
"Apa aku harus melakukan ini? Demi Tuhan, itu pasti menyakiti dirinya."
"Kamu harus bisa, Zefer."
"Akan aku usahakan! "
'Yara, mungkin kehidupan setelah ini tidak seindah angananmu,
***
Aku menatap berkas dengan saksama. Dada kiri berasa retak membaca deretan kata membuat hatiku pilu.
Bisakah aku melakukan ini?
Tolong, ini demi kebaikan kita dan mengertilah.
"Zefer," panggil Yara, spontan aku tutup dokumen itu dan menatap tajam dirinya.
"Bisakah kalau masuk ke ruang kerjaku ketuk pintu!" hardikku.
Yara terlihat menyesal dan meminta maaf dengan tulus.
"Ada apa?" tanyaku dingin.
"Aku, hanya mau memberikan minum. Dari tadi kamu tidak keluar makanya aku kesini buat kopi. Sekali lagi maaf," papar Yara atau dikenal Rosalicia.
"Taruh saja!" datar itulah aku.
Yara menaruh minuman di meja lalu berlalu begitu saja setelah mengatakan maaf.
Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini? Jika boleh jujur aku menyukai wanita yang menjadi Istriku walau kontrak.
Aku jadi ingat awal bertemu, tepat dua tahun yang lalu saat ia menari tiang. Tubuh molek serta tinggi semampai membuat bergairah. Namun, aku urungkan niat karena saat itu pekerjaan di dunia gelap membuat tidak bisa berkutik.
Tepat beberapa minggu lalu, aku kembali bertemu dan membeli dirinya. Si Madam Hera sungguh merepotkan. Nyaris aku membunuhnya jika tidak menyerahkan Rosalicia.
Madam Hera, menolak tegas tidak menjual Yara pada siapa pun. Hingga pada akhirnya aku gertak akan menghancurkan Usah serta membunuh orang yang ada di Night Club terkenal di Paris. Keh, mudah bukan.
Aku membayar 20 miliar U$ Dolar. Siapa peduli?
Yah, aku seorang triliuner, Hn, uangku mungkin hanya 100 triliun U$ Dolar. Bersih pendapatan diriku tanpa orang tua.
Ok, sombong sedikit tidak apa, kan?
Pekerjaan, halal, haram dan campuran.
Di perusahaan, aku memiliki perusahaan besar di bidang Ekonomi, Teknik, otomotif dan Fashion. Sedangkan bisnis gelap, mencakup perdagangan segala jenis narkoba, senjata dan menyediakan jasa orang untuk membunuh, merampok dan memorak-poranda musuh.
Kejam, itulah kami.
Kalian bisa menganggap aku Mafia, Psychopath dan Gangster. Asal kalian senang aku juga senang.
Misi utama, melindungi keluargaku tanpa pamrih? Namun nyatanya aku membunuh Ayahku sendiri.
Ha, demi menjaga harta Ayah, aku harus melibatkan Yara dalam masalahku. Seperti di awal, Ayah akan menyerahkan warisan jika aku sudah menikah. Sementara aku tidak pernah pacaran dan sejenisnya. Terpaksa menyewa orang untuk menikah kontrak.
Setelah harta warisan menjadi milikku maka semua kekayaan Ayah menjadi milikku. Namun, aku tidak menginginkan uang ini melainkan menjaga. Harta ini untuk Thomas Adikku.
Biarkan aku terlihat kejam demi melindungi mereka. Biarkan aku menjadi lelaki berengsek tak punya perasaan di depan namun di belakang biarkan aku melindungi.
***
Apa aku salah tadi? Kenapa Zefer terlihat sangat marah padaku? Aku merasa sakit saat dia membentak dan menatap begitu tajam ke arahku.
Demi apa, sekarang aku ingin merengkuh tubuh kekarnya sembari mengatakan maaf.
Apa dia ada masalah, sehingga berperilaku begitu?
Zefer adalah lelaki misterius yang sangat susah ditebak. Bahkan, aku tidak tahu sejatinya dia seperti apa?
Aku memasak untuk makan malam. Dan kurasakan seorang merengkuh tubuhku dari belakang. Telapak tangan Zeferino berada di dada kiri sedangkan tangan lainya ada di atas Miss V.
Dasar mesum kamu, Mr Zeferino!
"Tidak, lepas, Zefer."
"No, Yara," kekeh Zefer. Aku berbalik menghadap dirinya. Kukalungkan tangan di leher kokohnya. Sementara Zefer merengkuh pinggulku posesif.
"Zefer, aku mau masak," rengekku.
"Yara, aku mau kita makan di luar. Siapkan diri kita Dinner!" tegas Zeferino.
"Tapi ...."
"Ayolah, kita tidak pernah Dinner!" pinta Zeferino.
"Baiklah, aku ganti dulu. Sebentar aku minta Bibi untuk masak ini," final.
"Ok."
Usai merias diri dan memakai pakaian, aku berjalan menemui Suamiku. Dia tampak tampan menggunakan kemeja hitam polos serta celana jeans panjang hitam.
"Kamu serius pakai itu?" tanya Zeferino terlihat sekali tidak suka dengan dress yang kugunakan.
"Memang kenapa?" tanyaku pura-pura polos.
"Kamu lihat kakimu terekspos sempurna. Aku tidak suka," akunya sungguh membuat aku senang.
Aku melihat kakiku yang jenjang. Baiklah, aku salah.
"Tapi, ini tidak terlalu terbuka, Zefer," rengekku.
Zeferino mendengus mendengar rengekku. Sungguh dia sangat lucu.
"Zefer," memanggil dengan suara mendayu.
"Baiklah, ayo pergi!"
Aku dengan senang hati mengapit lengan kekar Suamiku sembari bersandar ria. Ini sangat romantis dan mendebarkan.
Aku tidak tahu dia membawaku ke mana, yang jelas ini restoran bintang lima yang sangat mewah. Kami Dinner di area luar. Tampak jelas gedung pencakar langit dengan kemilau bintang dan kolam renang. Lilin bertaburan membentuk simbol cinta. Serta alunan musik romantis terdengar syahdu.
Zefer mengulurkan tangan tentu aku terima dengan senang hati. Di bawah langit malam yang indah kami berdansa sembari menikmati kebersamaan.
Zefer mengecup keningku lama lalu kembali berdansa mengikuti alunan musik. Entah kenapa rasanya begitu bahagia.
Kami larut dalam Dinner romantis ini hingga tidak sadar situasi. Bibir kami saling memagut mesra dan merengkuh penuh makna.
Zeferino duduk manis di depanku. Dia memotong daging dengan lihai lalu menyuapiku begitu pun dengan ku. Kami sangat romantis malam ini.
Jemari panjangnya mengusap noda di bibirku. Wajahku merona melihat ia mengemut Ibu jari yang terkena noda tadi. Sungguh, ini begitu manis.
"Yara," panggil Zefer.
"Iya," sahutku.
"Jika aku meminta sedikit hal aneh, apa kamu mau menuruti?" tanyanya.
"Eh? Maksudnya?"
"Aku ingin tubuhmu. Mau menginap di hotel dan menghabiskan malam panas?"
Wajahku panas mendengar perkataan Zeferino. Ini begitu panas membuat aku kalang kabut.
Tangan kekarnya menggenggam tanganku sembari meremas pelan. Aku gugup sekali, sungguh Zefer itu membuat aku bergetar menahan cinta.
"Zefer," cicitku.
"Ada apa?"
"Aku mau," lirihku.
"Aku akan membuat malam ini menjadi malam indah tidak akan terlupakan!" tegasnya.