
pagi ini di dalam kelas terasa hening saat asya datang tanpa sapa terlebih dahulu, biasanya dia akan menyapa dengan ceria
semua nya bingung saat asya datang ke kelas setelah hari kemarin asya langsung pergi dan mereka semua terkena amukan Azka yang sudah menggila karena membiarkan asya pergi sampai sampai Rio sang pelaku utama mendapatkan pukulan dari Azka
Azka yang menyadari asya datang langsung menghampiri nya sedangkan Rio masih tertunduk takut dan malu untuk menghampiri asya
"sya" sapa Azka
"gue minta maaf atas kemarin gue salah sampai sampai Lo yang terkena amukan Bu Linda kemarin" kata Azka tulus
arash yang baru datang sontak langsung memperhatikan mereka dari kursi nya
"tak masalah kak, jangan di ulangi lagi" kata asya dengan senyum nya
begitulah asya sangat mudah untuk di memakan kesalahan orang lain
"thank sya, gue kemarin dapat ancaman ini" kata Azka mengeluarkan hp yang berisi chat dan ancaman
asya langsung membaca nya dan sontak langsung melototkan matanya
temui gue di roof top sekarang atau Lo mau ketua kelas Lo yang jadi korbannya
"dari siapa?" tanya asya
"apa sih kepo?" kata Ririn merebut hape Azka dari tangan nya begitupun vio dan Sasa juga langsung membaca pesan dari seseorang
"si bangsat" kata Azka membuat asya mengerti
"terus Lo gak berkelahi kan?" tanya asya khawatir
"enggak, gue punya kartu as nya dari Lo, gue jadikan itu ancaman balik" kata Azka langsung duduk di meja asya
"bagus tuh, sekali kali tuh si bangsat harus di tekan gak sih" kata Ririn
"sumpah gue penasaran banget tentang video si bangsat, gue tau itu pasti yang 21+ kan tapi tetep gue penasaran " kata Sasa
"Lo masih kecil" kata Azka menjitak kepala Sasa
"mana ada ya, gue udah besar dan udah punya pacar" kata Sasa bangga tapi sedetik kemudian dia sadar akan perkataan nya langsung menutup mulut nya
"ouh adik kita ternyata sudah besar sya" kata Ririn dengan seringai nya
"enggak ya, gue belum punya pacar" sanggah Sasa
"kita gak tanya Lo tentang pacar Lo" tambah asya
"ouh gue tau" kata vio setelah mengingat kejadian waktu itu
"tau apa vio?" tanya Ririn membuat Sasa gugup seketika
"apa an sih, jangan bahas gue bahas Azka aja dulu" kata Sasa mencari perlindungan
"takut dia" ejek Azka
"sya" sapa Rio di samping asya
"mau ngapain Lo ke sini? ngajak ribut?" tanya Ririn tak bersahabat
"diem Rin" kata Azka yang tau Rio akan meminta maaf pada asya karena dari kemarin dia merasa bersalah banget atas pergi nya asya bahkan asya hilang sampai sampai membuat semuanya panik dan datang datang pukul 7 malam
"ya Yo kenapa?" tanya asya
"gue mau minta maaf atas hari kemarin, sorry banget sya" kata Rio tulus
"iya Yo, gak usah di inget lagi hari kemarin jadikan pelajaran untuk kita semua" kata asya dengan senyum nya
"tapi kemarin Lo kemana? gue khawatir sama Lo apalagi Lo baru muncul online jam 8" tanya Rio penasaran
asya malah tersenyum mengingat hari kemarin membuat yang lain penasaran
"kenapa Lo? gue juga kepo" kata Ririn mendekat
"tau gak, kemarin gue di culik om om" kata asya sukses membuat mereka kaget
arash sampai melotot mendengar perkataan asya yang di depan nya
"Lo gila sya" kata Azka keras
"gue ceritain dari awal" kata asya membuat mereka tambah penasaran sampai sampai Rio mendekat ke arah asya
"awal nya kan gue lari nya ke cafe, di kafe gue ketemu om om ganteng sih ngajak makan dan pergi ke hotel-"
"awas sakit ka" keluh Rio
"makannya dengerin dulu" kata Azka kesal
"lanjut sya" kata Rio
"iya jadi dia ngajak ke hotel deh inti nya dengan iming iming duit terus akhirnya gue mau-
"selamat pagi anak anak" kata Bu Ratna memasuki kelas nya
sontak Rio dan Azka langsung ngacir ke arah bangku nya
"kenapa pada berlari? lanjutin aja ghibah nya" kata Bu Ratna membuat Rio tersenyum
"Bu kan kita gak berisik Bu" kata Rio mengeluh
"iya gak papa" jawab Bu Ratna menghela nafas
"asya ada?" tanya Bu Ratna
"hadir Bu" jawab asya mengangkat tangan nya
"oke semangat ngatur teman kamu" kata Bu Ratna menyemangati
"siap Bu" jawab asya menghormat
" oke kita lanjut kan pelajaran dari Minggu kemarin, coba di buka buku LKS nya" kata Bu Ratna membuat mereka langsung membuka bukunya
pelajaran pun di mulai dengan sangat serius terlebih hari ini pelajaran fisika membuat mereka terdiam lebih tepatnya pura pura serius takut nya di minta ke depan mengerjakan tugas nya dengan rumus rumus
arash sedari tadi tidak konsentrasi saat pelajaran berlangsung dirinya penasaran dengan ucapan asya yang menyebutkan di culik om om
sampai pelajaran selesai arash masih belum berkonsentrasi dengan benar
"oke, karena waktu sudah selesai untuk selanjutnya kalian kerjakan dari hal 36-39" kata Bu Ratna
asya langsung melihat ke arah layar ponsel Sasa karena dari semenjak Bu Ratna keluar Sasa malah senyam senyum tak jelas
"hey boys titip makanan dong" seru asya
"mau apa" kata Rio
"apa aja yang penting banyak" kata asya yang di angguki Rio
"Lo gak ke kantin?" tanya Azka
"pengen di sini" kata asya
"gue ke kantin ah, yuk ka" kata Ririn mengajak Azka
asya langsung duduk di meja Ririn melihat ke bawah banyak nya siswa yang berhamburan ke arah kantin
" HM sya" kata arash yang kini tengah duduk di kursi arash
"eh rash, kenapa?" tanya asya mengalihkan pandangan nya
"kemarin Lo kemana?" tanya arash
" kemarin gue ketiduran di- "
"hotel?" tanya arash memotong pembicaraan asya
"kata siapa?" tanya asya
"bukan nya tadi Lo bilang di culik dan di ajak pergi ke hotel" kata arash menahan sesak yang entah kenapa
"iya, gue belum selesai cerita rash, gue ketiduran di kuburan di makam nyokap dan bokap gue" kata asya
"terus kalo bersama om om Lo ngapain?" tanya arash terlihat banget dengan rasa cemburu nya
"gue emang di bawa om om tapi gue-
"sya" kata Azka yang datang bersama Ririn
"makanan Lo entar di bawa Rio, si Rio benar benar beli makanan banyak jadi gue cuma beli Bao bakar doang" kata Ririn yang langsung duduk di kursi vio
melihat Azka yang masih seperti membenci arash asya langsung menemukan ide supaya mereka bisa baikan
"pr fisika tadi kita kerjakan di rumah gue mau gak? mau lah .. gak boleh ngomong gak mau" kata asya