
waktu cepat berlalu, gak kerasa sudah sebulan dari peristiwa asya menghilang.
pagi ini asya berangkat ke sekolah tanpa arash lagi, semenjak arash memutuskan untuk ikut membantu sang papa di kantor, selalu ada acara yang gak bisa arash hindari
dan di sini asya sekarang, sendirian di jalan dengan motor matik nya yang sedang mogok
"ini mah pasti di hukum" gumam asya yang melihat jam tangan nya
asya tau akibat keterlambatan masuk sekolah nya bisa berurusan dengan ketua OSIS yang kejam itu
asya langsung bergegas menelpon teman nya di sekolah, dan tak lupa menitipkan motor nya di rumah penduduk
di kelas teman asya ketar ketir karena jam masuk sudah berbunyi
semua teman teman asya sudah khawatir takut asya ketauan telat oleh reygan si ketua OSIS
mereka langsung memikirkan rencana supaya asya bisa masuk ke sekolah tanpa ketauan oleh reygan si ketua OSIS
"aduh nih si asya kemana coba?" keluh Ririn
"Bu Ratna gak masuk guys, jadi aman kalo masuk ke kelas" kata Azka yang baru datang ke dalam kelas
"gue udah telpon Miki, dan dia mau buat bantuin asya" terang Sasa
"bagus, asya gimana? udah tau rencana nya?" tanya Rio
semuanya menggelengkan kepala nya, karena sedari tadi setelah asya menelpon Ririn, asya sulit di telpon
mereka kini panik dengan asya yang tak bisa di telpon
sedangkan di belakang sekolah, asya dengan hati hati menaiki tembok yang lumayan tinggi
"kalo saja hukuman nya gak menyeramkan gue lebih baik di hukum dari pada harus menaiki tembok ini" gerutu asya
dengan hati hati dan juga sangat takut ketauan asya menaiki tembok dinding itu
di balik tembok sudah ada Miki yang di tugaskan Sasa untuk menjemput asya lewat belakang sekolah
brug
asya meringis saat tangan nya terluka sedikit di bagian telapak tangan nya
beruntung keadaan sangat sepi membuat asya terhindar dari hukuman ketos gila itu
"ayo lewat sana" kata Miki menepuk bahu asya
asya terkejut dengan tepukan di bahunya namun sedetik kemudian langsung bernafas lega saat yang menepuk bahu nya adalah si Miki
"udah sana naik lewat tangga, gue tunggu di sini" titah Miki
asya mengerutkan kening nya dengan tangga yang sudah menjulang dan menuju ke kelasnya
asya hanya mengkode Miki dengan rok nya yang pendek, mana bisa ia menaiki tangga dengan memakai rok
"CK, gue gak bakal liat,sudah sana cepat, kalo lewat depan kelas yang ada ketauan osis" kata Miki
benar saja kata Miki, dirinya harus masuk lewat tangga karena kelasnya menghadap ke arah lapangan dan bisa di pastikan banyak anggota OSIS di sana
dengan hati hati asya menaiki tangga yang sudah di siapkan Miki
teman teman asya di kaget kan dengan kedatangan asya yang lewat jendela
mereka langsung bergegas membantu asya memasuk ke dalam kelas nya
Miki yang melihat asya sudah masuk ke dalam kelas nya dengan hati hati menurunkan tangga nya
seolah tak terjadi apa apa Miki dengan tenang berjalan dengan membawa tangga
"mau kemana Lo?" teriak seseorang membuat Miki membalikan badan nya
Miki sedikit terkejut dengan kedatangan reygan dan kevin, namun detik berikut nya Miki langsung memberikan tangga lipat itu pada Kevin
"karena kalian ada, bawa nih tangga ke gudang, kalian kan OSIS babu nya sekolah" kata Miki yang langsung melenggang pergi ke kelas nya
Kevin mendusel tak terima dengan perkataan Miki yang mengatainya babu sekolah