
Malam berganti pagi, matahari seakan malu malu menampakkan dirinya, ayam mulai berkokok, dan burung-burung pun bersiul ramai.
Pagi ini ara masih berada di kamar mandi yang begitu dingin, terbangun dari pingsannya
"Eunggghhhh
Erangan ara memegang kepalanya yang berdenyut.
Ara pun berdiri menyeimbangkan badannya yang remuk remuk, beranjak kekamarnya.
Ara pun keluar dari kamar mandi umum di mana menjadi saksi kekejaman ibunya.
Di saat melewati meja makan Tidak ada seorang pun yang ia lihat.
"Kemana mereka??,biasanya kan setiap pagi mereka selalu berkumpul di sini.,"gumam ara pelan sambil memperhatikan meja makan yang rapi dan kosong
"Entahhh, biarkan sajalah."kata ara lalu beranjak ke kamarnya.
Sesampainya dikamar ara langsung mengganti pakaiannya yang basah, dan sekalian mandi.
Di dalam kamar mandi ara termenung mengingat semua perlakuan keluarganya kepadanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi??, kenapa aku selalu salah dimata kalian, kenapa kalian membenciku?, apa salah ku, hal apa yang tidak ku ketahui, "ucap ara lirih serta air mata yang entah sejak kapan membanjiri matanya.
"Seandainya aku punya salah beritahu aku biar aku bisa membenahi diri, jangan sakiti aku dengan kata kata laknak itu."lanjut ara lagi
"Aku terbiasa dengan kata-kata itu tetapi aku lelah, aku sakit, aku sendiri, aku mati, hiksss....!!! Kapan semua ini bisa berakhir??? Ucap ara.
Lama ara menangis di kamar mandi ia pun menyelesaikan mandinya dan bergegas untuk berganti pakaian.
Sekarang ara memutuskan untuk tidak ke sekolah lagi, dia terlalu lelah, dia akan menghabiskan waktu hari ini untuk istirah dan mempersiapkan mentalnya, siapa tau besok adalah hal paling mengerikan bagi ara.
โโโ
Dilain sisi
Duk... duk...duk....duk... (gedoran pintu)
"Kak fathiiiiiiiiiiiiiiiiiiirrrr..........., banguuuunnnnn." Ucap anna sambil mengedor gedor kencang pintu kamar fathir.
Fathir pun bangun dari tidurnya menuju pintu kamarnya.
Ceklek
"Apaan siii lo, berisik banget bisa bisa ni pintu kamar gue roboh."ucap fathir jengkel bermuka bantal
"Lah biarin aja Roboh, kan bisa di ganti lagi, ayah ma bunda kan orang kaya. Wellleekkk "ucap anna sambil menjulurkan lidahnya
"Serah lu lah."fathir acuh sambil melangkah kembali ke dalam kamarnya.
"Lah lo mau kemana kak."ucap anna yang melihat fathir kembali ke ranjangnya.
"Lo punya mata kan??, emang nggak liat??ucap fathir sambil membaringkan dirinya di ranjang empuk miliknya.
"Lahh kak ihhh bangun, kita bisa terlambat kalo gini." Ucap anna Sambil mengoyangkan tubuh fathir yang di bungkus selimut.
"Yaudah pergi aja sih supaya nggak terlambat.nggak usah nungguin gue."
"Masa jalan kaki ih, kan sama aja aku terlambat jugak."ucap anna
"Ngak...ngak...ngak...., aku nggak mau pokonya kak fathir bangun ceppet ih, ayooo bangun."sambil menarik narik tangan fathir yang masih enggan untuk beranjak dari singgasananya.
"Gue nggak sekolah, malas gue, ijin ajalah ."ucapa fathir gampang
"Enak aja ijin ijin nggak nggak."ucap anna jengkel
"Yaudah deh nggak usah bawel ih."ucap fathir
"Ooooo jadi kak fathir nggak mau sekolah ni,?? Mau ijin..??? Yaudah aku ijinin ya....".ucap anna
"Hmmm".gumam fathir
Tiba-tiba...
"Bundaaaaaaaa......, kak fathir nggak mau sekolah katanya males, terus minta di ijininin, dia jugak ngelarang anna sekolah katanya sekolah itu bikin beban bunda."teriak anna melebih lebihkan kalimat yang di ucap fathir lalu keluar dari kamar fathir
"Woyy dek....bener bener lu mulut ember pake fitnah lagi, laknat emang."ucap fathir mengumpati anna lalu bergegas kekamar mandi takut nyonya cantik dirumahnya itu menghampirinya.
"Fathirrr, kamu dimana nak?? Ucap fatim lembut
"Iya bund, ada apa??? Fathir di kamar mandi."
"Kata anna kamu nggak mau sekolah kenapa,kamu sakit ???ucap fatim
Fathir pun keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan seragam sekolah lengkap
"Iihhh mana ada bun, ini fathir udah siap, si Annanya aja yang tukang ngadu."ucap fathir sambil menyumpati adiknya dalam hati (laknat benner)
"Yaudah, ayo kebawah sarapan dulu terus berangkat nanti telat lagi".
"Iya bun.."ucap fathir penuh rasa sayang kepada bundanya.
Fathir memang seorang Bad Boy yang bandelnya nggak ketulungan tapi semuanya bisa diatasi jika sudah bersangkutan dengan bundanya ia sangat menyangi bundanya, apa pun yang ia lakukan demi bundanya bahkan jika ia harus ngorbankan nyawa, ia pun akan sanggup.
Biasanya seseorang anak bisa jadi BAD BOY kalo dia ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya, tapi beda dengan fathir, dia tidak pernah kekurangan perhatian, kasih sayang dari orang tuanya walaupun orang tuanya juga pebisnis , mereka selalu memberikan kasih sayang kepada anaknya tanpa kekurangan pun, terus kalo fathir??? Mungkin dari dasarnya dia emang bandel dan acuh.
(kata katanya AUTHOR hiperbola banget ya?)๐
.
.
.
.
.
Yeayyyy akhirnya part ini selesai jugak๐
Part ini kayaknya konfliknya nggak banyak, ya biar di next capter ajalah soalnya ara juga butuh istirahat kan nggak mungkin dong dia nangis terus kan kasian aranya๐
Mohon maaf kalo banyak kata kata typo atau kata non baku atau kata apa gitu.
Jangan lupa vote dan komenya yaa