Arasya

Arasya
jualan



hari pertama di adakan perlombaan untuk memperingati kemerdekaan republik Indonesia, dan setiap kelas di wajib kan mengirim kan siswa untuk perlombaan sampai akhir pekan


dan ada juga siswa yang berjualan bagi siswa yang mempunyai bakat berdagang, tapi tidak di wajib kan setiap kelas ada


seperti asya yang jiwa nya mengandalkan keuntungan, ia gunakan momen seminggu ini untuk berjualan yang praktis


karena dia sering membantu Kaka nya berjualan di cafe Kaka nya jadi dia menjual minuman cafe kakak nya dengan kemasan cup dan sekalian pasang iklan nama cafe Abang nya


sungguh sambil menyelam minum air menurut asya, sambil berjualan di sekolah dia juga membantu memberi tahukan cafe Abang nya itu


minuman susu yang di campur coklat yang kini tengah hits di cafe Abang nya menjadi pilihan untuk asya


selain minuman itu sehat, juga segar di minum di siang hari pikir asya, begitu pula asya jual dengan tidak terlalu mahal bagi kalangan siswa seperti mereka


"orang miskin ya pasti pilih jualan karena saking gak mampu ya?" ejek bela yang berdiri di depan stand asya yang sedang menyiapkan bahan dagangan nya


"kenapa lo? mau beli? sorry tapi gue gak Sudi nerima pelanggan kaya Lo" kata Sasa yang langsung sewot akan ucapan bela


"siapa juga yang mau beli, gue orang kaya alergi minuman kaya gini" hina bela membuat orang yang berlalu lalang memperhatikan mereka


"gue jualan, urusan nya sama Lo apa?" timpal asya yang sudah berkacak pinggang "hidup keras coy, perlu duit untuk hidup, dan orang yang berpikir pasti lebih mencari duit untuk berlangsung hidup nya dari pada menghamburkan duit nya, apalagi duit hasil minta sama ortu" kata asya santai seperti ejekan untuk bela


memang kebanyak yang sekolah di tempat ini adalah kalangan menengah kebawah dan hanya beberapa yang anak kalangan atas atau sultan istilah nya seperti bela sang anak dewan


mereka yang melihat keributan di stand asya mengangguk kan kepala dengan perkataan asya, dan itu justru membuat bela semakin membenci asya


"tunggu apa lagi? cabut gak Lo? sebelum gue Jambak" kata Ririn dengan mood nya yang kesal setelah kedatangan bela


tanpa kata lagi bela langsung pergi meninggalkan stand asya bersama teman temannya


"gila tuh lampir, pengen gue sambelin tuh mulut nya" kata vio yang sedari tadi diem


"udah lah, lanjut kerja atau gak gue gaji" kata asya dengan terkekeh


"gak cocok Lo jadi bos" kata vio dengan langsung membantu asya


"cocoknya?" tanya Sasa


"pembantu gue" ceplos Ririn membuat mereka tertawa


ya, Ririn, vio dan Sasa justru malah memilih membantu asya jualan, bukan karena dapet upahnya tapi memang mereka malas jika hanya di suruh menonton yang lomba


"udah buka" kata seseorang mengejutkan mereka yang sedang fokus pada pekerjaan nya


asya dan Ririn kaget dengan orang yang tengah membeli minuman mereka


"mau beli? berapa?" tanya Sasa ramah


"boleh dong, gue beli 2" kata Bagas yang tengah membeli minuman asya


dengan tanpa banyak kata lagi, asya langsung meracik minuman nya, meski Bagas sudah lama tak meng ganggu ya, tapi asya heran sekaligus khawatir dengan adanya Bagas sebagai pembeli pertamanya


"ini minuman nya" kata asya memberikan minumannya


"thank's sya, gue coba dulu" kata Bagas langsung meminum nya


"serius ini enak banget minuman nya" kata Bagas jujur dengan terus meminum nya "gue bantu promo deh" kata Bagas langsung mengotak ngatik ponsel nya


Ririn dan asya saling tatap tak mengerti, sedangkan vio dan Sasa hanya tersenyum dengan respon pelanggan pertama nya


"udah gue bantu post nih, gue duluan" kata Bagas senang dan berniat pergi, namun di tahan asya


"tujuan Lo apa?" kata asya langsung tidak bisa menahan kecurigaan nya sedari tadi


melihat wajah asya yang curiga, Bagas langsung memberi kan penjelan nya "bentar sya, gue sudah lama gak gangguin Lo dan yang lain kan? jadi tak masalah dong kita damai?" kata Bagas


"karena apa?" timpal Ririn bertanya


"kalian kan nyimpan bukti gue, semenjak Azka ngancem balik gue waktu itu, sebaiknya gue tak berulah sama kalian , gue gak mau citra baik gue sebagai ketos buruk apalagi masa jabatan gue bakalan lengser" kata Bagas jujur


"ouh karena itu, sorry kita bukan orang Cepu yang langsung maen lapor sana sini" kata asya dengan wajah masih dengan penuh kehati batian


"iya gue tau, makan nya gue lebih baik damai aja sama kalian, mungkin gue emang brengsek, tapi gue melakukan nya sama orang yang mau menyerahkan nya sendiri bukan secara paksa" kata Bagas dengan penuh penyesalan dan keseriusan


asya melihat kesungguhan di mata Bagas," kita bisa damai selagi tak pernah saling mengganggu" kata asya membuat Ririn melotot


"gue tau kalian, selebih nya biar waktu yang membuktikan" kata Bagas yang di jawab anggukan kepala oleh asya


"gue duluan, sekarang basket tim kelas kalian sedang tanding" kata Bagas dan langsung berlalu


semenjak Bagas pergi stand asya langsung di serbu oleh para siswa, dan kini mereka tengah di sibukkan dengan jualan nya


dari Ririn yang membantu menakar es batu dan asya yang meracik minumannya kemudian di berikan kepada vio yang menutup minuman dan terakhir di pembayaran di Sasa


banyak siswa yang membeli dan salah satu nya berkat postingan Bagas tadi, ya Bagas sang ketos sudah pasti memiliki para fans nya


dan kemungkinan terbesar para fans Bagas lah yang membeli nya karena kebanyakan para siswa perempuan yang membeli


begitu banyak nya yang beli membuat mereka kelelahan dengan banyak nya siswa yang membeli minuman nya


"anjir cape juga cari duit" keluh Ririn yang kini tengah duduk lesehan


"untung pake apron, baju gue jadi gak kotor" kata vio yang melihat apron nya sudah banyak noda percikan air coklat


"sya " kata Azka yang baru nongol bersama tim basket nya


"gimana?" tanya asya to the poin


"berhasil dong" kata Azka yang langsung bersorak gembira dengan tim basketnya


"bentar gue bikin minuman buat kalian" kata asya langsung meracik minuman nya


"kalo final nanti Lo mau tetap jualan?" tanya Azka pada asya yang sedang fokus membuat kan mereka minuman


"kalo kalian masuk final, gue bakalan nonton dan ada reward kalo kalian sampe menang" kata asya sembari mata nya fokus dengan pekerjaan


"lah apaan? gue juga mau dong reward nya" kata Ririn yang langsung semangat


"reward nya masih rahasia, jadi kalian harus semangat buat menang" kata asya membagikan minuman nya pada tim basket nya


"enak ya punya ketua kelas macan mama, di kasih minuman geratis" seru rival dan di setujui dengan yang lain