Arasya

Arasya
Part 7



🍁 HAPPY READING GUYS🍁


.


.


.


.


.


"Akhhhhh....,sakit ma sakittt hikssss"erangan sakit Ara saat mamanya menjambak rambutnya


"Sakitttt....? Sakiittt....? Hah itu akibatnya kalo kamu berani bohongin saya." Ucap Rani marah sambil tetap menjambak rambut Ara lebih kencang lagi


"Ma..... aku nggak bohongin mama, dari tadi aku ada dirumah aku nggak kemana mana, bahkan aku nggak sekolah ma, hikksss" ucap Ara lirih


"Nggak bohong gimana itu buktinya Asa bilang kalo kamu keluar terus jalan sama cowok huhh, itu yang namanya nggak bohong??" Ucap Rani menggebu marah sambil menampar pipi Ara.


Entah sejak kapan air mata yang Ara tahan, turun Membanjiri pipinya yang memerah.


"Ma benar ma ara nggak bohong"ucap ara yang ingin meyakinkan Rani


"Jadi kalo kamu nggak bohong berarti aku yang bohong gitu huhh?" Bentak Asa marah


"Emang aku nggak keluar kok aku dari tadi ada dirumah, hiksss... hikkss... hikss..." kata Ara sambil menangis sesugukan


"Jangan percaya ma Tadi aku lihat dia di Mini Market sama cowok ma" ucap Asa tak mau kalah


"Ia emang aku kemini market tadi tapi aku nggak sama cowok ma aku berani sumpahhh hikss.... hiksss....." Ucap Ara yang selalu akan meyakinkan mamanya


"Nggak sama gimana ?, malah aku liat kalian saling ngobrol, kek orang deket gitu." Ucap Asa menggebu takut mamanya akan percaya dengan Ara


"Huhhh mau ngelak apa lagi kamu jelas jelas secara tidak langsung kamu ngakuin keluar bareng cowok huh."kata rani


"Nggak ma ,aku nggak kenal sama dia ma."ucap Ara


"Dasar pembohong"sambil menampar pipi ara lagi dan berlalu meninggalkan ara yang menangis kejer.


"Makanya jangan macam-macam, dasar benalu nggak tau malu, pembawa sial, mati aja luu" Ucap Asa menekan kata BENALU


Asa pun meningkalkan kamar ara dan tak lupa ia menendang dan menginjak kaki Ara. (Kejam Benner ni Anak Author kasi karma mampusπŸ˜‚)


"Akhhhhh......hiksss..hiks....hikss... teriakan Ara kesakitan saat tanganya diinjak Asa.


Brakkkkk


Bunyi tutupan pintu sangat keras yang memekakkan telinga.


Ara menangis Tak tertahankan beruntung Kamarnya kedap Suara jadi tidak ada orang yang akan mendengar tangisnya itu


"Akhhhh sakiittt....., aku nggak kuat hikssss... hiksss..... " kata Ara


Ara berjalan sempoyongan mengambil sesuatu di laci nakas lalu beranjak ke kamar mandi dan terduduk di lantai kamar mandi sambil mengiris sedikit demi sedikit kulit pergelangan Tangannya.


"Aku nggak kuat..... hikss.... hiks.... Aku lemah, Aku Mati...."kata ara sambil terus mengiris pergelangan tangannya.


Darah segar dari pergelangan tangan arah pun mengalir tampa Henti diselingi air mata dan isak tangis pilu.


Semua orang yang mendengar tangis isak pilu Seorang Ara pasti merasa iba, bahkan mungkin mereka tak sanggup mendengarnya kecuali orang yang benar benar nggak punya hati.


"Aaaaaaaaaaaaaaa.....hufsss.....hufsssss....hufsss....hufss...."


Ara terbangun dalam mimpinya dengan deru nafas yang tersenggal- senggal dan jantung yang berdebar dengan cepat dan sangat hebat.


"Astafirullah, tenyata ini mimpi?, tapi kenapa ini seperti nyata??" Kata ara lemah Tiba-tiba....


"Akhhhhhhh.......sakiiiitttt.....sakitt......"ucap Ara sambil memegangi kepalanya yang Tiba-tiba sakitnya begitu hebat.


"Ya Allah , apa lagi iniiii....akhhh" kata Ara


Ara pun berjalan ke sisi ranjang dan mengambil sesuatu di laci nakas yang ada di samping ranjangnya.


"Obat penenang" ya Ara mengambil obat tersebut lalu meminumnya dengan air agar sakit kepalanya bisa mereda.


Ya Ara mengomsumsi Obat Penenang, tidak ada yang Tahu kecuali hanya Allah , Dia dan Dokter pribadinya yang tau tentang itu.


Setelah meminum obat itu, Pusing yang mendera kepala Ara sedikit berkurang, Ara pun memutuskan untuk melanjutkan tidurnya dan beristirahat agar besok pagi ia bisa kesekolah, karna sudah beberapa hari ini ia tidak pernah kesekolah.


●●●


04:20


Bunyi jam weker menandakan 0:20 Ara pun Terbangun Dari Tidurnya dan melaksanakan kewajibannya.


Setelah menunaikan kewajibannya Ara pun bergegas kekamar mandi dan bersiap siap untuk kesekolah, Ara memasukkan segala kebutuhannya kedalam Tas lalu berjalan menuruni Tangga, Dan berakhir Duduk di Meja Makan.


Satu persatu Anggota keluarganya pun datang lalu duduk di meja makan, Asa yang melihat Ara pun menatap tidak suka bahkan benci.


Alasan Asa membenci Ara faktor Utamanya adalah Rasa Iri yang berlebihan baik itu dari fisik maupun lingkungan.


Mereka sarapan dengan nikmat seakan tidak ada masalah menimpa keluarga ini, hanya dentingan sendok yang beradu berlomba meraup makanan diatas piring.


"Ara hari ini kamu bisa sekolah disekolah kamu, tetapi besok kamu harus pindah ke sekolahannya kevin sama Asa." Ucap Endra tegas


Ara mendongakkan kepalanya dan menatap ayahnya dengan penuh tanda tanya.


"Maksud ayah Aku pindah sekolah...??"kata Ara butuh keterangan yang jelas


"Ia kamu ayah pindahkan ke SMA galaxy biar ayah nggak repot ngawasin kalian.


"Tapi yahhh aku nggak mau pindah, aku udah nyaman di sekolah lama." Ucap ara keke berharap keputusan Ayahnya bisa Di ubah


"Semua Udah Ayah urus bahkan kepindahanmu, dan keputusan ayah tidak bisa di ganggu gugat." Ucap Endra final


"Tapi yah.... aku nggakk... mau aku u...." sebelum Ara melanjukan ucapannya kevin pun angkat bicara


"Pindah aja napa, susah banget, walaupun lu ngebantah 7 bulan 7 tahun nggak bakalan bisa berubah."ucap kevin dingin


(Walllah biasanya tu 7 hari 7 malam lah ini 7 bulan 7 tahun kan ngakaknya garingπŸ˜‚)


Ara tertengun dengan ucapan kevin walaupun kenyataanya emang Benar, tapi yang dikagetkan Ara adalah tumben tumbenan seorang kevin menegurnya biasanya dia hanya diam tampa mau ikut campur sama sekali.


"Yah Ma kevin pergi dulu takutnya nanti telat" Ucap kevin sambil menjabat tangan ayah dan mamanya lalu berlalu.


"Asa juga pamit deh ma, love yah love ma." Sambil mencium ayah dan mamanya lalu ia pun meninggalkan Rumah.


"Yah ma Ara juga pamit."ucap Ara sambil ingin menjabat tangan Mamanya, tapi apa yang fia dapat??? Mamanya hanya belalu tampa memperdulikan Ara.


Sakit sangat sakit itu yang dirasakan Ara sekarang Tapi Ia tidak Akan menangis sekarang ia akan menahannya bisa bisa ia tidak jadi lagi kesekolah.


"Ma Ayah berangkat dulu" pamit Endra kepada istrinya sambil menciumnya dan berlalu untuk berangkat ke kantornya.


"Iya Hati-hati Pa." Kata Rani


Setelah itu Rani pun berlalu dari meja makan tapan memperdulikan Ara.


"Hufffsssss....." hembusan nafas berat Ara


"Gini lagi gini lagi, emang ya takdirnya orang yang dibenci selalu aja diacuhkan". Gumam Ara


"Nasib nasib, Ya Allah gini amat si nasib gue!!!." Lanjut Ara


Setelah kepergian mamanya Ara bangkit dari duduknya dan bersiap untuk kesekolah, semoga sesampainya di sekolah moodnya langsung berubah.


(Emang porangers bisa Berubah thor ???πŸ˜‚)


To be continue.......


.


.


. .


.


.


.


.


.


Ayyyeyyy......πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Selesai juga ni part


Jangan lupa Vote dan comen


Sorry kalo Ada Typo dan pemakaian kata non Baku soalnya penulisnya Tu, penulis Amatir bangeeeeettttt.....!!!


NEXT CHAPTER