
05:20
Menandakan bahwa waktu sudah pagi, ara pun terbangun dan bergegas untuk ke kamar mandi ruangan fero sekedar untuk cuci muka, setelah itu ia pun keluar dari kamar mandi dan melihat fero yang sudah bangun.
"Kak fer, ini udah pagi aku mau pulang dulu ya"
"Iya, hati-hati semoga kita bisa bertemu kembali."
"Iya.
Ara pun beranjak dari ruangan fero untuk kembali kerumahnya, dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Eehh gue lupa lagi minta nomor hanponenya si ara."ucap fero
●●●
Ceklek..
Ara keluar dari taksi yang ditumpanginya
"Pak, ini pak ongkosnya, makasih." Sambil memberikan uangnya kepada pak supir tersebut.
"Aduhhh, mbak saya nggak ada kembalian soalnya kan ini masih pagi banget mbak, belum ada penumpang."kata pak supir
"Nggak papa pak kembaliannya ambil aja, anggap aja rejeki bapak hari ini."ucap ara
"Iya, makasih mbak,"
"Iya, sama-sama." Ucap ara setelah itu pun ia langsung masuk kedalam kerumahnya.
Ara memasuki rumahnya, dan melihat semua anggota keluarganya yang sedang berkumpul di meja makan. Ara pun tak memperdulikan mereka dan melanjutkan langkahnya untuk naik kekamarnya.
"Akhirnya, benalu pulang jugak."ucap asa menyindir, saat melihat ara melewati meja makan
Semua orang yang ada di meja makan pun mengalihkan perhatian mereka ke arah ara.
"Dari mana saja kamu ara,??? Ucap Endra tegas
"Dari mana pun aku itu bukan urusan ayah."ucap ara
"Araaaa..... jangan kurang ajar kamu sama orang tua, mana etika kamu sebagai keluarga DHARMENDRA."ucap rani marah sambil melayangkan tamparan ke pipi ara.
Ara pun meraba pipinya yang terasa perih akibat tamparan dari mamanya.
"Emang ayah sama mama peduli aku kemana...???"ucap ara menahan air matanya yang ingin keluar.
Pipi Ara memang sakit akibat tamparan itu tapi hati ara terlebih sakit saat tamparan itu mengenainya, (seorang ibu yang menampar anaknya tanpa tau alasan ia kenapa melakukan itu) dan lebih sakit saat ia mengucapkan kata kata laknat yang ditujukan untuk orang tuanya itu.
"Ara, kamu benar-baner nggak tau diri ya, percuma kami sekolahkan kamu tinggi-tinggi kalo etika kamu kurang, mau bikin malu keluarga kamu huh...??? Ucap rani marah.
"Emang aku masih dia anggap keluarga disini.. aku rasa enggak???" Ucap ara teriak miris ,sok kuat.
"Hey ara jaga omongan kamu ya, apa alasan lo ngebentak mama kayak gitu hah,??"ucap asa.
"Emang aku benar kan..aku tu di sini udah nggak di peduliin lagi, aku tu pembawa sial, aku benalu dihidup kalian, aku penghancur keluarga kalian???" Ucap ara
Tangis ara pun pecah saat mengucapkan kata itu, ia merasa sakit saat kata kata itu ia ucapkan sendiri dari mulutnya.
"Nyadar diri jugak kamu...???"ucap asa
"Sa lo diam napa, jangan bikin ruyem suasana deh, jangan kompor."tegur kevin kepada asa
"Kan emang benar kak,"ucap asa tak mau kalah.
"kamu berani ya ngebentak orang tua huh, mau jadi apa kamu ??,ucap rani
"Sini kamu, kamu nggak akan jera kalo kamu dibiarin begini terus, lanjut rani sambil memegang tangan ara dan menyeretnya kekamar mandi.
Sesampai dikamar mandi Rani pun menguyur ara dengan air dingin tanpa ampun, sambil melayangkan beberapa pukulan kepada ara. Semua orang yang menyaksikan itu tidak ada yang mau membantunya.
Ayahnya...??? Dia hanya acuh atas perlakuan istrinya
Kevin...??? Sebenarnya ia merasa iba dengan adiknya itu tapi dia tidak akan bisa melawan mamanya.
Asa...??? Jangan di tanya lagi dia hanya tertawa mengejek melihat saudaranya itu (benar benar jahat)
Ara pun tak kuat merasakan dingin di kulitnya menembus tulang tulangnya, sebenarnya ara punya penyakit HIPOTERMIA, yang tidak tahan dengan dingin.
Author "sekedar informasi dari google"
Kalian bertanya apa itu HIPOTERMIA???
Ini jawabannya:
(Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan kematian.)
°°°
Lanjut.....
"Ma ampun ma dingin, aku nggak kuat."ucap ara tersenggal senggal
"Siapa suruh kamu berani sama orang tua nyessel saya udah rawat kamu dari kecil, kalo saya tau kamu besarnya nggak punya etika dan nggak tau di untung, dari dulu saya nggak sudi rawat kamu."ucap rani menggebu, sambil melangkah meninggalkan ara.
"Jangan ada yang bantu dia, kalo saya tau diantara kalian ada yang bantu saya pecat kalian. Ucap Rani memperingati ART di rumahnya
Sakit....???
Jangan di tanya lagi, sekarang hanya kata itu yang mampu ara ucap kan SAKIT fisik maupun batin.
Sesungguhnya ara sudah tidak sanggup menahan dinginnya itu, tiba-tiba ia ambruk dan pingsan di kamar mandi tersebut.
Para asisten rumah tangganya, sejujurnya iba dengan anak majikannya itu tapi mau apa lagi, mereka tidak punya pilihan lagi mereka tidak cukup berani untuk menentang peringatan majikannya, mereka juga punya anak dan keluarga yang mereka hidupi.
.
.
.
.
.
.
Hai hai hai....👋👋👋
Part 3 selesai
jangan lupa commen dan likennya bun😁😁😁
Next capter