Arasya

Arasya
main mata



hari ini, hari terakhir penentuan pemenang bagi tim basket, kelas asya masuk ke final melawan kelas seni


sesuai dengan janjinya, kali ini asya menonton untuk mengsuport tim basket nya, tidak lupa minuman yang dia bawa khusus untuk teman sekelas nya, sebagai ketua kelas yang solid asya tak ragu selalu mengeluarkan uang nya demi teman nya


"guys, gue harap hati hati ya! kok jadi gue yang ngilu" kata asya menggaruk kepala nya saat melihat tim lawan dengan postur yang tegap


"santai sya, kalian beri kami semangat aja" kata Azka kepada teman teman nya


"tenang, gue pimpin untuk bersorak memberi semangat untuk kalian" kata Rio dengan membawa entah apa nama nya untuk memeriahkan tim nya


sedari tadi arash memperhatikan asya, bahkan gerak gerik asya tak luput dari pandangan nya, begitupun asya sesekali melirik arash sekilas, tak berani bertatap lama dengan mata arash


"ayo guys" ajak Azka sebagai kapten tim basket nya


sorak sorak kembali ramai saat pertandingan di mulai, bahkan kali ini para suporter sangat bersemangat untuk menyemangati tim nya


baru kali ini asya merasakan menonton pertandingan secara benar dan menjiwai, jika biasanya asya hanya akan fokus ke hape atau menggosip kalo menonton pertandingan, beda dengan kali ini ia benar benar sangat merasakan sesuatu yang berbeda


"anjir... kok gue kaya gini ya, takut takut cemas" kata asya pada teman teman nya


"itu nama nya nonton dengan perasaan sya" kata Rio


bola dari tim lawan bisa di patahkan langsung oleh arash, sontak suporter sangat berteriak senang dengan aksi arash sampai


suuttt


dengan indah nya bola bisa masuk ring dengan tripel points yang di sumbang arash, arash melirik asya setelah aksi nya tadi, menyunggingkan senyum yang sangat tipis


bola kembali di bawa tim lawan, dan lagi lagi dapat di patahkan langsung oleh arash yang langsung di oper ke arah Azka, tak lupa arash melirik asya setelah melakukan aksi nya


poin semakin bertambah, meninggalkan tim lawan jauh dari tim kelas IPA 2


babak kedua mulai dengan arash yang di kawal dengan beberapa dari tim lawan, pergerakan arash di hadang oleh 2 orang dari tim lawan, arash tak leluasa tapi Azka berusaha untuk memberi poin pada tim nya


asya dan yang lain nya langsung resah saat tim sudah kacau pergerakan nya, apalagi tim lawan sudah beberapa kali menambah poin


arash melirik asya dalam kesulitan pergerakan nya, berharap mendapatkan solusi untuk tim nya kali ini


"arash semangat" teriak asya


dan di susul dengan sorakan dari yang lain, saling menyebutkan nama dari tim basket nya


serasa mendapatkan kesegaran, arash mengecoh lawan dengan strategi nya


sorak sorak menggema saat arash berlari ke arah depan dengan cepat saat lawan nya lengah


arash langsung melirik asya saat setelah memasukan bola ke ring, di bales senyuman oleh asya, interaksi di lihat oleh Rio dan teman teman cowo nya


dengan seringai nya Rio malah bernyanyi bersama teman teman nya sambil mukul mukul benda yang di bawa nya


Lirikan matamu menarik hati


Oh, senyumanmu manis sekali


Sehingga membuat aku tergoda


ouh, arasya manis sekali


nyanyian suporter dari kelas IPA 2 menggema di lapangan, bahkan teriakan suporter lainnya nyaris tak terdengar


berulang kali suporter kelas IPA 2 bernyanyi dengan lirik yang sama, sampai sampai asya hanya tersenyum dengan tingkah mereka,


tim basket pun tersenyum dengan tingkah mereka yang sedang meledek arash dan asya, tapi mereka tetap semangat


arash tak berhenti melirik asya walaupun sudah di ejek suporter nya sendiri, setiap ada kesempatan atau bahkan sesudah mencetak poin, arash sempatkan untuk melirik asya


euforia kemenangan bagi IPA 2, membuat asya senang sekaligus bangga untuk pertama kalinya


"kalian the best" kata asya kepada tim basket yang sedang beristirahat


tak ada jawaban dari mereka hanya dengan anggukan kepala yang mereka jawab


"gila.. seneng juga ya nonton basket" kata vio yang bergumam


"nonton nya drama Mulu sih Lo, jadi gak tau kan nonton basket itu se seru ini" celetuk Ucup dan di angguki oleh yang lain


"OMG... Arashhh" teriak Sasa melengking saat melihat arash mengelap keringat di wajah nya dengan baju yang di kenakan nya, membuat perut kotak kotak nya terlihat


para gadis yang ada di sana bahkan melotot kan mata nya, mengagumi perut arash


"astaga arash" kesel asya menghampirinya "Lo jorok banget sih, nih pake Anduk" kata asya mengelap wajah arash dengan cemberut


arash hanya diam saat asya mengelap wajah nya,meskipun dengan sedikit kasar bahkan dia malah memandang asya dari jarak dekat


"cieeee mamah" ejek mereka kompak


asya tersadar dari yang di lakukan nya, langsung memberikan handuk nya kepada arash


"lap sendiri rash" kata asya salting


arash justru tersenyum tipis dengan tingkah asya yang menurut nya sangat menggemaskan


"em.. guys,, sebagai reward nya kalian gue telaktir di kantin sekarang" kata asya memalingkan wajah nya dari arash


sontak perkataan asya di sambut baik oleh mereka, bahkan dengan tanpa malunya mereka malah berjoget joget ria


dengan jalan beriringan, mereka berbondong bondong memasuki kantin, asya hanya tersenyum dengan tingkah mereka, suasana yang baru di temui nya setelah menjabat menjadi ketua kelas


asya sengaja duduk agak jauh dari arash, tapi sejauh asya berada arash akan selalu tetap memperhatikan nya


"sya" sapa Bagas menghampiri meja asya


"ya kenapa?" bukan asya yang menjawab melainkan Ririn dengan nada judes nya yang langsung di sikut oleh asya karena tak enak


Azka yang melihat asya di datangi Bagas, langsung berdiri menghampiri asya, begitu pun dengan Rio juga menghampiri asya


sontak mereka menjadi pusat perhatian terlebih ada ketua OSIS nya di sana


"sabar ka" kata asya sebelum Azka berbicara terlebih dahulu


"sabar guys..." kata Bagas menenangkan mereka yang kini malah berdiri menghadang Bagas


"gue kesini cuma mau ngasih selamat sama asya, karena kelas kalian menang dalam perlombaan basket" terang Bagas


"udah kan, sekarang mau apa lagi?" tanya Azka yang masih punya rasa dendam pada ketua OSIS yang brengsek menurut nya


"ka, tahan emosi Lo" tahan asya pada Azka


"tenang ka, gue bukan ganggu asya, apalagi kalian punya bukti brengsek nya gue, setelah obrolan kita dulu gue udah gak pernah ganggu kalian kan, sampe gue mohon video itu Lo gak sebarkan " jelas Bagas lagi


"terus mau apa lagi" kata Rio yang sudah tak sabaran


"gue cuma mau minta maaf, dan soal bela yang ganggu asya meskipun itu ada kaitan nya sama gue, tapi gue gak pernah nyuruh buat ganggu kelas kalian" kata Bagas lagi


"gas, gue tau itu semua, kita semua memaafkan Lo kok, gak ada lagi perang dingin atau panas antar kelas meskipun dengan kelas lain gas, kita damai hari ini" kata asya sebelum Azka mengeluarkan emosinya


"thank ya guys, so... have fun .. gue cabut" pamit Bagas yang di angguki oleh asya saja