Arasya

Arasya
jail nya asya



pagi ini asya berangkat sekolah sendiri menggunakan motor matic nya seperti sebelum nya, bukan hal yang mudah bagi asya untuk bisa berangkat sendiri


dengan alasan kangen mengendarai motor nya, akhirnya arash merelakan kekasih nya itu berangkat sendiri


padahal bukan karena itu asya berangkat sendiri, lebih ke malu berhadapan bersama arash setelah kejadian kemarin


"hello eplibadeh" kata asya saat masuk kedalam kelasnya


"wah gila nya kumat nih anak" kata Alma


asya hanya cengengesan, namun detik berikut nya langsung merasa malu karena ternyata pacar nya sudah anteng di pojok


"anjir malu malu kucing, geli gue liat ya" celetuk Rio yang baru datang bersama Nadya


asya hanya mendelik dengar celetukan Rio padanya, ingin rasanya asya masukin kepala Rio


"muka Lo anjir " kata Rio lagi namun lengan nya langsung di tabok oleh Nadya yang berada di samping nya


"sakit sayang" rengek Rio


"kamu juga yang salah, malah bikin orang kesel" jawab Nadya meninggalkan Rio


"sikit siying" cibir asya yang merasa geli dengan rengekan Rio


"sialan Lo sya" kesal rio, namun asya malah berlari menuju kursi nya dengan sesekali menjulurkan lidahnya mengejek Rio


"apa?" sentak Rio kesal pada siswi di depan nya yang sedang menahan tawa


kelas di hari Senin ini sudah mulai ricuh saat para penghuni nya mulai bermunculan, bahkan asya sudah bercanda ria bersama arash


yang lagi kasmaran mah emang gitu, tadi malu ketemu tapi pas ketemu malah lupa tempat bikin orang kesel


gimana gak kesel, tangan asya di genggam nya dan bahkan mereka ngobrol sambil berbisik, jangan lupakan tubuhnya yang hampir menempel dan tangan arash yang satu nya lagi mengelus punggung asya


bahkan Ririn yang di depan nya itu merasa sakit mata saat melihat dua sejoli yang tengah kasmaran, maklum Ririn masih jomblo


"mama mau punya anak lagi ya" kata Ucup dengan polos nya


sontak perkataan Ucup membuat teman teman nya yang mendengar merasa bingung dengan ucapan Ucup barusan


"kenapa emang nya si asya?" tanya rival yang kepo


"itu mama nempel nempel gitu sama papa, kan kata Rio kalo nempel sama pacar bisa menyebabkan perempuan nya hamil" jawab Ucup polos


sontak karena perkataan Ucup membuat asya menjauh dari arash, sedangkan para teman teman nya sudah tertawa kencang


"lagian nih manusia gak tau tempat apa ya" cibir Ririn


"sirik nih si Ririn, belum dapet jodoh, cariin Yo" timpal Azka


"ada gue kang Mulyadi lagi jomblo" kata Rio


"siapa tuh Mulyadi?" tanya Sasa


"satpam di rumah gue" kata Rio enteng


sontak mereka pada tertawa dengan perkataan Rio, sedang kan Ririn hanya mencebikan bibirnya kesal pada Rio


mulut rio emang lemes banget, entah lah apa yang terjadi pada laki laki itu sehingga mulutnya selalu lemes seperti perempuan


"gue punya gebetan ya, namun sayang" jeda Ririn membuat mereka penasaran


"sayang kenapa?" tanya Azka


"gak kenapa Napa" kata Ririn langsung tertawa


detik selanjutnya tawa mereka langsung menggema saat sadar Azka terkena tipu dari Ririn


"wah parah si Azka, panggil panggil sayang sama orang lain di depan kakak nya doi" kompor Andi


"wah Khanza perlu tau nih" kata asya yang langsung membuat Azka kepanikan


kericuhan pun terjadi saat Azka berusaha ingin menjitak asya namun asya malah sembunyi di balik punggung arash


"udah stop nanti gue kasih link haram" kata asya yang menghindar dari Azka


lihat lah Rio langsung semangat soal link haram, untung saja Nadya berada di bangku depan jadi gak mendengar permintaan dari Rio


"oke gue kirim" kata asya


"apaan sih yank" cegah arash


"udah yank gak papa, mereka biar paham caranya bertanam yang jelas" kata asya sembari berdiri


"ayo ke lapang yank, sebentar lagi bel tuh" ajak asya


"kirim dulu sya" cegah Rio


"ini gue mau kirim " jawab asya


tak lama kemudian notifikasi muncul berbarengan


Ting!


ternyata asya mengirim nya di grup kelas, namun mata Rio langsung terbelalak emosi saat melihat video yang di putar


"asya sialan" teriak nya


sedangkan asya hanya tertawa dan langsung melarikan diri ke lapangan


"kamu jail banget ya" kata arash


"biarin lah, sekali laki biar mereka tobat" jawab asya cengengesan


karena yang di kirim asya link siksa kubur bukan link haram yang seperti Rio pikirkan


upacara pun berjalan lancar, dengan tambahan waktu karena mengenalkan ketua OSIS yang baru dari kelas XI


nama nya reygan, menurut asya reygan lebih berwibawa pembawaan nya dari pada Bagas


dan harapan asya semoga ketua OSIS nya kali ini benar benar bijaksana dan tak mudah di sogok sepeti Bagas, apalagi di sogok nya pake tubuh perempuan hal yang tidak patut di contoh bagi para pemimpin


setelah selesai upacara, asya sebagai ketua kelas di suruh di suruh kumpul di ruang aula, dan ternyata hanya ketua kelas XII saja yang berkumpul


"hai"


"eh, hai gam" jawab asya


rasa canggung menyelimuti asya kali ini, bagaimana pun Agam pernah ingin melecehkan nya, tapi di sisi lain Agam sudah berubah


"gue mau minta maaf secara langsung kepada Lo" kata Agam


"minta maaf?" tanya asya yang malah tidak paham maksud agam


"tentang kejadian di toilet" kata Agam menunduk


dirinya merasa sangat rendah karena ingin menghancurkan seorang gadis hanya karena kesalahan orang lain


"oh it's oke gam, gak usah di ungkit lagi" jawab asya


asya merasa agam benar benar tulus meminta maaf padanya, terlihat dari tatapan matanya


"Lo gak marah?" tanya Agam memastikan


"marah sih pasti ada, apalagi yang tujuan Lo itu yang hanya ingin menghancur kan gue karena masalah Lo sama arash" kata asya membuat Agam bungkam


"tapi sekarang tak masalah gam, jangan lakukan hal itu lagi ya gan" pinta asya yang langsung di angguki asya


"kemarin gue pengen banget gabung sama kelas Lo pas acara di rumah arash, tadi gue gak punya keberanian buat menghadapi teman sekelas Lo" kata Agam "apalagi saat gue denger katanya kelas Lo itu sangat solid" lanjutnya


"biasa aja gam, lain kali gue bantu supaya Lo gak masalah gabung sama anak IPA 2


"oke" jawab Agam tulus


pembicaraan mereka terhenti saat guru bagian kesiswaan hadir di aula tersebut


asya menyimak perkataan guru tersebut dengan baik, bahkan asya menggunakan telpon nya untuk memberi tahukan mereka secara online


acara kunjungan ke universitas terbesar di Indonesia itu membuat mereka semakin heboh saat katanya akan langsung piknik di area puncak