Burning Passion In Love

Burning Passion In Love
BPIL - Explanation!



At Brasil, 09:30 AM!



Thomas menatap potret keluarganya dengan pandangan sendu. Di sana terlihat foto keluarga dia, Kakaknya serta kedua orang tua mereka.



Hatinya pilu mengingat semua, di saat Ayahnya meninggal Thomas tidak bisa pulang akibat kecelakaan mengakibatkan kakinya retak.



Air mata luruh begitu saja akan situasi ini, "Ayah, Ibu, Thom sangat merindukan kalian. Hidupku hanya ingin membahagiakan Kakak dan Rosa. Aku sangat sedih, Ibu saat gadis yang kulindungi hamil. Aku ingin menjelaskan bahwa aku menjualnya demi kebaikan dirinya. Tapi, sekarang harapan tinggal harapan saat Rosa hamil. Aku harus bagaimana?"



Thomas buru-buru menghapus air matanya saat pintu terbuka menampilkan sosok Ibu tiri. Dia menatap Veronica datar.



"Nak, hanya kamu harapan, ibu. Dylan meninggal mengenaskan, Nak. Tolong bantu Ibu mencari tahu siapa pembunuh, Kakakmu," terang Veronica seraya menangis pilu.



"Aku usahakan, memang Ibu punya petunjuk?" tanya Thomas.



Veronica menyerahkan ponsel dan memperlihatkan video mengerikan. Dia kembali menangis memilukan saat melihat Putranya terbunuh dengan keji.



Thomas merinding melihat sosok mengerikan Dylan. Wajah dan tubuhnya bersimpah darah. Mata hilang satu, perut terkoyak memperlihatkan isinya dan jantung hilang. Perutnya mual akan kengerian itu.



"Ibu, yang sabar," hibur Thomas.



Pemuda ini kebalikannya dari Zeferino yang sangat membenci Veronica. Sedangkan Thomas masih menghargai Veronica sebagai Ibu tiri.



"Siapa yang tega membantai Anakku, Thom? Hiks, ibu sangat sedih," tangis Veronica.



"Thomas akan minta bantuan Kak Zefer untuk mengetahui siapa dalang pembunuhan itu. Ibu yang sabar," hibur Thomas lagi.



"Hiks, terima kasih, Nak. Kamu Putraku yang baik."



***



At Melbourne, 02:30 PM!



"Vio," panggil Excel sedih.



Violet menangis histeris melihat Excel. Ia merasa sangat bersalah sekarang. Nasi sudah menjadi bubur dan tidak mungkin mengembalikan kebahagiaan.



"Vio, aku kecewa padamu. Tindakan itu sangat keterlaluan. Sebenci apa pun dengan Zefer, aku tidak akan tega melakukan cara keji itu. Ingat Vio, Zefer nyaris mati karenamu. Bahkan sudah mati 5 menit dan sekarang koma. Tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Kemarin kuterima informan kalau Zefer masih koma. Vio, nikmati jeruji besi untuk beberapa tahun setelah itu aku akan membebaskan dirimu!"



Setelah mengatakan itu Excel berlalu begitu saja meninggalkan Violet yang menangis histeris.



"Aku hanya ingin memiliki, Zefer dengan caraku sendiri. Aku salah tapi tidak ada maksud untuk membunuh dia, hiks. Maafkan aku, Zefer," tangis pilu Violet.



Hanya penyesalan karena otak cerdas berfungsi namun tidak memikirkan akibat dari perbuatannya.



***



At Canberra City, 06:30 PM!



Yara tersenyum bahagia pasalnya sang Suami sudah pulang ke rumah. Zeferino terlihat pulih lebih cepat dan sekarang mereka sedang asyik makan.



Zeferino menghapus noda kuah sang istri. Dia menarik tengkuk Yara pelan lalu menjilat bibir mungil wanitanya untuk membersihkan noda.



Yara merona diperlakukan begini oleh Zeferino. Jantung berasa maraton dan hati berbunga terang.




"Bohong," sangkal Yara dengan menunduk malu.



"Lihat mataku maka kamu akan menemukan kejujuran!" tegas Zeferino lalu membawa dagu Istrinya untuk melihat mata tajamnya.



Yara menatap lama mata Zeferino penuh makna dan benar adanya, di mata berpupil Green hanya ada cinta dan kejujuran.



"Zefer," gumam Yara sembari tersenyum teduh.



Mereka melanjutkan makan dengan keheningan. Sesekali mereka akan melempar senyum manis. Usai makan mereka berada di rumah kaca.



"Zefer, kenapa di sini?" tanya Yara penasaran.



"Aku ingin mengatakan masa lalu," jawab Zeferino.



Yara tersenyum mendengar jawaban Zeferino.



"Aku akan dengar," sahut Yara.



Zeferino menyandarkan kepalanya di kursi. Dia mengusap wajah lumayan kasar. Dengan menarik napas panjang lalu menghembuskan perlahan ia memulai semua.



"Dulu aku dan Excel adalah sahabat karib yang saling mendukung. Sedari SMA kami habiskan waktu bersama dan besar bersama, namun semua berubah saat masuk Universitas. Kami mengenal Violet lalu bersahabat. Kisah cinta segitiga terjadi...



... aku dan Violet semakin lengket sementara Excel perlahan jauh. 3 tahun kemudian, aku dan Vio tunangan. Dia menjadi model terkenal karena itu Vio tega melakukan aborsi tanpa sepengetahuanku. Singkat cerita, aku tahu setelah 3 bulan kemudian. Hatiku hancur pasalnya sebelum tahu orang yang kucintai hamil ternyata sudah tidak ada ...



... hatiku lebur namun tetap mempertahankan hubungan. 2 tahun kemudian hal bahagia tercinta pasalnya Vio hamil. Aku sangat bahagia wanita yang sangat kucintai akhirnya memberikan keturunan, namun semua itu palsu!" Zeferino menceritakan awal masa lalu. Ia menjeda sebentar dan kembali melanjutkan.



"Leon anak kami sudah berusia 2 tahun. Aku sangat bahagia, namun, hal menyakitkan terjadi saat tahu Vio dan Excel menjalin hubungan. Mereka mengkhianatiku tanpa perasaan. Aku berusaha bertahan dan berusaha menahan sakit hati ...



...dan inilah alasannya kenapa aku tidak mau punya keturunan serta anti dengan anak kecil ...



...dua anak Bibi dan Paman meninggal karena Leon. Waktu itu aku tidak sengaja melihat Leon mendorong si kembar ke tangga dan berakhir mereka meninggal. Aku menyembunyikan semua itu dari mereka agar Leon aman. Awalnya aku ingin berlari secepat mungkin menolong kedua sepupu kecil tetapi terlambat ...



...sangat sakit saat anak 2 tahun mampu membunuh mereka. Oleh sebab itu, Bibi mendapatkan gangguan jiwa dan Paman depresi berat. Rasanya sangat pilu akan penyesalan. Aku merasa bersalah sampai sekarang. Setiap melihat anak kecil aku terus teringat Leon yang membunuh si kembar.



Darah berhamburan dan kesadisan itu membelenggu. Aku trauma Yara, sangat trauma dengan anak kecil. Saat aku berusaha melindungi Leon hal menyakitkan terjadi saat ku ketahui fakta dia bukan anakku melainkan anak Excel.



Sakit sekali, Yara. Dua orang yang sangat kusayangi tega menusuk diriku dari belakang dan parahnya bermain api sangat keji. Hancur sekali saat semua kematian membelenggu ...



...Leon mati tepat di tangga. Mungkin karma telah membunuh anak Bibi dan Paman. Mereka kuhancurkan seperti menghancurkan diriku. Tidak ada darah namun hanya kehancuran. Perusahaan Excel aku basmi tanpa sisa serta karier Vio aku musnahkan. Mereka harus merasakan sakit yang kurasakan tapi itu tidak setimpal ...



...Anak kecil bagiku iblis karena aku tidak suka, benci akan selalu teringat mereka. Mungkin aku akan lega saat memberitahu Paman Antonio dan Bibi Linda perihal itu. Tapi, aku takut semua menjadi rumit ...



...aku tidak tahu harus bagaimana, Yara. Sungguh aku sangat membenci diriku sendiri tidak mampu berbuat apa-apa!"



Zeferino menjambak rambutnya kasar saat mengingat masa lalu kelamnya. Tumbuhnya mengigil saat rahasia besar terkuak. Hatinya lumayan lega. Tapi, air mata tidak sanggup di tahan.



Yara membekap mulutnya erat menahan isakan. Kisah Suaminya begitu menyesakkan. Pasti sangat berat menghadapi itu semua. Yara maju lalu merengkuh kepala Zeferino erat.



"Menangislah, Zefer. Aku di sini akan selalu mendukungmu," ujar Yara.



Zeferino merengkuh Yara erat sembari mengatakan maaf dan penyesalan. Tangis pilu akhirnya luruh mengingat dua keponakannya meninggal akibat Leon. Rasa penyesalan serta benci anak kecil terkuak akibat Bibi dan Pamannya depresi berat.