Arasya

Arasya
perubahan arash



"ada sugar baby kesini" kata bela yang sudah tau kedatangan asya ke sini menuju padanya


"terus Lo apa? ******?" tanya asya mencondongkan tubuhnya berbisik pada bela


"berani Lo sama gue?" teriak bela berdiri


Ririn dan Sasa langsung menahan bela yang sudah mengeluarkan tanduk nya pada asya,


sedangkan vio menahan sisi teman nya bela


"lebih baik Lo halau teman teman Lo" kata asya pada Bagas sang ketua OSIS


bela nampak tak percaya pada Bagas, dengan mudah nya asya bisa mengendalikan Bagas dalam satu detik


bela merasa tak berkutik di keroyok seperti ini, tak ada yang bisa menolong nya, bahkan Bagas pun menjauhi nya


"Lo yang sebarin selebaran tentang gue?" tanya asya


"kalo iya kenapa?" kata bela menantang


"ouh berarti Lo yang harus tanggung jawab buat bersihin nama gue kembali" kata asya tenang


"gila.. resiko Lo jadi sugar baby" jawab bela mendelik


"lo bersihin nama gue? atau kelakuan Lo gue sebarin" kata asya berbisik langsung melemparkan ponsel nya pada bela


"video hot di belakang sekolah dekat gudang itu sungguh terlihat jelas wajah Lo" bisik Ririn di samping nya membuat bela membola langsung melihat video yang di sodorkan asya


bela menegang dengan mata yang sudah membila melihat video syur yang di lakukan oleh nya membuat bela kalang kabut


prangg


asya hanya menatap nanar ponselnya yang sudah di lemparkan oleh bela


Ririn yang langsung mengambil ponsel asya yang sudah padam dan retak itu menatap tajam bela


"Lo pikir dengan menghancurkan ponsel asya video itu sudah tidak ada?" teriak Ririn emosi


Bagas langsung menghampiri mereka di saat kondisinya terlihat sangat tidak kondusif, apalagi Ririn di buat emosi dengan kelakuan bela


"hape nya biar gue yang ganti tapi mohon jangan bikin keributan di sini" kata Bagas mengiba


gelas nya sebagai ketos akan rusak jika tetap membiarkan asya dan teman temannya malah membuat keributan di dalam kelas nya


"gue cuma nyuruh dia bersihin nama gue, maksimal sampai jam pulang nanti" kata asya turun dari meja bela


"oke sya, biar itu urusan gue" kata Bagas


"kalo besok masih ada orang yang menyinggung gue tentang masalah tadi, gue gak segan segan untuk menyebarkan video itu, Lo tau kan koneksi Rio seperti apa? gue bisa suruh dia untuk menyebarkan video itu" kata asya langsung melenggang pergi


Ririn dan teman yang lain langsung ikut keluar kelas itu tapi sebelum pergi mereka memberikan tatapan tajam pada bela


sepeninggal mereka Bagas langsung menarik bela ke luar kelas untuk berbicara berdua di tempat sepi


sedangkan di kelas nya teman teman nya sampai terheran heran karena Bagas begitu mudah di setir orang, terlebih orang itu perempuan dari kelas sebelah


brak


dengan masih kesal asya membuka pintu kelasnya dengan kesal hingga membuat mereka terkaget, umpatan mereka tak di hiraukan asya dan malah langsung duduk di kursinya


"kenapa tadi gak di hajar aja sih? tangan gue udah gatal pengen Jambak dia tadi" keluh vio


"kenapa gak langsung Jambak aja tadi " timpal Sasa mendelik


"gak ada yang memulai, mana berani gue" kata vio terkekeh


"hape Lo ko bisa gini?" tanya Azka melihat ponsel yang di letakan di meja asya


arash mencondongkan kepala nya ke depan tepat di sebelah bahu kiri asya


"gara gara si belek" kata Sasa dengan nada masih penuh emosi


"kita liat aja besok, kalo belum ada perubahan kita gerak lagi" kata Ririn dan di angguki Sasa dan vio


tak ada perkataan dari asya untuk sekedar pembelaan atau pun meluruskan perihal selebaran yang membuat teman teman nya bertanya


jam istirahat tiba asya keluar dari kelas menuju kantin bersama teman teman nya


setelah kemarin di beri arahan oleh calon kakak iparnya, kini asya sudah bisa menikmati makanan favorit sejuta umat, yakni bakso kantin, karena di novel novel kebanyakan siswanya makan bakso


arash yang sekarang sekarang lebih berani, kini sudah duduk di samping asya tanpa minta ijin terlebih dahulu pada mereka yang sudah dari awal duduk di meja itu


"rash Lo gak salah duduk?" tanya vio yang heran malah bergabung dengan anak cewe


"enggak tuh" kata arash santai sambil memakan makanannya


"wow Daebak..., Lo jawab pertanyaan gue rash" seru vio karena arash yang di kenalnya sangat susah untuk berbicara tapi kini menjawab pertanyaan nya


asya pun mengernyitkan keningnya karena akhir akhir ini arash malah bersikap mendekat ke arah nya, bukan nya waktu itu arash menyuruhnya untuk menunggu sampai usia 21 tahun


sedang kan orang yang kini di tatap keheranan malah menikmati makanannya tanpa memperdulikan tatapan heran mereka


"rash Lo sehat?" kata asya yang sudah gatal ingin bertanya


"thank perhatian nya" kata arash tersenyum pada asya sebentar lalu lanjut makan


mereka terkejut dengan jawaban dan senyum arash, baru kali ini arash bersikap sefreak itu, bahkan senyum nya itu yang malah membuat wajahnya sangat terlihat tampan


"Lo ga salah minum obat?" tanya asya lagi karena masih heran dengan sikap arash


"gak sayang" kata arash keceplosan tapi mampu membuat mereka kaget apalagi asya yang kini sudah memerah entah malu atau marah


senyuman yang lagi lagi arash layangkan pada asya, malah membuat teman teman asya bangkit dari duduk nya


"lebih baik kalian ngobrol dulu deh, gue ke meja yang lain dulu" kata Ririn meninggalkan asya dan arash di susul vio dan Sasa


"kok gue mendadak ngeri saat arash berubah jadi manis gitu" kata Sasa berbisik pada Ririn


"iya, apalagi dengan senyum dan panggilan sayang nya" jawab Ririn


sedangkan asya kini tengah bingung untuk berbicara apa, arash yang masih fokus dengan makanan sendiri dan dirinya yang bingung dengan perubahan arash


"kenapa gak di makan?" tanya arash


"hah" kata asya kaget karena dari tadi asya hanya melamun saja


"makan sya" titah arash "tapi bentar, udah di ijinin buat makan pedas?" tanya arash


"udah, asal dikit jangan kebanyakan dan gak lupa minum obat" jawab asya yang mencoba untuk tetap tenang


"nanti pulang sekolah bareng gue" kata arash menatap mata asya


asya yang di tatap seperti itu justru merasa salah tingkah dengan kelakuan arash kali ini, asya kesal sekali karena jantung nya berdetak cepat kali ini


"mau kemana?" tanya asya setelah mendapatkan keberanian nya


"sesuatu tempat" kata arash begitu misterius


asya hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban nya,