Arasya

Arasya
Part 9



"Eee besok pulang sekolah jalan yukk." Ucap gavin sambil mencairkan suasana kikuk


"Sumpah demi apa kita jalan bertiga yang ada gue jadi obat nyamuk." Ucap Tia ogah


"Yee yang bilang bertiga siapa haa...!!! Yaa sama teman teman gue jugak kali" ucap Gavin menoyor kepala Tia


" ya kan kiraiin cuma bertiga, yaudah deh gue mau"ucap Tia tak mau kalah


"Kalo lo Ra....???" Ucap gavin bertanya ke Ara karena sedari tadi ia hanya Diam


"Aku....." tanyanya Ara menunjuk dirinya dan di angguki oleh Gavin dan Tia


"Kalo aku kayaknya.......... nggak bisa deh kak, Ta" sambil melirik Gavin dan Tia


"Emang kenapa??? Tumben banget lo nggak mau diajak, biasanya lo nggak bisa beta deh di rumah, kok sekarang nggak bis.???


"Soalnya aku nggak tau besok kita ketemu atau enggak, karena aku udah nggak sekolah disini." Ucap Ara


"Maksudnya lo mau berhenti sekolah gitu..? Ucap Tia asal


"Nggak lah, bokap nyokap aku pindahi aku ke sekolah saudara aku." Penjelasan Ara


"Yaaa kok gitu si emang lo nggk bisa apa nolak gitu, trus kalo lo pindah gue sama siapa dong, gue kan udah nyaman sama lo." Ucap Tia keberatan


"Nggak bisa, keputusan bokap gue dah bulat nggak bisa di ubah bentuk lagi." Kata Ara sedikit melucu garng


"Ra kalo lo pindah jangan lupain gue ya, lo itu bepren terbaek gue Ra." Ucap Tia tak Rela yang diangguki oleh Ara


"Ra disana hati hati, banyak cowok mata keranjang, terus jangan cepet suka sama orang, terus jangan deket deket cowok yang lo nggak kenal, jangan terlalu baik sama orang nanti di kecewain solanya udah nggak ada aku yang bisa jagain kamu" Ucap Gavin


"Iya kak Gavin"


"Uuuuuu lo posesif tapi kayak Buciiiin " ucap Tia menoyor kepala gavin


●●●


Selang beberapa lama kemudian bel yang ditunggu tunggu pun berbunyi semua orang yang ada dikelas berhamburan keluar


"Ra pulang sama siapa???" Ucap Tia


"Sama pak bus " ucap Ara sambil nyengir, yang hanya diangguki oleh Tia


"Lo kenapa? Tumben tumbenan si nggak mercon


"Nggak papa kok, emang kak Gavin nggak ngantar lagi.??"


"Enggak, katanya dia ada Les, maklumlah dia kan udah lelas tiga" ucap Ara hanya dibalas gumam Tia


Sesampainya didepan gerbang sekolah Ara dan Tia berpisah karena Tia sudah di jemput dengan ayahnya, sebenarnya Tia ingin mengajak Ara Tapi Yaaa Ara menolak untuk diantar Tia.


Ara berjalan menuju halte sambil menatap beberapa kendaraan yang berlalu lalang


Tiba-tiba.......


Bruuuukkkk......


Seseorang pengendara motor yang terjatuh karena menghindari beberapa pejalan kaki yang ingin menyebrang.


Beberapa orang yang berada tidak jauh dari tempat kejadian tersebut berkerumung untuk membantu, Termasuk Ara.


Orang yang membantu pengendara tersebut membantu membukakan helmnya.


"Kak Ferooo...!!!" Kata Ara mengenal pengendara Tersebut


Pengendara tersebut mendongakkan kepalanya dan melihat Orang yang memanggilnya.


"Arasya???" Ucap Fero Ragu


"Neng kenal." Ucap salah satu orang yang menolong fero


"Iya pak dia sodara saya." Ucap Ara langsung tanpa pikir


"Yaudah di bantu ya neng, saya ada urusan." Ucap bapak tersebut


"Makasih pak." Ucap Ara dan orang yang menolong fero pun berlalu


Ara pun memapa fero dan membawanya kesebuah bangku panjang.


"Kak fero nggak papa..??" Ucap Ara


"Nggak papa kok ini cuma lecet dikit, bentar juga sembuh.makasi ya" Kata fero


"Iya,"


"Btw kita udah ketemu dua kali disaat gue lagi kena musibah ya." Kata fero


"Hehehe iya juga siii." Kata Ara membenarkan ucapan Fero


"Sekali lagi makasi ya." Ucap fero Tulus


"Iya sama-sama, btw Kok bisa jatuh gitu sii kak?" Tanya Ara kepo


" Tadi ngehindarin orang nyebrang, eh malang motor gue oleng gitu ya terus jatuh deh." Kata fero


"Ya makanya lain kali hati hati jangan ngebut, jalanan tu bukan punya kakak terus kan kasian motor sama orang Tua kakak. " kata Ara


"Lah kok malah orang Tua gue yang kasihan, seharusnya gue kan gue yang jatoh." Kata fero heran


"Yang bellin kak fero motor siapa??? Orang Tua kan?, berarti kasian orang Tuanya kalo motornya rusak, susah susah lo orang Tua kakak banting Tulang cuma sebuah motor yang Tega teganya kakak Rusakin." Kata Ara panjang lebar


"Hahahaha bawel lo " kata fero diselingi tawa sambil mengacak surai panjang Ara


"Eh gue hampir lupa lagi, gue boleh nggak minta whatsApp lu ??" Kata Fero


"Kok minta ke aku, kan di playstore ada ?" Ucap Ara Sok polos


"Maksudnya bukan itu, tapi... itu apa siii....itu loh....anu..." kata fero yang tiba-tiba gugup


"Iya iya aku tau kok kak, mana handphonenya.?" Ucap Ara sambil mengambil handphone yang di sodorkan Fero dan mengetik nomor whatsApp-nya


"Makasi, udah sore ni pulang yuk gue anter." Ucap fero kepada Ara


"Nggak usah deh kak, aku nunggu bus Aja." Tolak Ara halus


"Gue nggak terima penolakan, ayokk anggap aja balas budi gue karena lo udah nolongin gue." Kata fero sambil menarik Tangan Ara menuju motorn


ya


"Tapi nggak ngerepotin kan kak?" Kata Ara tidak Enak


"Enggak sama sekali kok." Kata fero yang sudah duduk manis Diatas motornya dan memakai helmnya.


Ara pun Naik keatas Motor fero


"Pegangan nanti jatuh, gue mau ngebut " kata fero


Ara pun memegang jaket belakang Fero agar tidak jatuh


"Kok pegangannya di jaket." Kata fero menggoda


"Kak jangan Modus deh, cepet jalan aja atau aku Turun lagi." Ucap Ara jengkel


"Iya iya becanda doang." Ucap fero lalu melajukan motornya mengikuti arah petunjuk Ara untuk sampai kerumahnya.


●●●●


Beberapa lama menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai, Ara pun Turun dari motor fero


"Kak makasi dah dianterin." Ucap Ara


"Iya sama sama, kalo gitu gue langsung pulang ya, bayy sampai ketemu lagi." Ucap fero lalu menancap gas motornya


Dan tanpa mereka ketahui Ternyata Ada orang yang melihatnya.


Ara pun memasuki rumahnya, dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamarnya.


"Hmmmm.... bagus....., pulang telat Terus dianter cowok, kemana aja kamu huhhh." Ucap Rani sedikit membentak


"Aku nggak kemana mana ma." Ucap Ara


"Jangan Bohong kamu, buktinya kamu pulang Telat terus dianterin cowok." Kata Rani tak mau percaya


"Tadi ada kecelakaan dikit ma jadi pulangnya lama." Kata Ara jujur


"Kalo kecelakaan Terus Luka kamu mana ???" Kata Rani , nggak bisa jawab ???


"Bukan aku yang kecelakaan, tapi orang lain jadi aku bantuin " kata Ara


"Pintar banget yah kamu ngelesnya, jangan sok baik kamu bantuin orang, pulang Telat dianterin cowok lagi mau jadi apa kamu, mau jadi ****** hah " bentak Rani sambil menampar pipi Ara


Sakit, pipi Ara memang sakit tapi lebih sakit saat kata ****** Terlontar di mulut mamanya.


Bayangkan saja orang Tua kita sendiri yang mengucapkan kata laknat dan dilontarkan kepada kita.


Ara pun berlari menaiki tangga untuk menuju kamarnya, tanpa memperdulikan kata kata apa yang di ucapkan mamanya.


Di Dalam kamarnya


"Sakit lagii....???? Iya aku sakit lagi...." monolog Ara


"Aku sakit melebihi orang sakit, Aku mati melebihi Orang mati, aku salah....???? Aku tak tahuu...." kata Ara sambil menangis


"Hiksss..... Hikssss..... hikss....... kenapa lagi.....,??" Tangis Ara


Ara pun mengambil sesuatu di laci nakas lalu bergegas kekamar Mandi.


Perlahan demi perlahan Ara mengiris sedikit demi sedikit kulit pergelangan tangannya Darah segar pun Mengalir tanpa henti, menetes di lantai kamar mandi.


Sakit memang sakit tapi Ara tak merasakan itu Semua yang hanya dia Rasakan Adalah sakit Hati.


Selang beberapa lama melakukan itu Ara pun mengambil beberapa lembar Tisu untuk membersihkan darah bekas goresan yang ada ditangannya, dan menyiram lantai kamar mandi dengan Air. Setelah Itu ia pun masuk kedalam kamarnya dan mengambil beberapa perban untuk mengobati lukanya.


"Gue Terlalu Bodoh, kalau memang mau mati kenapa harus diobati lagi, dassar Ara Bodoh" monolog Ara sendiri


Setelah mengobati lukanya Ara pun membaringkan dirinya dan tanpa menunggu lama Ara pun terlelap Menuju alam mimpinya.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa vote dan commen


Kritik dan saran sangat membantu