perutnya kram dan kepalanya berputar-putar tanpa henti, "jangan sentuh."
"Rosa!" panik Thomas melihat gadisnya pingsan. Dengan cepat dia menggendong Yara dan membawa ke rumah sakit.