Arasya

Arasya
Part 3



Ara melangkah mundur diikuti fathir yang maju melangkah ke arah Ara, Ara khawatir fathir semakin dekat, semakin dekat ,semakin dekat, dekat....dekat....dekat...... Tiba-tiba.............


●●●


"Pak Tolong...... pak Tolong..... pak.... ini ada orang jahat."Teriak Ara saat melihat 3 orang bapak bapak yang sedang berjalan disekitaran tempat tersebut.


Sekumpulan anak anak sekolah itu pun berbalik melihat bapak-bapak yang di Teriaki Ara tadi.


"Thir, ayoo ceppet ada orang nanti dapat masalah kita."ucap teman fathir


"Woy kalian kenapa gangguin perempuan huh, woyyy jangan kabur."teriak bapak bapak yang diteriaki Ara.


"Cihhhh...."fathir mendecih kala melihat Bapak-bapak yang diteriaki ara tadi berlari kearahnya.


"Kali ini lo selamat, anggap aja hari ini keberuntungan lo."ucap Fathir kepada ara sambil berlari menaiki motornya dan menancap gas lalu pergi dari tempat tersebut.


"Alhamdulillah selamat."ucap Ara mengusap dadanya.


"Dek, adek nggak papa..???"ucap bapak-bapak tersebut


"Nggak papa pak makasih atas pertolongannya."ucap ara


"Iya, sama-sama.ini udah malam lo kenapa nggak pulang, nggk baik perempuan malam malam keluyuran."ucap bapak tersebut


"Si bapak bukan keluarga aku tapi dia peduli banget, sedangkan keluarga sendiri...??? Nggak peduli sama sekali." ucap Ara dalam hati


"Iya pak saya tau, tapi tadik tu saya mau bantu teman saya pak."ucap Ara


"Astagfirullah...,ini temannya kenapa dek kok bonyok-bonyok gitu..?" ucap salah satu bapak tersebut


"Itu tadi abis digebukin sama anak sekolahan lain pak."ucap ara jujur


"Dasar anak anak jaman sekarang sukanya berantem keroyokan lagi."ucap bapak tersebut


"Yaudah pak bantuin temen saya ya pak bawa kerumah sakit, saya takut nanti ada infeksi atau apa gitu soalnya saya nggak kuat angkat." ucap ara sambil nyengir.


●●●


Sesampainya di rumah sakit


"Doter, suster tolong teman saya."ucap Ara


"Iya, dokter akan menolongnya, mbak tunggu disini ya."ucap suster tersebut


Ara pun duduk di bangku tunggu yang ada didepan ruang ICU


"Lah ini udah jam sembilan lagi, kalo aku pulang terus yang jagain tu orang didalam siapa???, tapi kalo pulangnya kelamaan nanti udah nggak ada bus lagi, aduuu gimana ni..?." ucap Ara bimbang antara mau pulang atau menunggu seseorang yang sempat ia tolong tadi dari beberapa berandalan itu.


Ceklek.....


Pintu ruang ICU terbuka menampakkan seorang dokter, ara pun bangkit dari duduknya


"Dok bagaimana keadaan temen saya dok, ada infeksi atau apa gitu??ucap Ara khawatir


"Tenang , kalo infeksi tidak ada tapi luka-luka yang ada dibagian badan dan kepalanya cukup banyak yang mengharuskan pasien dirawat inap mungkin sampai 2 hari kedepan, dan tolong anda segera mengurus administrasinya setelah itu baru pasien bisa dipindahkan ke ruang Rawat, dan sebentar lagi mungkin pasien akan sadar"ucap dokter tersebut


"Iya dok, makasih."ucap Ara


"Iya sama-sama, kalo begitu saya permisi dulu ya." ucap dokter tersebut lalu pergi meninggalkan Ara.


Ara pun masuk keruangan tersebut melihat seseorang yang dipenuhi perban dan luka-luka lebam di sekujur tubuhnya. Ara pun duduk di kursi dekat brangkar yang telah disediakan.


"Aduhhh gimana ni ngurus administrasinya orang aku nggak punya uang, juga. Atau aku hubungin aja ya keluarganya?, Tapi kan aku nggak tau nomornya!" ucap ara


"Huhhhh....., tunggu dia sadar ajalah."


Sambil menunggu orang tersebut sadar, tak terasa ara pun ketiduran dengan cara duduk.


"Eughhhh....


Erangan tersebut membangunkan ara dari tidur nyenyaknya.


"Nggak usah manggil dokter, gue cuman haus ..."ucap orang tersebut


"Ooo mau minun to. Ini" ucap ara sambil menyodorkan air minum yang telah tersedia di nakas.


Setelah air itu ditandah habis oleh orang tersebut keheningan pun melanda.


"Nama lo siapa.??" Tanya orang tersebut sambil menjulurkan tanganya ke ara


"Hahh...!!!(otak ara blenkk) eee nama aku ARASYA, panggil ara aja lebih gampang."sambil menerima uluran tangan orang tersebut.


"Kalo gue Fero wolando Nicholas, panggil aja Fero."


Ara pun mengangguk


"Eeee, sebelumnya makasih udah nolongin gue , kalo lo nggak ada gue nggak tau lagi hidup gue gimana, mungkin udah di Yasinin ."ucap Fero tulus


"Iya, sama-sama kak, walaupun sejujurnya aku takut nolong lo tapi yahhh gapapa lah bantu sesama, itu amal."ucap Ara sambil tersenyum


"Sekali lagi makasih yaa."


"Iya. Eee aku baru inget, kata dokter lo harus di rawat inap 2 hari kedepan, tapi aku nggak bisa bayar administrasinya, aku nggak punya duit jadi kamu belum bisa di pindahin. Jadi aku saranin kamu ngasih nomor orang tua kamu biar aku yang hubungin kalo kamu masuk rumah sakit."


"Jangan hubungin orang tua gue,"


"Lah kenapa kak, Mereka pasti khawatir sama kamu, terus kalo nggak ada orang tua kamu, siapa yang mau jagain lo selama 2 hari kedepan."


"Orang tua gue nggak ada dia lagi ke Bandung Tadi pagi, mungkin besok baru pulang, jadi besok aja ya hubunginnya".


"Terus administrasinya.??"


"Tas gue mana..?? Ambilin dompet gue trus ambil kartu kredit yang warna hitam, biar kalo ada dokter langsung gue kasi biayanya."


"Lah, sniin aja biar aku yang bayar, aku nggak bakal bawa kabur kali kartu kamu."


"Yaudah ini, makasih udah mau ngurus gue." Sambil memberikan kartunya kepada ara


Ara pun bergegas ke meja resepsionis untuk membayar administrasi Fero. Beberapa menit kemudian Ara pun balik ke ruangan Fero bersama dokter untuk memindahkan Fero keruang inapnya.


"Ee kak kamu lanjut tidur gi istirahat biar cepet sembuh, malam ini biar aku yang jaga."


"Emang lo nggak pulang???, emang nggak di cariin nanti nyokap bokap lo khawatir lagi."


Arap pun terdiam dan tersenyum kecut dengan ucapan yang di lontarkan fero.


"Boro boro di cariin, dikhawatirin aja nggak pernah."ucap ara dalam hati


"Eee ra, ra, ra ,woy lo kenapa,?? Kok bengong


"Ehh, nggak papa,kok kak .!!"


"Lo nggak di cariin??


"Nggak kok tadi udah ngabarin orang rumah kalo aku jagain temen di rumah sakit."


"Ooo, kalo gitu lo istirahat gi, besok lo sekolah kan.??"


"Hmmmm, iya."


Mereka pun istirahat, dengan Fero di brangkar dan Ara pun di sofa.


●●●


Akhirnya part 3 selesai😊


Banyak typo yang beterbangan


Banyak Kata non baku merajalela 😂😂😂


jangan lupa vote like dan commennya ya manteman biar rajin up nya, maksih😘