Arasya

Arasya
Part 8



🍁HAPPY READING🍁


.


.


.


.


.


.


.


Ara berdiri di Halte sambil menunggu bus sekolah datang menjemputnya, setelah bus yang sedari tadi ditunggunya datang ia pun masuk kedalam bus tersebut.


Yaellah si ara gaya gayaan peke dijemput, eee tau tau yang jemput pak bus πŸ˜‚πŸ˜‚


Didalam bus tersebut Ara mengambil tempat duduk di bagian pojok belakang, katanya biar nggak ada yang ganggu.


Selang beberapa lama kemudian bus yang ditumpangi Ara sampai di tujuannya.


Ara turun dari bus lalu berjalan sedikit ke Arah gerbang sekolahnya.


Dari luar gerbang Ara menatap sekolah yang sudah dua tahun ini bisa memberi ara kenyamanan yang dua tahun ini bisa membuat Ara bisa bertahan dengan Orang orang banyak.


Ara mengingat ucapan ayahnya tadi pagi bahwa ia akan dipindahkan kesekolah kedua saudaranya.


Dari awal Ara memang ingin sekolah di SMA Galaxy, yaitu salah satu sekolah terbaik di kota in ,tetapi semenjak ia tahu bahwa kedua saudaranya sekolah di sekolah tersebut ia pun akhirnya untuk tidak sekolah di sekolah tersebut, dan memuruskan bersekolah di tempat lain, Alasannya karna ia tidak mau berurusan dengan saudaranya, walaupun alasan itu termasuk alasan klise tetapi memang itu alasannya.


Ara berjalan dikoridor sekolah, sekarang sekolah sudah Ramai mengingat ini sudah jam enam lewat.


"Haiii.... Ra....!!!"


"Pagi.... raa...!!"


"Ra lo kok cantik siii!!!"


Sapaan bahkan godaan didapatkan Ara dari beberapa orang yang berada di koridor tesebut.


Ara hanya membalasnya dengan senyum lembut, senyum yang selalu di perlihatkan kepada orang orang banyak, senyum yang dapat menipu semua orang bahwa ia baik baik saja.


Ara memasuki kelasnya yang sudah ramai , ia pun duduk di singgasananya lalu menenggelamkan kepalanya kedalam lipatan tangannya, entah apa yang dia lakukan tertidur??? Atau hanya sekedar ingin melakukan itu.


"Araasyaaaaaa my sweetii, my baby ,my lope lope, my bepren, my cayang, my my my my my akhirnya lo datengggg jugakkk......" Teriak Tia tiba yang membuat semua penghuni kelas menutup kuping mereka Rapat rapat.


Teriakan Tia yang menggema tersebut membuat semua penghuni kelas menatapnya dengan horor seakan akan ingin memakan Tia hidup hidup


"Aisssss lo berisik amat siiii....tu mulut ato TOA??? Gede amat suaranya, heran gue."


"Aisss si Ara gue kan seneng lo datang." ucap Tia dengan wajah memelas


"Seneng si seneng yahhhh tapi nggak gitu juga kali..." ucap Ara dengan nada sedikit jengkel


"Ya kan lo tau gue kek gimana Hebo tiap hari, dan Hebo itu adalah ciri seorang TIYANA ARSYILA yang cantik badai mempesona sejagat Raya."ucap Tia yang menyombongkan diri


"Hey BTW lo kemana si Dua Hari nggak kesekolah tanpa keterangan, handphone nggak aktif ,aku chat nggak dibales.!!!" lanjut Tia sok marah


"Ellah pertanyaannya banyak banget, terus gue harus jawab yang mana dulu??"ucap ara yang ingin menjelaskan.


"Serah lu lah, intinya semuanya haruss di jawab." ucap Tia yang entah dari kapan dia sudah duduk di bangkinya.


"Oke oke oke, selama dua hari ini gue nggak kesekolah?? Ya gue nggak kemana mana nyantai aja dirumah, terus gue nggak megang handpone, handphone gue mati , tapi kalo chat lu gue balas yaa." Kata Ara panjang lebar


"Iya lu bales tapi dibalesnya kemarin padahal tu chat udah 2 hari yang lalu, udah kadaluarsa." Ucap Tia jengkel sok ngambek, sedangkan Ara hanya membalasnya dengan cengiran.


Ya benar sekali sekarang mood Ara sudah baik, dengan begini, bercanda ria Dengan Tia dia bisa sedikit melupakan semua masalahnya.


●●●


Disisi lain


"Fathiiiiiiiirrrrrrrrrr.......... mau kemana kamuuuuu" teriak bu sarah sambil mengejar fathir yang berlari keluar kelas di saat bu sarah akan masuk untuk mengajar ke kelasnya.


"Ke Toilet bentar buu....!!! " teriak fathir sambil berlari


"Jangaan bohong kamu, mana ada toilet sebelah sana," sambil menunjuk Arah kanan, Toilet itu sebelah sana, lanjut bu sarah menunjuk sebelah kiri.


"Benner dehhh bu ke Toilet kalo sempet." Teriak fathir yang sudah menghilang dari pandangan bu Sarah.


"Fathiiiiirrrrrr............" Teriakan bu sarah menggelegar sepenjuru sekolah sehingga para murid murid yang ada disekolah tersebut menutup kuping rapat rapat.


Fathir menuju ke Rooftop sekolah dengan berlari lari kecil, Rooftop tersebut sudah mereka sulap sedemikian rupa hingga menjadi tempat Tongkrongan mereka selama sekolah.


Kalian bertanya mereka??? Mereka adalah teman teman fathir.


Fathir menghampiri teman temannya yang sedang duduk bersantai, menjaili sesama bahkan sampai ada yang pukul pukulan, memang teman teman fathir nggak ada yang waras, sama dengan fathir.


"Iya dikawang tapi alhamdulillah berhasil kabuur, Rezeki anak soleh ma memang gini." Ucap fathir sombong sambil duduk di salah satu kursi yang entah mereka dapat dari mana


"Anak soleh pala lu Botak, mana ada anak soleh kek gitu macamnya, ngerokok, balapan, sering ngelawan guru, bolos." Ucap Ian sambil menoyor kepala fathir


"Yey.... mendingan gue ngerokok, balapan, bolos, sering lawan guru, tapi pintar yaaa baik agama maupun pengetahuan, daripada ellu baca Alfatihah aja nggak bisa, jangankan alfatihah huruf alif yang besarnya kek pohon mangga aja nggak bisa lu baca wellleee.....πŸ˜›." Ucap fathir panjang lebar sambil menjelek jelekkan Ian.


"Iya iya iya yang agamanya bagus iyain aja biar ceppet." Ucap ian ngalah


"Emmang huuu...." kata fathir sambil tertawa terbahak bahak


"Tau' ah gelap." Ucap Ian jengkel terhadap fathir


Selama dua tahun berteman di dalam geng fathir tidak ada yang namanya ketua, sistem mereka yaitu sama nggak ada perbedaan, baik itu yang pintar, yang jago bela diri atau apapun itu.


●●●●


Kriiiingggg....


Bel Berbunyi semua siswa yang ada di kelas tersebut bersorak ria karena ingin segera memberi makan peliharaan mereka dalam perut.


"Bai Anak-anak sampai disini pelajaran kita, kita lanjutkan minggu depan terima kasih." Ucap guru yang mengajar dalam kelas tersebut.


"Ia buuu..." jawab mereka serentak


"Ra kantinn yuuukkk angry nihh angry...." ucap Tia memelas kepada Ara


"Aellah gaya lu pake bahasa inggris salah jugak, hungry kuyukkk bukan angry, angrt tu Marah." ucap Ara sambil menoyor kepala Tia


"Serah gue dong mau Angry mau Hungry sama aja." Ucap Tia seenaknya


"Sama panya begooo." Kata Ara lagi


" yaaa sma hurufnya sama sama ada huruf N G R Y wleeee.." ucap Tia sambil menjulurkan lidahnya ke arah Ara


"Semerdeka lu aja." Kata Ara mengalah


Lebih baik Mengalah daripada ribut hanya kata hungry dan angry soalnya Tia orangnya itu nggak mau kalah dan nggak pernah mau dikala walaupun sejatinya ia salah.


Sesampainya di kantin mereka mengambil tempat duduk di bagian pojok biar nggak terlalu mencolok.


"Ra mau pesen apa???" Ucap Tia


"Yang kek biasa aja lah"


"Oke." Ucap Tia sambil berjalan untuk memesan makanan.


"Haii....!!! Ucap seseorang


"Hai kak, duduk dulu..!!" Ucap Ara mempersilahkan orang Tersebut duduk


"Kok sendiri tumben, si mercon kemana..??" Ucap orang tersebut


"Lagi pesen makan, tuu... dia orangnya." Ucap Ara yang menunjuk Tia yang sedang Berjalan menghampiri mereka membawa pesanannya.


"Ehhhh ada kak Gavin, sejak kapan kak disini???" Ucap Tia basa basi


"Sejak Ayam bertelur Sapi." Ucap Gavin ngaur


"Au Ah terang banget..." ucap Tia jengkel lalu memakan pesanan yang dia bawa


"Ra kamu nggak makan??, makan gih nanti sakit lagi" perhatian Gavin ke Ara


"Iya kak."


Ara pun memakan makanannya dengan lahap


"Ra makannya pelan pelan dong kan belepotan." Ucap Gavin sambil membersihkam mulut Ara


"Khemmmmmmm....... mesra mesraan terusss sampai dunia berasa milik berdua." Teriak Tia yang membuar orang orang memandang mereka dengan serius


"Apaan si lo, mercon." Ucap Ara malu


"Eee besok pulang sekolah jalan yukk." Ucap gavin sambil mencairkan suasana kikuk


"Sumpah demi apa kita jalan bertiga yang ada gue jadi obat nyamuk." Ucap Tia ogah


"Yee yang bilang bertiga siapa haa...!!! Yaa sama teman teman gue jugak kali"


" ya kan kiraiin cuma bertiga, yaudah deh gue mau"ucap Tia tak mau kalah


"Kalo lo Ra....???" Ucap gavin bertanya ke Ara karena sedari tadi ia hanya Diam.


"Aku....." tanyanya Ara menunjuk dirinya dan di angguki oleh Gavin dan Tia


"Kalo aku kayaknya...........


To be continue........