Arasya

Arasya
kekesalan azka



hari ini semua kelas XII mengadakan kunjungan ke beberapa universitas, dan kabar bahagia mereka adalah classmeeting kali ini di adakan di puncak setelah mereka ujian semester sebelum di bagi nya raport


bus no 2 itu di huni untuk kelas XII IPA II, dan kericuhan pun sudah mulai di dengar di dalem bus itu


tapi kali ini bukan Rio yang memulai kericuhan, melainkan Azka dan teman teman yang lain nya


Azka merasa kesal lantas menyalurkan kekesalan nya pada nyanyian yang mereka ciptakan


gimana tidak kesal, Rio sudah duduk di depan bersama Nadya, dan arash sudah anteng ayem bersama asya


"woy ketua kelas tuh di panggil sama Bu Ratna " kata Azka nonghol di kursi bagian asya


"iya ini gue mau kesana" kata asya menatap tajam pada azka


"Lo kenapa sih ka, sewot bener dari tadi" kata Andi


"kesel dia, yang lain bisa sambil pacaran tapi dia gak bisa" timpal Ririn yang langsung di sambut tertawaan dari yang lain


"apa? bener kan, Lo kan lagi ngenes" lanjut Ririn


"Lo yang ngenes, dasar jomblo" kesal Azka


"eits.. gue gak jomblo ya, nih gue sambil vc" jawab Ririn melihatkan ponsel nya


Azka semakin dongkol di buatnya, teman teman nya pacaran, bahkan si Ririn malah terang terangan lagi vc, sedangkan dia chat nya saja tidak di bales sama pacarnya karena lagi belajar


"tenang ka, masih ada kita kita yang setia" kata bian menyahuti


Azka tidak menjawab, malah langsung duduk di tempat asya


"ngapain di sini? ini tempat asya" kata arash mendorong tubuh Azka


"gue duduk di sini aja, gak ada yang pacaran dalam bus ini" kata Azka membuat arash kesal


"pindah gak Lo?" kata arash melotot


"ngak" jawab asya


Sasa dan vio di buat pusing dengan perdebatan unfaedah dari arah belakang kursinya


"kalian diem deh, kaya anak kecil saja" kata Sasa menoleh pada arash dan Azka


"Lo juga Azka, kenapa sih lo? kaya cacing kepanasan aja liat orang pacaran, biasanya Lo anteng anteng aja kalo liat orang pacaran" timpal vio


"gara gara adek Lo rash" adu Azka pada arash sedangkan arash hanya menaikan alisnya satu karena tidak tau dengan permasalahan Azka dan khanza


"lah ko jadi gara gara Khanza? emang kenapa doi?" tanya Ririn di seberang kursi arash


"si Khanza rese banget tau, dari semalem gak ada kabar, gue telpon gak di angkat gue chat gak di bales, pengen banget gue seret" keluh Azka mengeluarkan unek unek nya


"Lo berani nyeret adek gue, habis Lo di tangan gue" ancam arash


"akhhh salah siapa tuh bocah bikin gue kesel" keluh Azka yang langsung di piting lehernya oleh arash


"anjir.. sesek rash" berontak Azka


"ouh kangen" celetuk bian


"mungkin Khanza bosan sama Azka" ucap polos Ucup


"bisa jadi" kompor Andi membuat mata melotot tak terima


"wah peluang buat kita dong buat deketin Khanza" timpal rival yang di sambut heboh sama yang lain nya


"jangan berani deketin Khanza, awas Lo ya" kata Azka yang malah di sambut tertawaan oleh mereka


"rash, gue deketin Khanza boleh kan, gue janji jaga dia baik baik" kata rival membuat suasana memanas


"boleh val, asal Lo harus jaga dia bener bener" jawab arash yang langsung di sambut heboh oleh mereka


"sialan Lo rash, Lo juga rival, sini Lo gue cekik leher Lo" kata Azka emosi


sedangkan arash hanya diam dan sengaja membuat Azka tambah kesel supaya beranjak dari kursi untuk arash


keributan di dalam bus sampai terdengar ke luar oleh Bu Ratna dan asya, bahkan Bu Ratna sampai memijit kepala nya pusing


belum juga berangkat, kelas ini sudah membuat kehebohan apalagi sampai di universitas, bisa bisa bikin malu nama sekolah pikir nya


"kamu susul teman teman kamu, dan buat mereka tidak buat kericuhan, 10 menit lagi kita berangkat" kata Bu Ratna


asya pun langsung masuk ke dalam bus dan menjewer telinga Azka dan rival yang sedari tadi saling gulat di bangku belakang


"anjirr sya sakit" keluh Azka berbarengan bersama rival


"mau diem atau gue sumpel mulut kalian pake kaos kaki nya Ucup" ancam asya melotot


"anjir ogah" jawab serempak Azka dan rival


"makan nya diam, 10 menit lagi kita berangkat" kata asya menarik nafas nya


lama lama bisa terkena darah tinggi kelamaan mengurus siswa pembuat kericuhan, tanpa dia sadari dirinya juga sering buat kericuhan


"kertas apa ini sya?" tanya Ririn menyadarkan asya


"ouh itu, tolong bagiin Rin" titah asya dan langsung di lakukan oleh Ririn


"ini tugas sya?" tanya Andi


"iya" jawab singkat asya


"lah.. kok ada tugas sih" keluh bian


dan langsung saja mereka langsung ricuh padahal baru sekejap mereka bisa diam tanpa kericuhan


"DIAM"


suara berat itu langsung menghipnotis para siswa yang tadi terlihat ricuh


"makasih sayang" kata asya bergelanjut mesra pada lengan arash


berkat karena bentakan arash, kini dalam bus terlihat damai


"mesra mesraan terus" cibir Azka yang masih kesal


sedangkan asya hanya cengengesan merasa tak bersalah pada mereka semua


"oke semua nya, sepeti yang Bu Ratna bilang, selain kita kunjungan ada juga tugas dan nilai nya bisa menjadi tambahan untuk ujian nanti" terang asya


"dan ini tugasnya hanya menganalisa, Bu Ratna menyampaikan bisa berkelompok atau pun sendiri, yang terpenting kalian kerjakan tugas dulu dan ada persentasi nya nanti" lanjut asya


"gue sama Nadya aja ya sya" jawab Rio yang di depan


"ngak bisa, Lo harus solid, sini Lo bareng sama kita kita" seret Azka protes


kericuhan yang akan terjadi lagi langsung terhenti karena Bu Ratna sudah masuk ke dalam bus dan bus akan berangkat


Azka menghela nafas nya karena gagal membawa Rio pada mereka, sedangkan Rio sudah menjulurkan lidahnya menggoda Azka


Azka hanya mendengus kesal dengan pemandangan di dalam bus kali ini, Rio yang sengaja menggodanya dengan memperlihatkan keromantisan nya padaazka melalui foto yang di kirim lewat chat


dan arash yang sudah mengelus rambut asya dengan penuh sayang


"sabar ka, gue juga biasa aja liat mereka mesra mesraan gitu" kata Andi menenangkan Azka


"karena Lo jomblo jadi biasa biasa" sentak Azka kesal


"hahahaha ya sekarang Lo cosplay jadi jomblo dulu" bales Andi yang masih tertawa melihat wajah kesal Azka


hiburan terbaru bagi mereka membuat kesel Azka hari ini