Arasya

Arasya
mama papa



pagi harinya kelas sudah ricuh dengan teriakan sang bendara menagih uang kas sudah seperti rentenir saja, seperti pada umumnya yang susah bayar kas itu kebanyakan para cowo


"ada apa sih Tan?" tanya asya yang baru datang


"ini sya tuh para cowo banyak yang belum bayar uang kas" keluh intan


"mana gue liat" kata asya merebut buku yang intan pegang


beberapa detik kemudian "riooooo" teriak asya


"apaan woy.." jawab nya berteriak


"bayar kas gak Lo?" kata asya


"ya elah sya gak ada uang udah gue beli kuota nih" kata Rio melambaikan hape nya


"bayar kas atau Lo gak di ajarin Nadya lagi" ancam asya


"dih ngancem" jawab nya menghampiri asya


"bayar aja kenapa sih" jawab asya


"nih Tan, tulis yang gede Rio si ganteng dari orok sudah bayar kas, yang gede Tan tulisan nya" kata Rio menyerahkan uang sepuluh ribu


"Lo udah nunggak 3 kali ya Lo, jadi tinggal dua kali lagi nih" kata intan


"ya elah kasbon dulu tan" kata nya sambil memainkan hape nya


"Lo pikir gue Bi Yem apa yang bisa di kasbon?" kata intan tak di jawab Rio


"udah Tan, yang Nadya biar gue yang bayar" kata asya


"gue gak di bayar mah" kata Ucup


"gue juga dong mah" kata bian


"mamah? Lo pikir gue mama Lo?" kata asya


"ya elah kan Lo ketua kelas otomatis jadi mama kita ya gak cup" jawab bian


"siapa mama kalian?" tanya Azka yang baru datang bersama arash, entah ada apa yang pasti sejak sore kemarin kedua nya terlihat kompak


"asya ka, tapi Lo gak boleh jadi papa nya ka kan Lo udah punya gebetan" jawab Ucup


"mama nya jomblo ni ye" ejek rival dan di tertawa kan oleh teman nya


"tenang ma, gue punya cowo cakep mau gak?" tawar Alma ikut ikutan mengejek asya


"aduh mama" seru Ririn yang di tertawa kan oleh semua nya


"atau mau gak Lo sama si Miki, lumayan brondong" kata Sasa terkikik


" eh pada tau gak gambar yang di kaleng Khong Guan yang merah itu ada gambar seorang ibu dan kedua anak nya?" tanya asya


" iya mah kenapa?" tanya Usup


"jangan pikir dia janda, dia punya suami nya tapi lagi merantau ke Inggris gambar nya di kaleng Monde" jawab asya yang langsung di tertawa kan oleh semuanya


" dan di kaleng susu cap nona itu para Tante nya begitu sya" kata Ririn membuat mereka semakin tertawa begitu juga dengan asya


"keluarga kaleng itu mah" kata Rio dengan masih tertawanya


"yang isi nya kerupuk alot bukan?" tanya Ucup membuat mereka tak kuat lagi menahan perut nya


"itu mah di rumah Lo cup" kata bian menonyor kepala Ucup


"nih gue" kata Azka memberi kan uangnya


"tinggal arash sya, Lo aja yang tagih gue suka takut liat wajah datar nya" kata intan membuat asya langsung menuju ke arah arash


"rash bayar uang kas, udah 3 kali Lo belum bayar" kata asya


"kenapa baru di pinta?" tanya arash


"baru tau sekarang rash" kata asya


"nih, sisa nya buat bayar punya Lo" kata arash mengeluarkan uang lima puluh ribu


"wah thank beb" canda asya tapi membuat arash berdenyut ngilu gimana


"wah arash jadi papa guys" seru Ucup yang mendengar candaan asya


"serius Lo?" tanya bian


"serius, tadi mama bilang thank beb pada arash karena papa bayarin uang kas mama" kata Ucup membuat Ririn juga yang tadi mendengar candaan asya tergelak


"kita minta papa aja deh buat bayarin uang kas" kata rival kepada mereka


"gak ada, bayar sendiri" kata Azka mencegah nya


"mama ... bang Azka galak" kata Ucup mengadu seperti anak kecil membuat mereka tertawa


"papa arash bang Azka nih galak" kata Ucup mengadu pada arash sedangkan arash hanya memandangnya datar sementara mereka tergelak dengan aduan Ucup


"aduh Ucup anak ku sayang, sebagai anak yang Sholeh kamu harus berbakti dengan orang tua, dan salah satu nya kamu harus bisa memberi mama uang jadi kamu harus pinter pinter cari uang ya karena skincare mama mahal" canda asya membuat mereka tertawa


"mama matre deh" keluh Ucup "masa Ucup di suruh nyari duit" tanya nya seimut mungkin


"cewe terlihat matre dari segi pandang cowo kere cup" kata Sasa membuat mereka tergelak


"iya realistis doang, mana ada cewe yang mau di ajak susah" kata Alma menimpali


"ada, tuh Nadya hidup nya sederhana gak banyak neko, pinter lagi" kata Rio memuji Nadya


"aa cieeeeeee" sorak yang lain


"udah woy, bentar lagi guru masuk" kata Azka


"Lo juga sya diem dulu tuh mulut" lanjut nya


"oke bang" kata asya langsung terdiam


asya memang langsung diem tapi tidak dengan tubuh nya, dia kepo dengan Sasa yang dari kemarin selalu senyam senyum sendiri melihat hape nya


sehingga guru datang dan membuat mereka tenang mengikuti pelajaran


banyak di antara mereka ingin waktu cepat berputar karena merasa bosan dengan cara belajar


bahkan asya sudah berapa kali menguap, mata nya sudah tidak apalagi dengan cara menjelaskan seperti membaca dongeng


dengan membuka buku dan mendirikan nya di meja asya langsung tertidur, dirinya sudah tidak tahan menahan kantuk yang melanda


arash tersenyum tipis saat melihat asya yang tertidur


"ya elah nih ketua ada yang begini" kata Ririn melihat asya yang sudah tertidur


mungkin hanya asya siang yang seorang ketua kelas tapi selalu bikin masalah, tidak patut untuk di conto kata pikiran Ririen