Arasya

Arasya
lamaran dadakan



tak terasa waktu semakin cepat bergulir, hubungan arash dan asya masih dalam anget anget nya, bahkan arash sudah mulai terbiasa dengan menahan rasa jeolus nya


seluruh siswa kelas XII mengadakan outingclass di puncak, setelah berakhirnya ujian semester, kini para siswa sedang merefleksikan otak mereka dengan menikmati puncak


"duh suasana seger banget, bikin mata jadi betah" kata vio memandang hamparan di depan nya yang penuh dengan berwarna ijo


"sayang sekali hanya 2 hari" timpal Ririn


sedangkan Sasa yang kini sudah berduaan dengan Agam, bahkan teman sekelas asya sudah mulai menerima Agam yang masuk ke dalam circle pertemanan mereka


"buat honeymoon cocok sekali" celetuk asya yang langsung di sambut tatapan tajam oleh Azka dan yang lain nya


"pikiran Lo tolong di kondisi kan, gue lagi gak bawa cewe anjir" kata Azka kesal


"lah emang nya kenapa? gue kan cuma bilang cocok yang buat honeymoon" kata asya pura pura tak mengerti


"Lo buat kaum jomblo meronta tau gak" kata vio yang masih stand by dengan gelar jomblonya


sedangkan arash hanya terkekeh dengan tingkah asya, arash akui asya sering banget dengan menggunakan bahasa ambigu


" jangan lupa pake pengaman" kata Azka yang membuat asya hanya terkekeh


sedangkan yang lain langsung menatap nya dengan tak percaya, apa sejauh itu cara pacaran ala asya


"gak usah pake pengaman ka, biar langsung jadi aja" kata arash yang kini menimpali yang langsung membuat teman asya bengong dengan jawaban arash


"gak usah di denger, arash sudah terkontaminasi pikiran kotor nya Azka" kata asya pada teman teman nya


"ye, situ kali mbak yang punya pikiran kotor, apalagi setelah Lo pernah liat adegan yang live" kata Azka langsung kabur


"sialan Lo ka" kata asya yang malah membuat Azka tertawa


sedangkan di salah satu kamar penginapan, tampak seorang gadis kini tengah merancang sesuatu untuk membalas dendam nya


"apa yang gue dapat jika gue bantu Lo?" tanya seorang laki laki yang


"gue kasih kalian masing masing 5 juta, asalkan rencana gue berhasil" kata seorang gadis dengan angkuh nya


"hanya segitu?"


"mau kalian berdua apa?" tanya nya


sudut bibir kedua cowo itu berseringai setelah ditanya apa mau mereka


"gue mau tubuh Lo" bisik nya


gadis itu menegang dengan permintaan kedua cowok di depan nya itu, namun tak lama kemudian kepala nya mengangguk


"gue mau malem ini juga Lo lakuin rencana nya" kata gadis itu berseringai


"setelah gue menikmati DP nya dulu" balas nya dengan mengelus perut rata milik gadis itu


tak ada penolakan, yang ada gadis itu hanya mengangguk dan malah langsung membalikan badan nya mengelus dada cowok yang tadi menggodanya


dalam kebencian yang sangat mendalam, dia rela melakukan apapun demi bisa membalaskan dendam nya itu


asya yang kini tengah menikmati pemandangan kebun teh yang membuat nya betah lama lama di sini


udara nya yang sejuk dan di tambah dengan aroma khas dari kebun teh membuat asya tenang seketika


"HM, sayang" kata arash yang langsung memeluk asya dari belakang


"gak dingin?" tanya arash


"kan di udah di peluk kamu ini, jadi gak dingin" kata asya dengan menggigit bibir bawah nya


"jangan mulai ya, nanti aku bisa khilaf beneran" kata arash yang malah membuat asya tertawa


asya senang sekali menggoda kekasih nya itu, tapi asya selalu di buat gelagapan bila arash tak bisa menahan nya


"aku mau bicara serius dulu sayang" kata arash membuat tawa asya terhenti


asya tau nada bicara arash yang benar benar serius, seperti saat ini seperti nya ada sesuatu yang akan dia sampaikan yang benar benar serius


"kita duduk di sana aja" ajak asya pada bangunan yang tak jauh dari tempat nya berdiri


bangunan yang biasa di gunakan untuk tempat meneduh nya para petani teh itu, yang hanya terbuat dari anyaman bambu membuat arash agak merinding memasuki saung tersebut


"CK, gak ada apa apa kok, ayok" ajak asya untuk duduk di depan saung itu


"kenapa?kata nya ada yang serius?" tanya asya langsung


terdengar helaan nafas dari arash, mungkin arash sedang berpikir bagaimana menjelaskan nya, sangat terlihat dari mata arash


"sebentar lagi kita lulus" kata arash memulai percakapan nya


sedangkan asya diam dan menyimak apa yang akan arash sampaikan, meskipun dalam hati nya dia sudah bisa menebak kemana arah tujuan arash berbicara


"kamu tau kan, kalo sesudah lulus aku bakalan pergi ke Manchester buat melanjutkan pendidikan aku" lanjutnya


deg


benar yang asya kira, namun asya tetap diam


"aku janji akan secepatnya lulus dari sana, tapi apa kah kita bisa menjalani hubungan jarak jauh?" tanya arash


"aku tergantung kamu rash, kamu mau lanjut atau mau untuk berpisah sementara juga, it's oke" jawab asya


bukan itu yang arash mau, bahkan kini arash sudah mengacak rambut nya pusing


"bukan itu yang aku mau, yang aku mau apa kita tak resmi kan dulu hubungan kita" kata arash langsung


asya terkejut dengan permintaan arash, meresmikan seperti apa dulu? tunangan atau menikah maksud arash


"aku ingin melamar mu dulu sebelum aku pergi, syukur syukur kamu mau aku nikahin dan mau ikut aku ke Manchester" kata arash


ikut ke Manchester bagi asya tidak mungkin? bukan nya asya tidak mau, namun asya belum berani berpergian menggunakan pesawat terbang


kecelakaan yang menimpa papa dan mama nya yang membuat asya tak pernah lagi berpergian naik pesawat


"kamu yakin sama ucapan kamu? menikah bukanlah hal yang mudah, apalagi usia kita masih muda rash" kata asya


"oke aku tau kamu gak mungkin bisa untuk menikah muda, tapi kalo tunangan bisa kan? setelah aku pulang dari Manchester aku bakalan langsung menikahi mu" jawab arash yang mana malah membuat asya terdiam


dengan kediaman nya asya, arash langsung mengeluarkan sebuah cincin dari saku celana nya


"asya Amelia Putri, aku memang bukan pria romantis yang jauh dari angan angan mu, tapi aku hanya laki laki yang ingin memiliki mu dengan sepenuh nya, aku belum pernah berdekatan dengan seorang perempuan sedekat kamu, dan kamu tau betapa gilanya aku bila tanpa maka dari itu ijinkan aku akan menjadi bagian dalam hidup mu nanti" kata arash berlutut di depan asya


asya terharu, meskipun dmtudak dalam suasana romantis, tapi bagi asya ketulusan yang arash berikan padanya