Arasya

Arasya
amarah arash



bel berbunyi menandakan waktu istirahat tiba, membuat para siswa berbondong bondong untuk ke kantin


"kalian duluan saja, gue toilet dulu" kata asya pada teman teman nya


"gue pesenin bakso ya, tapi gak pake sambal" kata Ririn yang di angguki asya


"asya" teriak arash saat asya akan berlalu


"apa rash?" kata asya membalikan tubuh nya


"Lo mau kemana?" tanya arash


"ke toilet dulu bentar" kata asya


"gue temenin" kata arash tapi di tahan asya


"gue bentaran kok, Lo duluan aja, tuh bareng dengan yang lain" titah asya pada arash


"gue tunggu di sini aja deh" pasrah arash yang di angguki oleh asya


"gue ke toilet dulu" kata asya melenggang pergi


"hati hati" teriak arash membuat asya berbalik dan tersenyum pada arash


"ada ada saja si arash, cuma ke toilet doang, di suruh hati hati" gumam asya menggelengkan kepalanya


di dalam toilet terasa sepi, karena kebanyakan orang sudah berdesak desakan di kantin


ceklek


suara pintu di buka dan di tutup membuat asya yang sedang mencuci tangan nya setelah buang hajat nya langsung melihat orang yang datang melalui cermin


mata nya melotot saat seorang laki laki bermasker hitam tengah melihat ke arah nya


"siapa Lo? ini toilet cewe" kata asya berbalik pada seorang cowo bermasker hitam


tanpa menjawab, laki laki tadi langsung mendekat ke arash asya dan menyudutkan asya


asya yang ketakutan, berusaha untuk berontak dari Kungkungan cowo bermasker hitam


"ahhh sialan... lepasin gue" teriak asya meronta


bruk


dengan sekuat tenaga asya mendorong laki-laki itu sampai terjengkang ke lantai


asya berusaha lari ke arah pintu saat laki laki itu lengah, namun belum sempat ia memegang gagang pintu kaki nya di tarik membuat asya terjatuh


dengan posisi yang merugikan bagi asya, kini tubuh nya di tindih oleh laki laki itu


dengan sekuat tenaga asya meronta dan berusaha menghalau tangan laki laki itu, tak peduli dengan rok nya sampai tersingkap, karena memakai short pendek se pahanya


"toooloonggg" teriak asya semoga saja ada yang mendengar nya


saat ini asya merutuki dirinya, karena menolak arash untuk menunggu nya di toilet


brek


seragam asya sobek di depan Bagan nya, memperlihatkan bagian dada nya yang nyaris terlihat bra nya itu


sedangkan arash merasa asya lama sekali di dalam toilet nya, arash pikir mungkin asya sembelit atau pun dengan urusan wanita, hingga asya bisa lama berurusan nya di kamar mandi


"rash, asya mana?" tepuk vino yang menghampiri arash di depan kelas nya


"di toilet, kenapa cari asya?" tanya arash


"ouh itu, ada ibu kandung nya Lidya, pengen ngucapin terima kasih pada asya juga, tapi di suruh cepat cepat ke ruang guru" kata vino menjelaskan tujuan nya


"ya udah kita samperin ke toilet aja, dari tadi juga si asya ke toilet nya" kata arash langsung bergegas menuju toilet


di depan toilet, arash merasa aneh dengan sebuah papan yang menandakan toilet nya sedang rusak


tanda itu di letakan di pertigaan yang akan masuk ke dalam toilet, membuat para siswa yang hendak ke toilet bisa langsung pergi tak payah untuk masuk ke dalam terlebih dahulu


"toilet yang di bawah kali" kata vino


"tadi gue liat, dia masuk ke sini" kata arash


"bentar rash, kata vino bergegas masuk ke dalam dan memperkuat indera pendengaran nya


"tooolooonggg"


"tooolooonggg" teriak nya lagi


kali ini arash dan vino membuat cemas, apalagi pintu toilet di kunci


tak punya pilihan lain, arash langsung mendobrak pintu nya bersama vino


brak


brak


butuh dua kali mereka untuk mendobrak pintu dari aluminium itu, sontak membuat pintu terbuka dan terpampang lah sosok wanita yang sedang meronta di bawah Kungkungan dari seorang laki laki


"brengsek"


"bugh"


sebuah tonjokan yang langsung di layang kan arash membuat laki laki tadi terjungkal


arash langsung berusaha membantu asya yang sedang ketakutan, dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya


di peluk nya asya untuk memberikan ketenangan bagi asya


vino yang tak segan segan menghajar laki laki tadi, meski dengan susah payah laki laki menangkis nya


dengan ilmu bela diri yang telah di pelajari nya dari arash, vino berusaha menumbangkan laki laki bermasker hitam itu


tapi rencana nya kali ini, untuk membuka masker tersebut, untuk melihat siapa orang yang telah berani melecehkan asya


"jangan pergi rash" kata asya memeluk erat tubuh kekar arash saat arash melonggarkan pelukannya


"gue gak bakalan pergi sya, gue bantuin vino bentar" kata arash tapi asya menggelengkan kepala nya tanda dia sangat tidak mau untuk di lepas


"dengerin sya, bentaran doang, gue pengen tau siapa orang yang telah berani melakukan ini pada Lo" bujuk arash dan akhirnya asya meng ngangguk


di tuntun nya untuk menjauh, dan membalikan asya ke dinding supaya, baju sopek di bagian depan nya tidak tampak oleh orang lain


"Lo tunggu di sini ya" kata arash yang tengah meng luas kepala asya


hanya anggukan yang di jawab asya, hingga arash langsung menghampiri laki laki brengsek itu


"brug"


"brug"


dengan dua kali pukulan dari arash membuat laki laki tadi lengah, dengan mudah nya arash membuka masker yang sedari tadi menjadi incarannya


seringainya muncul saat menyadari siapa sosok di balik masker hitam yang berusaha melecehkan asya


dengan sigap arash membekuk laki laki itu dengan tangan nya yang mengunci pergerakan dari laki laki tersebut


"panggil si ketos dan guru BK" titah arash yang langsung di angguki oleh vino dan langsung ngibrit keluar


"sialan Lo rash" kata laki-laki itu membuat asya menegang dengan suara yang ia kenali


deg


"suara itu" gumam asya


dengan menguatkan hatinya asya menengok ke belakang melihat arash yang tengah mengunci pergerakan dari laki laki tersebut


deg


"Agam sialan" teriak asya menghampiri nya memukul wajah Agam yang sudah bonyok oleh arash dan vino


"hahahaha" tawa nya membuat asya bergidik ngeri dengan tawa Agam


" gue benci Lo rash, sangat benci Lo" kata Agam dengan tawa nya yang masih mengerikan di telinga asya


"gue tau bahkan sangat tau kalo Lo benci gue gam, apalagi setelah kepergian Alfa" balas arash


"tapi Lo gak bisa ganggu orang terdekat gue, apalagi adik dan cewe gue" tekan arash membuat Agam semakin tertawa


bruk


hal yang pertama Bagas lihat adalah Agam yang sudah babak belur dan ada asya dengan baju bagian depan nya sobek


asya langsung membalikan badan nya saat vino datang bersama Bagas dan guru BK


"kalian ikut saya ke ruang BK" kata guru BK sembari membawa Agam