Burning Passion In Love

Burning Passion In Love
BPIL - Killing!



"Apa mereka sudah di temukan?" tanya Dylan penasaran.



"Sudah, di depanmu!" sahut Zeferino santai.



Mata Dylan membulat sempurna mendengar perkataan bawahan-Nya.



"Apa maksudmu?"



"Dokumen itu ada di depan Anda dan Bos bisa membaca secara detail," kilah Zefer.



Dylan mendengus tidak suka mendengar perkataan Zefer yang terkesan tidak sopan.



"Kenapa masih di sini?" tanya Dylan sinis.



"Kill you," sahut Zefer polos.



Lagi-lagi Dylan tercengang mendengar perkataan orang itu.



"Apa maksudmu?" geram Dylan.



"Hanya bercanda, Bos. Aku punya informasi akurat tentang, Zeferino!" tegas Zeferino sedikit geli.



"Apa?"



"Ingin tahu banget, Bos? Bayar dulu!" savage Zeferino kalem.



"Kau ....!!!" marah Dylan.



"Do you want to kill me? Can't because I know where Zeferino and Rosalicia are!"



Zeferino sangat pandai menggertak dan mencari aman soal nyawa. Musuhnya tidak akan berani membunuh karena kunci ada padanya.



Zeferino duduk sembari bersedekap dada. Tidak peduli dengan tatapan Dylan yang sangat tajam.



"Katakan!"



"Nothing is free in this world!" kalem Zeferino.



"Bajingan, aku akan membunuhmu jika banyak permintaan!" raung Dylan.



"Hahaha, ingat ini Tuan Dylan semua tidak ada gratiskan. Bayar 20 juta dolar!" Zeferino langsung terkekeh.



"Bodoh, kamu memeras saya!" sungut Dylan.



"Ayo bunuh, dan saya tidak akan memberitahu semuanya!" cetus Zeferino.



Dylan mengambil kwintasi pembayaran dan dengan terpaksa menyerahkan pada Zeferino. Dia belum tahu siapa yang ada di hadapannya.



"Katakan!"



"Zeferino yang membunuh Mr Henrique dan merencanakan semua. Lalu Mr Zefer sedang ada di Albury. Soal Harta warisan Mr Zeferino telah melakukan sabotase!" papar Zeferino.



Dylan tercengang mendengar perkataan bawahan-Nya. Apa itu jujur?



"Apa maksudnya? Kenapa bisa tahu soal itu semua?" hardik Dylan.



"Karena aku, Zeferino!" savage Zeferino.



Dylan membeku mendengar jawaban Zeferino. Dia bergetar mengetahui siapa orang di depannya.



"Aku yang membunuh Ayahku, dan juga memaksa Ayah untuk menandatangani surat kuasa. Sekarang Zeferino ada di depanmu. Ayo bunuh jika ingin bunuh!" papar Zeferino kalem.



Dylan menekan tombol darurat guna meminta bantuan. Tapi 10 menit kemudian tidak ada yang datang.




"Tidak bisa di percaya, kamu sangat kejam bak iblis!" raung Dylan.



Zeferino tersenyum manis mendengar perkataan Dylan.



"Lalu kamu apa, Dylan? Kamu merencanakan tindakan kriminal dengan mengirim seseorang untuk membunuh Adikku, Thomas. Kalian melakukan sabotase atas kecelakaan Thomas dan dengan keji ingin membunuh diriku dan Yara. Hebat sekali, bukan. Ah, apa perlu aku katakan bahwa Ibuku mati karena rencana bejat Ibumu dan kalian!" terang Zeferino tenang namun sangat dingin.



Dylan bergetar menahan ketakutan luar biasa. Dengan cepat ia mengambil buku lalu melempar ke arah Zefer.



Zeferino tampak santai menghadapi puluhan buku mengarah padanya. Dan saat sebuah vas bunga dilempar ke arahnya, ia dengan cepat menendangnya.



Dylan mengarahkan pistol ke arah Zeferino namun sebelum senjata api itu meletup, Zefer terlebih dahulu menendang tangan Dylan.



Perkelahian tidak terlewatkan antara mereka. Memang dasarnya Zeferino ahli dalam bidang seni bela diri makanya dengan mudah menumbangkan Dylan.



Dylan tidak bisa gerak karena mendapat tehnik kuncian dari Zeferino.



"Nyawa di bayar nyawa, Dylan. Kamu pantas mati sekarang!" desis Zeferino. Tangannya bergerak mengambil pisau lipat dalam sakunya. Lalu, dengan kecepatan kilat pisau itu sudah menancap di tenggorokan Dylan.



Dylan tidak mampu mengeluarkan suara pasalnya pita suaranya hancur akibat Zeferino. Persis ikan itulah dia sekarang yang hanya bisa membuka dan menutup mulut. Air mata bercucuran deras karena menahan sakit.



"Kamu sangat berengsek dan tahukan kamu aku adalah Psychopath!" cetus Zeferino dingin. Dia menyobek pakaian Dylan menggunakan pisau dan karena tindakan itu Dylan berhasil lepas dan menendang perut Zeferino.



Zeferino terkekeh melihat Dylan bak mayat hidup. Lihat saudara tirinya mundur ketakutan melihatnya. Perlahan tapi pasti dia mengarahkan pistol ke arah Dylan dan dengan satu tembakan berhasil mengenai mata saudara tirinya.



"Hahaha, kamu sangat gila, Dylan dan aku lebih gila!" tawa iblis Zeferino menggelegar nyaring.



Dylan tidak sanggup merasakan sakit pada tubuhnya. Perlahan mata berpupil amber itu menutup namun kembali terbuka saat Zeferino menembak jantungnya. Semua selesai.



Zeferino mendekat ke arah Dylan tanpa ekskresi. Dia mengambil pisau tajamnya lalu bereksperimen melakukan operasi pada perut Dylan.



Tubuh Dylan sekarang sangat mengenaskan pasalnya perutnya terkoyak dan memperlihatkan isi perut. Dan Zeferino mencongkel mata kanan Dylan serta mengambil jantungnya.



Zeferino duduk anteng sembari memakan jantung korban. Suara renyah terdengar mengeringkan. Wajah tampannya sudah penuh darah begitu pun dengan tubuhnya.



"Sepertinya aku harus makan ini!" Zefer memasukkan mata Dylan ke mulutnya lalu mengunyah seperti makan ayam goreng.



Darah semakin berhambur sekarang dan Zeferino ingin darah. Ia menjilati tangannya yang penuh darah. Bau anyir ini begitu menggairahkan.



Drtt



Drtt



Drtt



Ponsel Dylan bergetar lalu Zeferino melihat nama Ibu tertara indah, tetapi tidak di angkat. Ide gila muncul sekarang. Ia ambil ponsel Dylan lalu mem video mayat tak berbentuk Dylan. Durasi 3 menit ia rekam dan tanpa perasaan mengirim ke Veronica.



"Bwahaha hahaha ... Fantastis!"



Kini giliran ponselnya yang berdering, Zeferino mengangkat panggilan dari Adiknya.



"Hello, Thom."



"Hello, Kak. Aku kangen ingin pulang."



"Pulanglah, pintu rumah terbuka lebar untukmu!"



"Hahaha, terima kasih, Kak. Aku akan segera pulang dan kakiku sudah membaik lalu bisa jalan normal walau sedikit pincang."



"Hn, aku tunggu!" panggilan terputus dan kini Zeferino tertawa iblis mendapat kepuasan.



Zeferino mengambil pistol dan pisaunya. Tidak dipungkiri kini jiwanya sangat bahagia usai membantai, Dylan.