Arasya

Arasya
di culik om om



"Lo harus cerita mengenai omongan Lo yang katanya di culik om om" kata Azka membuat mereka baru ingat dengan tujuan awal nya


"ouh itu" jawab asya cengengesan


"gila nih anak malah cengengesan" kata Ririn yang sudah kepo


"oke gue cerita dan jangan ada yang memotong omongan gue" kata asya yang di angguki mereka


"setelah ribut Lo Yo gue langsung kabur dari sekolah eh malah nemplok di cafe-


"bentar sya gue minum dulu" sela Ucup membuat asya menghentikan cerita nya dan membuat mereka kesal baru juga cerita sudah di ganggu


"udah?" kata Rio kesal


"udah" kata Ucup cengengesan


"lanjut sya" titah Azka


"oke" kata asya


flashback on


asya yang kesal dengan Rio langsung berjalan entah kemana sembari mengucapkan sumpah serapah nya pada Rio


hingga dia masuk ke dalam cafe dan memesan banyak pesanan untuk menyalurkan emosinya


"Lo pikir cuma Lo doang yang punya masalah gue juga punya banyak masalah, dasar Rio sialan" gumam asya sembari memotong steak dan memakan nya


asya di perhatikan banyak orang, selain dia mengoceh seperti orang gila dia juga hanya memakai baju seragam sekolah


asya tersadar saat makanan sudah habis "astaga gue lupa bawa dompet sama hape" kata asya menepuk dahinya


asya menggigit jarinya bingung harus apa hingga seseorang laki laki berumur sekitar 40 tahun an duduk di depan asya


"kenapa? sepertinya sedang bingung?" tanya nya membuat asya kaget


asya hanya kaget sekejap hingga beberapa detik dia mendapatkan ide cemerlang


"asya bingung om, asya lupa bawa dompet sama hape" kata asya memelas


"biar om yang bayar" kata nya


"serius om?" tanya asya


"iya tenang aja" jawab nya sambil mengeluarkan kartu hitam milik nya kepada pelayan


"wih om punya kartu sakti?" kata asya berbinar


"kenapa emang nya?" jawabnya


"om orang kaya dong, kaya kakek asya dulu juga punya kartu sakti " kata asya


"kamu masih sekolah, kenapa sudah ada di sini ?" tanya nya mengalihkan pembicaraan


"kali kali om" jawab nya cengengesan


"ayo om antar pulang, nanti orang tua mu marah" ajak nya sambil berdiri


"orang tua asya udah gak ada om" jawab nya membuat lelaki tadi langsung duduk


"ya udah pulang aja dari pada kamu keluyuran gak jelas apalagi masih di jam pelajaran" katanya mengajak asya


setelah menimang nimang asya menerima ajakan dari lelaki yang tidak di kenali nya


mobil melaju dengan kecepatan sedang setelah asya mengatakan alamat rumah nya


awalnya asya masih santai dan berpikir positif namun pikiran nya langsung kacau saat mobil berhenti di sebuah hotel megah


asya bukan gadis polos pada umumnya dia sudah tau hal hal berbau seperti ini terlebih sang kakak yang selalu mewanti wantinya dan video yang pernah di rekam sebelum nya


dengan berpikir keras asya mengikuti terlebih dahulu kemana laki laki itu mengajak nya


"om ada urusan sebentar, kamu bisa menunggu di lobi atau di ruang private om" kata lelaki tadi yang sudah di hampiri seseorang


"om asya boleh minta uang gak?" tanya asya melancarkan aksinya


"asya belum pernah ke hotel mewah om, asya juga ingin menikmati restoran nya pasti makanan nya enak enak" kata asya memelas


tanpa pikir panjang lelaki tadi memberikan kartu saktinya kepada asya


"nih kamu bebas mau makan apa" kata nya menyerahkan kartu sakti nya


"no om, asya gak suka kartu asya suka nya uang cash, 200 ribu aja deh om" kata asya


"ya udah nih, kalau masih kurang kamu tinggal pesan aja dulu nanti om yang bayar" katanya


"oke om" kata asya berseru senang setelah mendapatkan uang


"kamu jangan kemana mana nanti om ke restoran menemui kamu" titah nya dan langsung pergi entah kemana


asya menetralkan jantung nya dulu setelah drama yang tadi buat sekarang saat nya untuk kabur dari hotel mewah ini sebelum dirinya di mangsa oleh laki laki berumur itu


asya menghentikan taksinya yang melintas di depan hotel dengan tergesa gesa


"pak langsung jalan" titah nya yang di angguki oleh sopir taksi


"gila .. untung masih selamat" kata asya mengelus dadanya


"tapi lumayan nih uang, tuh orang tua apa bodoh atau bego bisa bisa nya di kibulin oleh asya" gumam asya melihat uang merah yang di pegang nya


"ke mana neng ini tujuan nya?" tanya sopir taksi membuyarkan pikiran asya


"ke jalan Kamboja pak" jawab asya yang di angguki oleh asya


mobil pun melaju ke arah yang di tuju asya hingga mobil berhenti di sebuah pemakaman umum


"nih pak ongkos nya" kata asya sembari keluar mobil" kembalian nya buat bapak aja" lanjut nya


di sebuah gundukan tanah yang terawat itu asya langsung bersimpuh dan menangis sejadi jadinya


asya bercerita keluh kesah nya selama ini kepada makam kedua orang tua nya seakan akan mereka benar ada di hadapan nya


hingga asya lelah dan tertidur di makam ibunya


menjelang malam asya di bagunkan oleh seorang penjaga di sana


"neng bangun, ini hampir magrib neng" kata seorang penjaga


"astaga mang, saya ketiduran" kata asya mengeruk androk sekolah nya


"sebaiknya neng cepat pulang nanti orang rumah nyari neng" katanya dan di bales anggukan kepala oleh asya


"mang makasih " kata asya sembari pamit dan berjalan keluar pemakaman


suasa makam yang sepi dan di tambah menjelang magrib membuat suasana makam terlihat menyeramkan membuat asya bergidik takut dan langsung berlari


di rumah nya asya langsung di introgasi oleh sang kakak karena dapat telepon dari BI inem bahwa adik nya belum pulang


terlebih bi inem yang akan pulang malah kedatangan teman asya yang hanya mengembalikan tas asya di sekolah


bi inem panik dan langsung menelpon kakak asya untuk mencari asya


dengan panjang kali lebar asya menceritakan semua masalah nya membuat Bu inem dan sang kakak mengelus dada dan bersyukur karena asya kembali dengan selamat


flashback off


"begitu cerita nya" kata asya langsung minum lelah telah cerita panjang kali lebar


mereka melongo dengan cerita asya, berbagai pikiran dari kepala masing masing tapi mereka juga bersyukur teman nya telah kembali dengan baik baik saja


"gila.. sumpah ini mah gila" kata Sasa


"gue udah ke pikir nya Lo di ajak anu sama om om" kata Rio


"kak asya berani banget" seru Khanza membuat arash dan Azka menatap tak percaya respon dari Khanza


"kenapa kak? emang kak asya hebat kan bisa lepas dari om om itu" kata Khanza dengan wajah polos nya