Arasya

Arasya
cemburu



sore hari nya arash langsung melajukan motor nya ke arah kediaman arash


saat makan siang tadi, dirinya menyempatkan untuk membuka ponsel nya, niat hati ingin menghubungi kekasih nya, namun arash di buat terkejut dengan adanya satu pesan foto kekasih nya dari nomor asing


dengan gemuruh di hati nya yang begitu panas, arash menahan rasa cemburu itu di dada nya sedari siang


sebuah foto dimana asya yang seperti tengah di hukum berbaris dengan seorang cowok, namun yang membuat arash begitu panas adalah saat asya seperti terkekeh dan cowok di samping nya melihat asya dengan kagum


tok tok tok


dengan tidak sabar arash mengetuk pintu rumah asya, di sore hari di rumah asya memang sunyi meskipun bang Kendra dan Anisa telah menikah


sore hari kak anisa selalu membantu suaminya di cafe, karena mulai dari sore hari ke malam hari pengunjung selalu mulai banyak


"siapa sih?" gumam asya dengan mata tertutup nya


asya yang tengah ketiduran di depan televisi pun jadi terbangun akibat ketukan pintu yang tak sabaran, bahkan seperti gedoran


ceklek


laki laki tampan yang masih dengan pakaian kantoran itu langsung menerobos saat pintunya sudah terbuka


"atau- mmmpthh"


belum sempat asya berbicara, namun arash langsung mencium asya dengan ganas nya, bahkan dengan kaki nya arash menutup pintu dan membawa asya ke balik pintu


asya yang kaget dengan serangan tiba tiba dari kekasih nya hanya pasrah dengan apa yang di lakukan arash


"akhhh arash" desah asya yang lolos saat arash menjilati leher jenjang asya


arash tersadar dimana mereka berada, rumah asya pasti ada cctv nya, arash bisa habis di tangan bang Kendra jika ketauan mencium adik nya ini


"maaf sayang, kelepasan" kata arash dengan menatap mata asya


asya melihat ketakutan di mata arash, entah apa yang terjadi pada kekasih nya itu yang membuat sekarang arash begitu ketakutan di hadapan nya


"are you okay? tanya asya


"no baby" jawab arash cepat


"why" tanya asya


"you" jawab singkat arash yang membuat asya bingung


asya mengatakan lebih baik di bicarakan dengan santai, karena menurut asya hubungan itu harus di landasi dengan komunikasi dengan benar


dan di sini asya dan arash sekarang, di danau buatan yang di pilih asya, suasana yang cocok untuk mereka berkomunikasi dengan benar


"kenapa?" tanya asya yang sedari tadi melihat wajah tak bersahabat nya arash


"aku dapat ini" kata arash menyerahkan ponsel nya pada asya


asya tercengang melihat apa yang di tunjukan arash, foto dirinya dan seorang cowok di lapangan yang tengah di hukum, namun yang membuat asya kaget bukan lah tentang foto nya


dari dua hari ini, selalu ada orang yang niat untuk menghancurkan hubungan nya, dan itu pasti anak sekolah


karena mereka sama sama mengambil foto saat asya dan arash di sekolah


asya tercengang dengan penuturan cowok di depan nya, dia cemburu hanya karena asya di tatap kagum oleh laki laki lain? padahal sudah sangat jelas dengan tangan asya menghormat itu sudah di pastikan asya dan cowok itu tengah di hukum


"tadi aku telat sayang, dan aku di hukum bareng dengan yang lain, bahkan di samping aku sebelah kiri juga ada banyak orang" kata asya mengelus tangan arash


asya mencoba dengan lembut menjelaskan apa masalah nya, dia tau dengan sikap manja kekasih nya itu


"tapi aku tetap cemburu sayang" rengek arash


kalo gini gimana yang harus asya perbuat? dari setiap kata yang di lontarkan asya arash tetap merasa cemburu


"tapi aku sayang nya sama kamu" kata asya mengecup bibir arash singkat


hanya dengan itu usaha asya terakhir untuk membuat kekasih nya itu berhenti merajuk


dan terbukti dengan arash yang tersenyum setelah asya mengecup bibir nya


"hanya kamu yang ada di hati ku, dan bahkan dari banyak nya teman laki laki hanya kamu yang membuat aku berkali kali jatuh cinta" kata asya lagi


panas, arash merasa pipi nya begitu panas di gombali asya begitu, bahkan kini dirinya malah terlihat salting di depan kekasih nya


"anjir malu banget gue" kata arash di dalam hati namun tidak bisa di pungkiri hati nya merasa sangat senang dengan terlihat nya senyum arash yang sempurna


"kamu baru pulang dari acara kantor langsung ke sini?" tanya asya mengalihkan pembicaraan


"iya sayang, dari tadi siang gak tahan pengen langsung ketemu kamu setelah dapat kiriman foto itu" jawab arash jujur


"kamu gak cape? kita pulang aja yuk? kamu belum istirahat" kata asya mengelus pipi arash


arash di buat terlena dengan sikap asya kali ini, bahkan kali ini tangan asya di tahan di pipi nya dengan memejamkan matanya, arash menikmati sentuhan yang asya berikan


sedangkan asya tak menyangka dengan dirinya, "gila.. gak sia sia gue belajar dari drama korea buat luluhin cowok yang tengah marah" kata asya dalam hati terkikik


asya justru geli sendiri dengan tingkah nya, namun dia juga bahagia saat arash menerima sentuhan nya


ekhem


asya berdehem sebentar untuk menetralkan perasaan nya terlebih dahulu, sedangkan arash hanya tersenyum menatap asya


"sayang dengerin aku" pinta asya yang membuat arash langsung serius menatap nya


"dari kemarin ada saja orang yang mencoba merusak hubungan kita, kita gak tau siapa orang di balik ini semua, namun aku minta sama kamu" jeda asya membuat arash langsung menatap nya intens


"kamu jangan mudah terpancing, aku gak mungkin untuk menduakan kamu apalagi ninggalin kamu, percayalah" kata asya dengan menatap arash dalam


asya sangat tau kekasih nya itu sangat pencemburu, padahal asya selalu menyakinkan nya, namun berapa kali pun arash selalu merasa ketakutan untuk kehilangan nya


"beberapa bulan lagi kita terpisah sayang, aku hanya ingin hanya aku yang ada di hati mu sekarang dan sampai nanti, bahkan aku udah siapkan orang orang untuk menjaga kamu selama aku jauh dari mu" jawab arash


"tapi dengan cara kamu berlebihan seperti ini bisa di manfaatkan orang untuk menghancurkan orang lain" kata asya


"aku akan selalu berusaha untuk mendengar kan penjelasan mu, percayalah" kata arash tak mau kalah


asya hanya mendengus dengan sikap arash yang tak mau kalah, dia bukan nya tak senang dengan sikap pencemburu kekasih nya itu, namun baru dapat foto begini saja arash sudah kalang kabut, gimana nanti saat arash jauh dari nya? masalah pasti ada aja, dan asya mau arash belajar dengan tenang di sana