Arasya

Arasya
buah dari keegoisan



arash menghela nafas nya setelah Agam dan dirinya di gelandang ke ruang BK, dengan kekuasaan yang papa nya punya, arash membereskan masalahnya, bahkan Agam tidak terkena skorsing sama sekali dan langsung mendapatkan perawatan intensif


dan kini di rumah sakit Agam masih bungkam setelah penjelasan dari papa nya arash, dan juga permohonan maaf nya


saat SMP arash yang pendiam saat itu di ajak main bersama Alfa dan Agam, dan saat dengan mereka arash merasa ingin menikmati hidup nya


untuk pertama kali nya arash membantah perintah papanya, dan saat itu papa nya langsung tau alasan arash membantah perintahnya


di sore hari itu Agam dan Alfa dapat peringatan keras dari papanya arash dan esok nya, Alfa di kabarkan meninggal dunia karena kecelakaan


di saat itu Agam membenci arash dan menyalahkan karena arash, Alfa meninggal dunia


"kalo Lo merasa itu salah gue, gue minta maaf, gue juga gak mau kehilangan Alfa" kata arash memulai pembicaraan


"terus kenapa Lo sampai menghindar dari gue saat itu?" tanya Agam dengan mata yang menatap langit langit


"gue berpikir itu ulah bokap gue, dan gue gak mau Lo menjadi inceran bokap gue selanjutnya" kata arash menunduk


"Lo tau rash, gue juga merasa bersalah atas kematian Alfa" teriak Agam membuat arash langsung mendekatinya


"saat itu rem motor yang di pakai Alfa memang blong, saat Alfa ijin pulang, gue malah mengejek nya" sesal Agam dengan menitikan air


"sudahlah gam, lebih baik sekarang kita doakan Alfa, tidak ada yang salah di sini, semuanya murni kecelakaan" kata arash menenangkan Agam


"terus kenapa jadi asya, karena orang pertama yang membuat Lo berubah, kenapa bukan gue rash, gue teman Lo yang pertama bersama Alfa, bukan asya" teriak Agam mencurahkan kekesalan nya selama ini pada arash


"gak lebih baik Lo istirahat terlebih dahulu, kita bicarakan nanti" kata arash melihat emosi agam


sedangkan asya yang di bawa vino ke rumah nya, sudah merasa baikan, bahkan kini asya malah melihat drama suami takut istri


dimana papanya arash sedang kena omel mama nya vino setelah mendengarkan penjelasan dari papanya arash


"aduh sakit yu, kan aku sudah minta maaf, sama pacarnya arash pun sudah minta maaf" kata papa arash mengiba


"maaf terus.. lihatkan, akibat ulah mu, orang orang terdekat arash yang kena masalah" kesal mama ayu memukul kepala papa Hendra


hal itu sontak membuat vino dan asya cekikikan, apalagi asya, sebelum ketemu mama ayu, papa Hendra yang angkuh dan arogan tapi kini berubah menjadi kucing manja di hadapan mama ayu


"mereka memang cocok ya" bisik asya pada vino


"gak nyangka nyokap gue galak juga" balas vino berbisik


"nak asya, om bener bener minta maaf nya, om baru sadar sekarang" ucap papa Hendra


"om udah ke berapa kali minta maaf, tenang lah om, asya bukan orang pendendam" kata asya santai


"tak salah kalau arash sampai menyukai mu nak" jawab pak Hendra tersenyum


"sebaiknya asya istirahat saja dulu, ajak ke kamar vino aja Vin" titah mama ayu


"iya sya, gue langsung ke rumah sakit aja, temenin arash" timpal vino


tanpa menunggu jawaban dari asya, dengan sigap vino langsung menyuruh asya mengikutinya


"hati hati Vin, calon pacar kakak mu" ledek papa Hendra


dengan ragu asya membaringkan tubuhnya di kasur milik vino, baru pertama kali ini asya bertamu malah sampai suruh istirahat, untuk menolak pun asya tak berani menentang mama ayu


sedangkan kedua paruh baya itu, seperti abege kembali yang sedang kasmaran, malu malu kucing


jodoh memang tak pernah salah pikir papa Hendra, mama ayu yang dulu khianati kini menerima kembali cintanya


andai dulu dia bisa percaya pada perempuan di hadapannya, mungkin dia tak akan membuat menekan arash selama ini, tapi itu lah takdir


"mas, selesaikan urusan arash, kasian dia menjadi korban atas keegoisan mu mas, dari waktu, perhatian bahkan sampai teman nya pun mas sudah hancurkan, biarkan kali ini dia bahagia mas" pinta mama ayu yang mengiba atas penderita an arash


"hufft" terdengar helaan nafas panjang dari mulut papa hendra, menandakan dia tengah menyesali sedalam nya


"yang ku pikir saat dulu, arash harus menjadi penerus perusahaan Wilmar, oleh karena itu otak dan fisik nya harus kuat, terbukti sekarang dia selalu juara umum dan pandai bela diri, tapi hati nya hanya separo, beruntung nya bunda Mirna, bubda nya Khanza dan arash itu selalu diam diam menemui nya dan memberikan pengaruh positif" jelas papa Hendra


"sudah tutup masalah dahulu mas, untuk saat ini mas perbaiki hubungan sama arash dan juga bunda nya arash, kita bisa menjadi keluarga mas" kata mama ayu


terlihat di mata papa Hendra sangat menyesali perbuatan nya dahulu, sampai sampai kasus sekarang yang menimpali arash adalah hasil perbuatan nya dulu


papa Hendra mengingat saat dulu dia mengancam anak SMP yang baru ulang sekolah


"sudah lah mas, semua sudah di luruskan, tinggal kitanya yang membuktikan atas perubahan kita mas" nasihat mama ayu yang tak tega melihat papa Hendra melamun tak bersemangat


"aku akan ke rumah sakit dulu sayang, kamu di rumah hati hati, kalo mantan kamu ada ke sini lagi, langsung hubungi aku, aku akan menyuruh anak buah ku untuk berjaga di rumah ini" kata papa Hendra


mama ayu hanya berdiam sambil menghela nafas, mau di larang juga pasti papa Hendra langsung menyuruh anak buah nya


"bawa makanan mas, untuk arash dan teman nya itu" kata mama ayu "sebentar" lanjutnya


di rumah sakit arash dan Agam sudah bisa mengobrol dengan kepala dingin, meskipun Agam terlihat masih menjaga jarak


selama ini Agam menganggap semua kecelakaan yang menimpa Alfa itu terjadi atas kesengajaan


begitupun dengan arash yang mengira kalo untuk menjauhi Agam supaya selamat dari ancaman papa nya


sama sama bodoh dan sama sama mudah sekali di tekan, apalagi saat itu mereka baru anak SMP


rasanya Agam ingin mengubur dirinya hidup hidup, setelah mendengar penjelasan dari papa nya arash


ceklek


pintu ruangan terbuka dengan datang nya vino dengan keresek di tangan nya


"asya gimana Vin?" tanya arash langsung setelah vino masuk


"baru juga gue masuk rash, tanya apa ke dulu, udah makan misalnya" kesal vino


"gimana Vin?" tanya arash tak sabaran


"baik rash, ada bunda yang jagain, eh Lo gimana kabarnya, sorry tadi gue reflek mukulin Lo" kata vino basa basi


"gak masalah" jawab Agam