
setelah mendengar penuturan dari warga yang mengamati jejak Agam dan asya di hutan, dapat di simpulkan bahwa mereka tersesat saat hendak pulang dari saung yang di jadikan tempat meneduh nya, terlihat jejak sama yang seperti berputar dari tempat itu
mereka menemukan kayu yang di jadikan penerangan itu tergelatak di tanah, dapat mereka simpulkan kedua anak remaja yang tersesat itu terjatuh di tempat kejadian
dapat arash rasakan berjalan tanpa penerangan yang membuat mereka terjatuh dan beberapa kali terluka
arash membayangkan di saat asya ketakutan dengan gelap, dia menyesali dirinya tidak ada di saat asya membutuhkan nya saat itu
"rash, mending Lo ikut istirahat, biar kita kita yang jaga asya" kata Azka menepuk bahu arash
"keluarga Agam sama asya sudah di hubungi ka?" tanya arash
bukan nya arash langsung menuruti perintah Azka, namun arash bisa pahami saat ini keluarga Agam dan asya pasti mengkhawatirkan kondisi mereka
"sudah di beritahu sama pak Satya tadi, dan paling empat jam an lagi sampe di sini kalo tidak macet rash" jawab Azka
"gue harus bilang apa sama Abang nya asya ka? gue gagal lindungin cewek gue" kata arash memejamkan mata nya
"lebih baik Lo istirahat dulu rash, biar nanti saat asya sadar dan bang Ken datang, Lo bisa jelasin keadaan nya sama bang Ken" bujuk Azka yang di angguki kepala oleh arash
"bangunkan gue kalo asya sadar ataupun bang Kendra sudah datang" kata arash berjalan menuju sofa di kamar rawat inap asya
Azka hanya mengangguk dan netra nya terus menatap asya, Azka saja yang seorang cowo merasa ngilu melihat luka di bagian pipi dan kening asya
apalagi dengan kaki asya yang terkilir, jangan tanyakan kondisi saat asya di temukan saat itu? baju kotor dan dengan keadaan kacau membuat Azka memejamkan mata nya merasa miris pada kondisi asya saat itu
di ruang rawat Agam juga terdapat sasa, vio dan Ririn tak lupa juga ada Rio, beni dan pak Satya
mereka memilih menunggu di ruang Agam karena tau dengan arash yang terlalu mengkhawatirkan asya
"Lo gak cemburu saat Agam menggendong asya kan?" tanya Ririn hati hati
"enggak, malah justru gue merasa bangga, karena pikiran gue yang berpikir negatif saat itu langsung di patahkan dengan Agam yang rela kecapean demi menggendong asya uang terkilir" jawab Sasa dengan menatap wajah Agam yang masih terbaring
"berarti Lo ngakuin kalo Lo lagi dekat sama Agam?" tanya vio
Sasa melirik nya sekilas dan hanya anggukan kepala yang di jawab Sasa
"sejauh mana?" tanya Ririn
"belum jauh, gue hanya merasa nyaman dengan Agam dan Agam juga tau dengan kondisi hati gue yang pernah di lukai oleh cowok lain" jawab Sasa
"terus kenapa gak cerita sama kita kita?" tanya vio
Sasa menghela nafas nya "awalnya gue takut kalo kalian tau gue selalu berhubungan dengan Agam, kalian tau Agam punya riwayat buruk pada asya" jawab Sasa
Ririn dapat mengerti alasan Sasa, mungkin kalo saat itu Sasa bilang sama dia, dia juga yang akan menentang hubungan Agam dan Sasa
terlihat jelas saat itu kelas IPA 2 sangat membenci Agam setelah kejadian di toilet waktu itu
"melihat Agam yang rela menggendong asya, gue juga percaya kalo Agam Lo udah berubah" kata Ririn
Sasa hanya tersenyum dengan perkataan Ririn, dia juga percaya kali ini dengan Agam yang sudah berubah
ceklek
"Lo balik ke sini? di usir arash?" tanya Rio
"mereka lagi tidur, biarkan dulu buat istirahat" kata Azka menghempaskan tubuhnya di samping rio
"tapi kalo asya bangun gimana?" tanya Ririn
"kata dokter mungkin sampe 2-4 jam lagi asya akan terbangun, makannya gue kesini dulu" kata Azka
"arash gimana?" tanya pak Satya, soal nya dia yang saat ini yang jadi tanggung jawab pada anak didik nya
terlebih dengan arash, papanya langsung menghubungi nya hanya demi keselamatan arash dan asya
"arash juga lagi tidur pak" jawab Azka
sedangkan di dalam bis kelas IPA 1 seorang gadis berseringai dengan berita yang menyebar
siapa lagi kalo bukan bela yang teramat membenci asya, gadis itu malah bersorak dalam hati nya setelah berhasil memberi pelajaran pada gadis yang selalu menjadi saingan nya
"gak nyangka tuh para cowo ngerjain asya sampe segitu nya, tapi kenapa ada Agam di sana? ya sudahlah.. yang penting gue sudah memberi pelajaran buat tuh cewe songong" kata bela dama hati
Angel teman sebangku bela di dalam bus menyadari seringai dari gadis itu
"apa Lo di balik musibah yang menimpa asya?" tanya nya
bela menoleh ke arah teman sebangku nya "apa terlihat jelas?" kata bela
angel menghendikan bahunya "kalo Bagas tau tentang ini, hubungan Lo sama Bagas bisa selesai" kata Angel
"gak akan, soal Bagas tinggal gue rayu dan naik ke ranjang nya, masalah selesai" jawab bela berbisik
"terserah Lo bel, tapi gue ingetin Lo karena yang Lo lawan kali ini bakingan nya pewaris Wilmar" kata Angel
"iya gue tau, gue yakin masalah ini gak bakalan bocor sampe kapan pun" jawab bela berseringai
angel hanya menghendikan bahunya dengan tingkah bela yang semakin tak waras menurut nya
hubungan nya dengan bagas tak jelas, tapi mau maunya menjadi partner ranjang dari mantan ketua OSIS itu, dan sekarang karena Bagas selalu memuji asya, bela jadi gelap mata mata gadis itu
gadis yang selalu susah di atur, pemberani, dan malah banyak teman teman nya yang selalu lindungin nya
beda dengan bela yang untuk bisa bebas di sekolahan saja harus nyerahin mahkota nya pada ketua OSIS itu, teman temanny tidak mendukung setiap rencana nya, seperti angel
dan puncak nya, saat aib nya di pegang oleh asya membuat bela semakin tak suka pada gadis itu
"dengan ada nya Agam di balik musibah ini, bisa gue manfaatin untuk membuat Lo down, tunggu pembalasan selanjutnya" kata bela dalam hati berseringai
sedangkan di mobil sebelah, kedua pemuda bersyukur karena wajah nya tidak tampak di cctv
beruntung juga saat Agam berlari menghampiri asya, mereka tak mengejarnya, meskipun rencana di gagalkan oleh Agam namun mereka masih tenang karena tidak ada tanda tanda bahwa mereka terlibat
di ruang rawat asya, Kendra datang bersama istrinya, di lihatnya asya yang masih terbaring di ranjang dan arash yang sedang tertidur di sofa
"jangan di bangunkan dulu yank, sepertinya arash masih lelah" kata Anisa pada suaminya itu