
Duniaku runtuh seketika mendengar obrolan mereka. Apa takdir buruk selalu menyertaiku?
Hatiku lebur tak berbentuk mengetahui fakta menyedihkan yaitu Zefer dan Ray adalah kakak Adik. Hati mana yang tidak sakit, jika cinta pertamamu menjualmu di klub malam dan menjadikan jalang. Ray adalah cinta pertamaku yang sangat ku benci karena dia tega menjualku.
Lalu Zeferino, orang yang sangat kucintai sering kali menyakiti. Pria penuh kejutan manis namun palsu.
Mereka melakukan konspirasi untuk menghancurkan diriku. Apa aku begitu hina sampai mereka tega melakukan ini?
Tidak, aku tidak mau hidup bersama Zefer. Aku sangat membenci mereka sampai tidak mampu berkata apa.
Sakit Tuhan, tolong aku.
Dengan kepergian diriku, tidak akan ada Zefer dan Ray.
Hiks, sakit sekali Tuhan.
Kenapa aku hanya tersenyum sebentar namun penderitaan silih berganti?
Apa duniaku hanya penuh penderitaan?
Aku tidak menyangka dua pria pernah singgah dalam hati ternyata adalah saudara kandung. Permainan apa ini?
Aku tidak sanggup hidup bersama pria iblis macam Zeferino.
Aku takut padanya, setiap ingat berita pembunuhan sadis teringat Zeferino. Aku tidak sudi punya Suami Psychopath, Monster tidak punya perasaan macam Zeferino.
Kenapa dia tega membunuh Ayah sendiri? Kenapa tega membunuh Dylan? Kenapa Tuhan engkau ciptakan manusia iblis macam dirinya?
Aku harus cepat sebelum Zefer datang. Dengan tekad kuat aku ingin pergi selamanya dari hidup Zefer.
Sekarang kebencian itu meledak untuk dua pria jahanam. Tidak ada ampun bagi mereka. Mereka iblis yang tega menyakitiku tanpa perasaan.
Zeferino, aku membencimu. Aku kecewa padamu ternyata selama ini mempermainkan hidupku.
Hebat sekali permainan ini. Kalian sukses menghancurkan hatiku. Tidak ada cinta hanya kebencian dan ketakutan yang ku rasa.
Aku ambil seluruh pakaianku lalu mengambil Ijazah serta semua kuperlukan. Dengan tangan bergetar aku hendak melepas cincin pernikahan kami. Klise memori suka cita hinggap membuat aku tidak kuasa melepasnya.
Aku ambil kalung pemberian Zefer saat pertama kali pergi Shopping. Aku lepas cincin ini dan kubuat bandul kalung.
Aku teringat saat kami bersama ....
Flashback On!
"Zefer, itu bagus sekali," riang Yara melihat kalung emas putih.
"Beli berlian saja, Sayangku," celetuk Zeferino.
"No, berlian terlalu mahal. Aku tahu kamu sangat kaya tapi jangan terlalu sombong. Aku ingin itu!"
Zeferino membelikan kalung sederhana yang diinginkan Yara. Dia memakaikan langsung kalung itu lalu mengecup kening Istrinya penuh sayang.
"Nah kamu cantik memakai kalung ini," puji Zeferino.
"Terima kasih, Zefer, aku suka sekali."
Zeferino tersenyum manis mendengar perkataan Yara. Ia mengecup pelipis Istrinya mesra.
"Apa pun untukmu, Istriku!"
Yara merona mendengar perkataan Zeferino.
"Aku sangat bahagia, Suamiku!"
Flashback Off!
Yara menangis mengingat kenangan indah itu. Dia membuka lemari kaca berisi brankas rahasia. Dia ingat Zeferino pernah memberikan pasword padanya.
Saat brankas terbuka alangkah terkejut saat melihat uang ratusan dolar tertumpuk sempurna. Saat menghitung ada 300 juta dolar uang kes.
Tubuhnya bergetar ketakutan harus bagaimana. Dengan sedikit keberanian akhirnya dia ambil 20 juta untuk menghidupi dirinya dan calon buah hati.
"Zefer, ini yang terakhir kali aku melihatmu. Tolong lepaskan aku dan jangan pernah hadir dalam hidupku. Aku sangat membencimu dan akan selalu begitu. Bagiku kalian sudah mati!"
Yara menangis tersedu mengiringi langkah kaki meninggalkan kamar. Ia melangkah ke ruang rahasia yang pernah Zeferino beritahu saat ada musuh maka jalan keluar lewat situ.
Yara sangat sedih mengingat kenangan indah bersama Zeferino. Hatinya hancur dan tubuhnya bergetar akan situasi ini.
Suami yang sangat dicintai ternyata seorang Psychopath menyeramkan. Mungkin Zeferino akan membunuh anaknya jika tahu ia hamil dan ada konflik. Yara tidak akan sanggup hidup dengan lelaki bajingan itu. Baginya hanya kebencian serta rasa takut tinggi melingkupi tubuh dan hati.
Yara tidak pernah menyangka takdir begitu mempermainkan dirinya. Dikala cinta pertama menghancurkan, ia berusaha bangkit. Lalu datang cinta terakhir yang selalu menyakiti namun juga selalu memberikan kejutan manis.
Dikala cintanya dengan Zefer hancur maka Yara tidak sanggup bertahan.
Dua pria yang sangat kejam menghancurkan hidupnya. Yara membenci mereka karena beranggapan mereka melakukan konspirasi menghancurkan dirinya.
"Good bye, Zefer."