
perasaan asya kali ini sedang berbunga bunga, dengan jadian nya bersama arash, membuat senyum nya tak henti untuk tersenyum
"untung guru belum masuk" omel Rio pada dua sejoli yang kini memasuki kelas
arash dan asya tak menggubris Omelan Rio, dan malah melenggang pergi ke kursinya
"mau nyebrang bos?" kata Azka lantang setelah melihat tangan asya dan arash berpegangan
sontak teman sekelas nya langsung meneriaki asya dan arash
bukan nya di lepas, arash malah semakin mempererat genggaman nya
"dih bucin" cibir bian
"malu rash" bisik asya tapi tak kunjung arash melepaskan genggaman nya
"rash aku mau duduk" kata asya lagi, setelah asya sampai di dekat kursinya
"duduk dengan ku saja" kata arash santai, sontak mendapat protes an dari Ririn teman sebangku asya
"gue sendirian dong rash, gak bisa gitu" protes Ririn tapi hanya di bales acuh oleh arash
Ririn hanya mencebikan bibir nya kesal pada arash, yang tak menanggapi protesan nya
sedangkan arash hanya fokus ke atas meja nya yang penuh dengan kado
"cup" panggil arash
"iya pa kenapa?" kata Ucup dengan suara yang sengaja di imut imut kan
"geli gue dengernya" protes asya
"bawa semua kado nya, bagikan sama yang lain" titah arash yang langsung di sambut gembira oleh teman cowo yang lain saat mendengar perkataan arash
"serius pa" kali ini bian yang ikut bersuara
"iya, kasian mama kalian bisa cemburu liat semua kado untuk papa" kata arash santai
sontak semua orang langsung meledek asya dan arash atas pengakuan arash barusan
sedangkan para cowo sudah berebutan membawa kado yang ada di bangku arash
" go publik nih ceritanya" kata azka yang langsung duduk di kursi asya sebelumnya
"ngapain Lo disini?" kata Ririn yang sedang dalam mode kesal nya
"gue duduk di sini aja lah,kasian Lo takut di bawa kucing garong" kata Azka santai
"gue bisa sendiri" kata Ririn kesal
asya sebenarnya tak enak hati dengan Ririn, tapi tangan nya masih di genggam oleh arash
"gue kasih Lo ponsel terbaru, buat kompensasi asya duduk sama gue" kata arash pada Ririn
Ririn menatapnya berbinar, siapa yang bakalan nolak di kasih ponsel keluaran terbaru
"gue juga merasa di rugikan Lo rash" kata vio mencoba peruntungan nya
"gue juga sama" kata Sasa tersenyum jail
"eh woy, gue merasa persahabatan kita di hargai sebatas ponsel saja" sela asya cemberut
Sasa dan vio hanya tersenyum dengan sikap asya, mereka cuma mau meres sang pewaris tunggal niatnya
"kalian bertiga gue kasih ponsel terbaru" kata arash langsung membuat mereka bertiga terkejut, apalagi vio dan Sasa sudah saling lirik atas ide jail nya itu
"gue juga mau pa" kata bian di seberang meja arash
"gue anak bungsu dapat apa pa?" kata Ucup dengan puppy eyes nya
arash hanya menghela nafas nya, jika bian dan Ucup di kasih otomatis semuanya pasti bakalan minta
"istirahat nanti kalian semua gue traktir di kantin" kata arash membuat mata asya membola
setelah teman nya di kasih ponsel, terus sekarang teman sekelas nya di ajak traktir
untung hanya dunia novel yang ada seperti ini, bisa di bayang habis berapa yang di keluarkan oleh arash
"masa cuma di kantin" cibir Azka lagi lagi memanasi arash lagi
"kalian semua, weekend ini gue undang ke rumah gue" kata arash yang di sambut gembira oleh mereka
baru kali ini, arash mengundang teman nya ke rumah, karena belum ada yang pernah memasuki rumah arash sebelumnya, kecuali asya pada saat itu
rumah konglomerat perusahaan Wilmar, siapa sih yang gak tau seberapa berpengaruh nya perusahaan itu di negara ini
"ada acara apa pa?" tanya rival yang penasaran, karena kalo untuk merayakan hari jadian kan di sekolah juga sudah cukup
"pernikahan" kata arash singkat membuat semua orang menganga
"kamu kalo ngomong ih" kesel asya memukul bahu arash
Azka hanya merutuki arash yang suka irit bicara itu, pasalnya dia sudah tau hari weekend nanti acara pernikahan nya papanya arash dari Khanza
"sakit sayang" kata arash menahan tangan asya
"kalian mau nikah?" kata bian yang penasaran mewakili semua orang yang kini tengah menatap mereka
"bukan arash, tapi papa nya arash, kalian jangan salah paham dulu" kata Azka yang angkat bicara sebelum mereka salah paham lagi
sontak mereka bernafas lega, dan pembicaraan mereka terhenti kali ini dengan datang nya guru
kemajuan yang pesat bagi kelas yang di gadang gadang kelas paling ricuh, saat melaksanakan pembelajaran dengan tenang
bagaimana tidak tenang, sang pembawa onar di kelas nya di jadikan ketua kelas, sedangkan pembawa kericuhan di kelas sudah mempunyai pawang sang anak teladan
bel istirahat berbunyi di sambut bahagia oleh kelas XII IPA II itu, para siswa sudah berbondong bondong masuk ke dalam kantin
kedatangan arash yang sudah di tunggu tunggu oleh siswi kelas lain, membuat asya kesal saat banyak nya siswa yang caper pada pacarnya itu
sedangkan arash take menghiraukan mereka, tangan nya tak lepas dari menggenggam tangan asya
"kamu makan duluan sayang, aku di suruh bantu bikin laporan sama papa" kata arash memperlihatkan ponsel nya
asya hanya mengangguk saat arash langsung fokus ke arash ponsel nya,dan sesekali menyuapi laki laki itu
"kak arash, ini kado dari aku" kata seorang siswi yang di taksir adik kelas nya
"tadi aja di sana" kata Azka yang bicara
"kak ini juga dari aku" kata siswi yang lain yang mulai berdatangan menuju dimana ada arash
"rash" panggil asya
"HM" jawab nya yang masih fokus ke arah ponsel nya
"rash" panggil nya lagi
"HM"
"arash" kata asya menoel lengan nya
"apa sayang?" kata arash menyimpan ponselnya dengan tangan arash yang langsung di genggam
"uhuk uhuk" batuk vio, Sasa dan Ririn
bisa bisa nya arash seromantis itu, di depan mereka, kan bikin pingin
apalagi banyak orang yang sedari tadi di bangku mereka, hanya ingin melihat arash dan memberi kadonya
"itu kasian orang orang yang ngasih kamu kado" kata asya agak kesal
"bian , Ucup" panggilnya
"iya pa" jawab Ucup
"beresin nih" titah arash menunjuk bangkunya
"tolong jangan kasih lagi kado ya, cewek gue bisa cemburu" kata arash yang sukses membuat asya malu dan senang
para cewe merasa iri dengan posisi asya, tapi banyak juga yang mendukung hubungan mereka
bahkan Ririn sampai menggigit bibir bawah nya dengan perlakuan manis pada asya
bisa bisa nya asya yang di perlakukan, tapi mereka bertiga yang baper