
tak terasa waktu sudah siang, Sasa masih di apartemen nya Agam, setelah tadi membantu nya memasak untuk sarapan dan untuk makan siang Agam
"gam gue balik dulu yah, udah siang nih" kata Sasa
"ouh iya, thanks sa udah mau di repotin gue, bantu gue masak dan ngobatin luka gue" kata Agam
"sans aja gam, gue pamit ya" kata Sasa ijin pulang
sedangkan arash kini berada di rumah asya, pria yang tengah di Landa jatuh cinta itu, seakan tak rela untuk pulang
seakan ada alasan untuk berlama di rumah asya, arash mengajak daniel, anak om Radit bermain PS
sedangkan asya membantu mbok Isah memasak untuk makan siang, sudah lama mbok Isah memasak di siang hari untuk majikan nya itu
Karena biasanya mbok Isah akan bekerja hanya membersihkan rumah dan mencuci saja, sedangkan untuk makan siang kendra yang sudah di cafe dan asya yang masih di sekolahan, dan untuk malam pun mereka memilih beli atau makan makanan cafe saja
"den Daniel kenapa gak netap saja di sini neng? kan biar neng asya ada teman nya" kata mbok Isah
"kalo asya sih gimana Daniel saja bi, kalo mau di sini Alhamdulillah tapi kalo sama orangtuanya juga tidak apa apa" jawab asya
"iya ya neng, tuan Radit masih inget sama neng asya sama den Kendra juga sudah Alhamdulillah banget menurut bibi" kata mbok Isah
"iya bik, sudah selesai kan, bik tolong panggil kan bang Kendra di belakang ya, asya panggil arash sama Daniel" kata asya
melihat Daniel yang dingin sama seperti arash, asya terkejut saat melihat mereka tengah mengobrol seperti layak nya teman dekat saja
asya tak tau saja, kalo cowo emang begitu, walaupun tak kenal tapi kalo berbicara tentang dunia mereka pasti cepet nyambung
hal baru di ketahui oleh asya, bahwa daniel juga sangat suka dengan dunia bela diri
"Daniel arash, kita makan siang dulu yuk" ajak asya pada mereka
"bentar kak" jawab Daniel singkat
arash hanya tersenyum dengan jawaban Daniel, seolah melihat dirinya saat belum dekat dengan asya
"makan aja dulu, nanti kalian bisa sambung lagi main nya" kata asya pada mereka
"iya" jawab Daniel singkat tapi mata nya masih fokus ke layar televisi
"ayo pada makan"seru bang Kendra yang baru datang
"bentar bang" jawab Daniel dengan mata yang fokus pada layar besar itu
"wih hebat nih" kata bang Kendra malah nimbrung di sela sela arash dan Daniel
asya hanya tercengang melihat mereka malah asik main PS, malah bang Kendra juga malah ikut ikutan ngobrol sama mereka
karena tak mengerti yang mereka tanyakan, dan juga asya merasa kesal karena sudah di abaikan mereka, asya langsung pergi ke meja makan sendiri
"loh neng, yang lain mana?" tanya mbok Isah heran
"mereka malah asik main PS bi, biarin aja deh lah" kata asya langsung mengambil makanan nya
"bibi ini gak papa pulang?" tanya mbok Isah tak enak hati
"ya gak papa bi, bibi pulang aja" jawab asya
"ya udah deh neng, bibi pulang ya" pamit nya yang di angguki kepala oleh asya
setelah makan asya mencuci piring sendiri,dan masih belum ada tanda tanda mereka untuk makan siang
di liatnya ternyata mereka malah asik main PS, dan kali ini bang Kendra malah ikut ikutan main PS
sedangkan arash tampak menikmati waktunya bersama kakak dan adik dari pujaan hatinya
bahkan arash melupakan asya yang kini sedang dalam mengarungi alam mimpi
tak terasa sudah lama mereka bermain PS membuat perut mereka keroncongan
"wah bang udah jam 3" kaget Daniel melihat jam dinding
"eh iya, sudah dulu main nya, besok lagi" kata bang Kendra yang di angguki arash dan Daniel
"asya mana?" kata arash melihat keadaan rumah yang hanya ada mereka
"mungkin udah tidur dia, makan dulu rash" ajak Kendra pada arash
sedangkan di rumah arash, tampak vino sedari tadi menghela nafas kasar, hanya melihat kemesraan mama nya membuat vino kesal dengan kebetean nya
"pantes arash belum pulang-pulang, mungkin dia juga sama lagi pacaran" kata vino menghela nafas
hari weekend bagi setiap pasangan adalah waktu yang pas untuk berpacaran, sedangkan hari weekend bagi vino hanya menghela nafas karena harus memperhatikan mama nya yang sedang pacaran
"ini mah kebalik, harusnya mama yang sedang mantau gue pacaran, lah ini malah gue yang mantau nyokap sendiri pacaran" gumam vino
kalo bukan pernah melihat gimana mama nya di siksa dulu sama papa kandung nya, mungkin vino tak separno saat ini, saat mama tengah memilih untuk dekat dengan seorang laki laki lagi
sudah beberapa kali vino berdecak kesal, melihat keromantisan yang di layang kan kedua paruh baya di depan nya
salah nya sendiri, sudah di suruh main ataupun bisa istirahat di kamar arash, tapi vino malah memilih di sana memperhatikan mama nya sambil memainkan ponsel nya
"assalamualaikum"
"waalaikum salam" jawab nya serempak
senyum vino langsung terpatri saat arash datang setelah lama dia menantinya
"vino sama arash saja ma, pa" ijin vino yang langsung mendekati arash
"gue udah lama nunggu Lo" kata vino pada arash "ayo dah ke kamar Lo aja" kata vino langsung melangkah mendahului sang punya kamar
papa Hendra dan mama ayu langsung tercengang, karena sedari tadi sudah di tawari untuk ke kamar arash langsung tapi vino malah berdiam terus di sofa
arash hanya tersenyum melihat vino langsung melenggang ke kamarnya, di lirik nya kedua paruh baya yang tengah bengong melihat kelakuan vino
"ck, kalian memamerkan keromantisan kalian di depan vino yang jomblo" cibir arash yang langsung melenggang pergi ke kamarnya
mama ayu langsung malu, sedangkan papa Hendra hanya tertawa
"maklumin papa rash, sudah lama papa tidak merasakan cinta" teriak papa Hendra yang di jawab gelengan kepala oleh arash namun tersenyum tanpa mereka ketahui
"mas malu" sikut mama ayu
" gak papa sayang" tenang papa Hendra
seakan cinta memang bisa mengalahkan segalanya, bahkan mama ayu yang selalu mengkhawatirkan anak nya, tapi kini malah terkesan mengabaikan anak nya itu
sedangkan di kamar arash, vino sudah langsung merebahkan tubuh nya di ranjang arash
tanpa rasa malu lagi, vino langsung menguasai ranjang milik arash, sedangkan arash hanya menggeleng kan kepala tanpa berniat untuk mengusir nya
tapi hatinya merasa hangat saat melihat kondisi di rumah nya saat ini