Arasya

Arasya
Part 10



Setiap Hari Waktu pun berjalan dengan semestinya, 3 jarum jam selalu berputar di Tempat, begitupun Bumi yang selalu berputar Pada Porosnya.


Seorang anak Manusia Yang masih Terlelap didalam Tidurnya menggeliat Terbangun, mengejapkan matanya menahan sinar Langsung dari matahari yang mulai Terbit dari ufuk Timur.


"Hoammmmm......." nguapan mengantuk di sertai kelelahan mengawali pagi seorang ARASYA


Ia berjalan lesuh memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, dan segera bersiap untuk melanjutkan aktivitasnya.


Biasanya Ara selalu bangun pagi-pagi untuk berangkat kesekolah, agar ia tidak bertemu dengan keluarganya, tapi pagi ini Ia sedikit bangun Terlambat dari kebiasaanya itu bukan Apa-apa katanya Buat Apa Bangun cepat yang biasanya hanya untuk menghindar tapi akhirnya ketemu juga.


Hari ini adalah hari pertama seorang ARASYA bersekolah, disekolah yang baru dan otomatis pasti Ia akan diantar Oleh Ayahnya. Dan itu salah satu Alasan kenapa ia bangun terlambat, kan nggak lucu kalo dia udah bangun pagi-pagi udah Rapi malah yang ditunggu masih ngorok.


"menunggu itu melelahkan kawan๐Ÿ˜Ž"


Ara menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan.


Meja makan masih dalam keadaan sepi hanya ada ART yang sibuk menyiapkan santapan pada pagi hari ini, berarti penghuni Rumah Tersebut masih bersiap-siap di singgah sananya.


"Hufffff.... kan udah sengaja bangun terlambat biar nggak nunggu ehhhh ujung ujungnya nunggu juga". Ucap Ara sedikit jengkel


Tak lama kemudian satu Persatu orang yang ditunggu datang lalumengambil duduk ditempat masing masing, tanpa Ada saling Tegur satu sama lain.


Sejujurnya Ara sangat kikuk dengan suasana ini, ia sangat Asing dengan orang orang yang ada didepannya ini walaupun mereka Adalah orang orang yang Setiap hari Ia Temui Tapi Ia tidak biasa dengan keadaan seperti ini, berkumpul dengan keluarga.


"Huh keluarga??, apakah mereka masi pantas dianggap keluarga, selama apa yang telah mereka lakukan..???" batin Ara


"Vin, Asa mana..??" Ucap Rani


"Kayaknya masi siap-siap ma" jawab kevin santai


"Kita tunggu Asa dulu ya." Kata Rani


Beberapa Detik kemudian.....


"Lama benner, tu Anak mau sekolah atau mau libura lama amat kan jadi jengkel" ucap Batin Ara


Tidak mungkin Ara mengungkapkannya langsung bisa bisa Ia jadi santapan orang Orang yang Ada didepannya ini.


Beberapa Lama menunggu........


"Hai... hai..... incess Asa datang...." ucap Asa sedikit Teriak


"Lama banget si lo, lo mau sekolah Atau mau kemana si...." ucap Kevin menegur


Kan tidak mungkin kalo Ara yang negur, bisa si tapi you know lahhh apa yang akan Terjadi selanjutnya.


"Santai napa lah kak, perasaan aku nggak lama-lama amat deh." Kata Asa


"Itu perasaan lo, soalnya bukan lo yang nunggu" kata kevin lagi


"Issssss...... Tap....." sebelum Asa bicara lagi Endra sang Ayah pun menengahi sedikit cekcok tadi.


"Udah udah jangan berantem, masi pagi ayok sarapan dulu." Kata Endra


"Hmmmm..., jadi kalo nggak pagi boleh berantem ya? Pantesan kalo siang aku jadi santapan singa lapar." Batin Ara berbicara ngaur


Mereka menyantap hidangan yang ada dengan nikmat, hanya dentingan sendok yang saling beradu.


"Yah hari ini aku bawa mobil ya, soalnya pulang sekolah Asa mau kr Toko buku sama teman teman" kata Asa


"Iya" balas Endra


"Ra.. hari ini kamu berangkat sama Ayah soalnya masi ada kelengkapan berkas kamu belu ayah kirim" lanjut Endra


"Aku berangkat sendiri aja ya yah, berkasnya biar Ara yang Bawa." Kata Ara


"Nggak berkas ini harus Ayah Yang kasi, sekalian ketemu sama kepala sekolah." Ucap Endra lagi


"Yaudah ketemu disekolah aja yah, aku berangkatnya sendiri." Kata Ara merayu


"Nggak, keputusan Ayah tetap kamu bareng Ayah" final Endra


"Tapi yah Ar........"


"Nurut aja Apa susahnya si, kamu jadi anak kok pembangkang sekali, sekali kali nurut boleh kan?." Tegur Rani dengan emosi


"Iya" ucap Ara pelan sedikit lagi cairan bening Akan lolos dari pelupuk matanya Tetapi Ia berusaha Agar tidak menitikan cairan Tersebut.


"Jangan nangis Ra, kamu kok cengeng baru dibentak gitu Aja nangis, strong girl" ucap batin Ara menguatkan diri sendir.


"Udah udah sekarang kita berangkat, dan kalian Asa kevin hati-hati dijalan jangan ngebut ngebut" ucap Endra


"Iya, yah, Ma kita pamit dulu." Ucap kevin dan berlalu meninggalkan Ruangan Tersebut


"Yaudah aku pergi dulu." Pamit Endra pada istrinya


"Ayo Ra..." lanjutnya memanggil Ara dan berlalu


Ara pun berjalan menunduk di belakang Ayahnya keluar pintu utama, dan memasuki mobil ayahnya yang sudah Terparkir Rapi didepannya.


Selama perjalanan hanya keheningan yang melingkupi di Dalam mobil, Ara mengalihkan pandangannya ke jendela mobil memandang keramaian jalanan ibu kota yang diisi oleh orang-orang berjas, bermobil mewah, orang orang biasa, dan beberapa orang yang memakai seragam sepertinya.


Beberapa lama diperjalanan Akhirnya Ia pun Sampai di tempat Tujuan.


Ara keluar dari mobil dan memandang bangunan Tinggi di depannya, dan berjalan mengikuti Ayahnya.


"Sekolah Baru, suasana Baru, teman Baru tapi Hidup yang sama" ucap Ara dalam Hati


RUANGAN KEPALA SEKOLAH


Tok tok tok


Ketukan pintu dari luar membuat orang yang didalam Ruangan tersebut memberikan Tanda untuk masuk.


Ara dan Ayahnya pun masuk kedalam Ruangan kepala sekolah


"Selamat Pagi pak Roki" ucap Endra sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman


"Mungkin pak Roki sudah Tahu maksud kedatangan saya kesini, mengantar anak saya, dan ini sebagai kelengkapan berkas yang di minta" Ucap Endra sambil menyerahkan beberapa berkas yang dibawanya tadi


"Iya pak, apakah dia anaknya??? Arasya Dharmendra" Kata pak Roki dan di iyakan oleh Endra


"Kalo begitu silahkan Ara untuk menandatangani beberapa keterangan disini." Kata pak Roki


Arapun menandatangani beberapa berkas yang di berikan tadi.


"Bu Ratna, tolong keruangan saya" ucap pak Roki memanggil salah satu guru di sekolah tersebut


Bu Ratna pun datang


"Ara ini Bu Ratna yang sekarang Akan menjadi Wali kelas kamu di kelas XI IPA 2" ucap pak Roki


"Iya pak makasih" ucap Ara


"Kalo begitu terima kasih pak Atas bantuannya telah menerima Anak saya, kalo begitu saya pamit." Ucap Endra menjabat tangan Pak Roki


"Iya sama sama" balas pak Roki.


โ—โ—โ—โ—


Ara dan Bu Ratna pun berjalan menuju kelas XI IPA 2 , sambil sedikit bercengkrama.


"Wey wey ada anak baru ya??"


"Weee benning benner"


"Siapa Tu.."


"Anak baru"


"Cantik yaaa..."


"Weee santapan baru ini"


"Cantikan juga gue"


"So beautiful"


"Nggak cantik-cantik amat kok"


Pujian bahkan cibiran yang didapat Ara saat berjalan di koridor sekolah bersama Bu Ratna, sekarang masih banyak anak yang di luar kelas wajar saja karna bel baru saja berbunyi.


"Hey hey kalian jangan tinggal gosip, masuk kelas gih kalian nggak denger bel udah bunyi, masuk gih" tegur Bu ratna kepada beberapa siswa yang masi ada di koridor


"Iya bu " ucap mereka


โ€ขโ€ขโ€ข


XI IPA 2


"Woyy Bu Ratna datang"


Teriak seseorang dari kelas tersebut saat melihat wali kelasnya Datang


"Weee siapa tu...???"


"Paling Anak baru"


Bisikan demi bisikan menggema di Ruangan Tersebut saat Ara dan Bu Ratna memasuki kelas Tersebut


"Anak-anak sekarang kita kedatangan siswa baru, ayo nak perkenalkan diri mu." Suruh Bu Ratna Pada Ara


"Perkenalkan nama Saya Arasya D. Saya pindahan dari SMA Garuda, senang berkenalan dengan kalian." Kata Ara


"Baik Ara kamu bisa Duduk di belakang, di bangku yang kosong." ucap Bu Ratna


"Iya Bu.


Ara pun berjalan ke bangku belakang yang ditunjuk Bu Ratna Tadi.


"Yasudah sambil menunggu guru yang mengajar, kalian jangan berkeliaran ibu akan mengajar di kelas lain, ingat jangan berkeliaran. Tegas Bu Ratna


"Siaaaapppp Buuuuu........" ucap mereka serempak.


"Haiii, kenalin nama aku Anastasya Demitri, panggil aja Anna." Ucap Anna ingin berkenalan dengan Ara


"Arasya," jawab Ara singkat


"Aku Anggika Fathia, panggil aja anggi." Ucap orang yang disebelah Anna


"Arasya," ucap Ara singkat disertai sedikit senyum


Disela perkenalan serta cakap cakap antara Ara, Anna dan Anggi tiba-tiba....


BRUUUKKK......


Dobrakan pintu dengan keras membuat Orang orang yang Ada di Ruangan Tersebut terlonjak kaget, menatap Orang itu dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Woyyy...........


To be continue.........


โ—โ—โ—โ—


Hai hai haii.... ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


Yok Tinjek๐Ÿ‘ฃ


Jangan lupa vote๐ŸŒŸ dan commen๐Ÿ“ฉ


Yok koreksi