Arasya

Arasya
fans baru arash



pagi ini asya ke sekolah di antar Abang nya, banyak desas desus dari siswa yang sedang membicarakan arash


akibat dari keributan kemarin, identitas arash sang calon pewaris tunggal Wilmar grup terbongkar


perusahaan Wilmar yang terkenal dengan kekuasaan dan paling berpengaruh di kota ini, membuat para siswa terus membincangkan nama arash


bahkan gosip pelecehan yang terjadi pada asya pun padam seketika hanya karena gosip identitas arash yang sebenarnya


"sya Lo gak papa?" tanya Ririn saat asya masuk kelas tapi tak seceria biasanya


"tadi sepanjang jalan, banyak yang bilang arash itu calon pewaris Wilmar grup, benar gak sih?" kata asya penasaran


"eh buset... gue kira Lo udah tau, kan Lo Deket sama arash" kata Ririn


"gue emang Deket tapi gak gue tanya silsilah keluarga juga kali, apalagi saat dulu gue di usir oleh papa nya arash, gue agak segan kalo nanya tentang keluarga nya, dan bunda nya juga hanya bicara tentang papanya saja, gak sampai bilang derajat nya " kata asya jujur


"pas kemarin Lo di bawa pulang sama vino, bokap nya arash ke sini dan menyelesaikan masalah nya, semua guru di sini tunduk saat calon mertua Lo lewat, jadi gue kepo in Bu Ratna" kata Ririn menjelaskan


"calon mertua?" tanya asya


dari seberapa banyak nya kata yang keluar dari mulut ririn, hanya kata calon mertua yang berhasil di tangkap oleh asya


"iya, calon mertua Lo" kekeh Ririn


obrolan mereka terhenti saat arash datang dengan banyak nya barang di tangan nya, dan juga banyak nya orang yang mengikuti arash


"arash terima ya, ini kado dari gue" kata cewe cantik yang menurut asya kelas seni


"gue terima, tapi sorry untuk yang bukan kelas IPA 2 tolong keluar" tekan arash yang membuat asya terdiam


baru kali ini arash berbicara panjang ke orang lain, biasanya arash akan berbicara panjang hanya pada asya atau pun Azka kalo di sekolah


dan kali ini, arash berbicara panjang pada cewe cewe fans barunya arash, hati asya merasakan sesak di dadanya


"tolong semuanya keluar ya, jangan ganggu ketertiban kelas kami" kata Azka mendorong para cewe itu untuk keluar


"Azka tolong kasih ini untuk arash ya" pinta salah satu cewe pada Azka


"iya nanti gue kasih" kata Azka membuat mereka tersenyum dan menitipkan kado untuk arash


Azka sampai terkejut saat mereka menitipkan banyak kado


"sudah semua? maaf ya, kami kunci dulu pintu nya" kata Rio yang membantu Azka mengurus para fans arash


belum selesai dengan cewe di luar, ternyata meja arash sudah di kerubungi dengan cewe cewe teman sekelas nya


sampai sampai asya terdorong, menjepit Ririn yang ada di sisi tembok nya


"woy, bantuin" kata Azka pada para cowo yang malah bengong melihat arash di kerubungi cewe


"guys minggir, duduk di teman nya masing masing" teriak bian dan di ikuti dengan yang lain nya


asya menghela nafas nya saat mereka sudah di halau oleh para cowo untuk duduk di kursinya masing masing


dan kali ini, setumpuk kado di meja nya arash membuat arash pusing untuk menyingkirkan nya


"kalian ambil, mana yang mau" kata arash pada para cowo


para cowo langsung menghambur memilih apa yang mereka mau, setelah arash menyuruh nya untuk membawa kado dari para fans arash


dari setumpuk kado, kini tinggal beberapa di meja arash, tatapan arash melihat wajah asya yang sedang memilih kado di meja arash


"78 79 80.... 112 anjir.... ini baru 112, belum yang pake kartu ucapan" seru Ucup


ya dari sekian banyak nya kado, Ucup hanya mengumpulkan kartu ucapan nya saja, di atas kado


"wih jam tangan, keren guys" seru bian langsung memakai jam tangan nya


"singkirkan semuanya di meja gue guys, bawa ke meja kalian" titah arash yang langsung membuat mereka senang


"gue mau makanan nya dong" kata Ririn yang di angguki vio dan Sasa


arash sedari tadi hanya fokus dengan wajah asya yang terlihat murung


sontak mereka yang mendengar kata arash langsung mengalihkan penglihatan nya pada asya


"gak ada" kata asya singkat dengan gugup, asya tak salah dengar saat arash bilang kamu


"tapi aku punya sesuatu untuk kamu " kata arash membuka tasnya


sebuah kotak berwarna hitam di berikan nya di hadapan arash, membuat asya ragu ragu untuk menerima nya


dengan ragu asya membuka kotak yang di kasih oleh arash, tangan nya bergetar saat membuka kotak itu


"wooww"seru mereka yang sedari tadi melihat ke arah mereka


sebuah kalung berlian yang indah, yang bisa di taksir harganya sangat mahal membuat mereka berseru


kebanyakan para cewe iri dengan asya yang sudah mendapatkan hadiah dari arash


"gue pasangin ya" kata arash langsung berdiri karena asya tak memberi nya respon


"cantik" kata arash dan tersenyum kepada asya dengan tulus


semburat merah muncul di pipi asya dengan hati yang terus berdebar debat saat arash menatapnya dengan senyum


"mau dong jadi asya"


"asya yang di gituin kok gue yang meleleh"


"sumpah so sweet"


"ciiiiieeee" katanya serempak membuat asya semakin merona


"thank arash, tapi ini terlalu mahal untuk gue" kata asya tak enak hati


"aku sya" kata arash memperbaiki ucapan asya


"ciiiiieeee" sorak nya lagi dari mereka


jangan di tanya lagi, asya sekarang sudah seperti kepiting rebus di buatnya


"dari papa sya, katanya untuk calon mantu nya" tambah arash membuat mereka semakin heboh meledek asya


"makan makan dong" seru Azka


"nanti malam, kalian semua gue undang ke rumah gue" kata arash membuat mereka semakin heboh


"asyiiik" seru mereka


dok dok dok


dok dok dok


keseruan mereka langsung terhenti dengan suara ketukan pintu, lebih tepatnya lagi seperti gedoran


"mampus, gue lupa buka kuncinya" kata Rio langsung berlari membuka kunci


gara gara para fans barunya arash mereka jadi lupa sudah waktunya untuk belajar


ceklek


"kenapa di kunci" kata Bu Imel berteriak pada rio setelah di buka pintunya dengan muka marah nya


"maaf Bu, tadi kata arash butuh waktu sebentar" kata Rio menumbalkan nama arash


wajah Bu Imel langsung tersenyum ramah saat nama arash di sebutkan, "emang nya ada apa arash?" tanya nya pada arash lembut


"tadi arash melamar asya" kata Rio spontan yang langsung membuat arash dan asya melotot kan matanya sedangkan yang lain sudah ribut dengan perkataan Rio


"sudah ... sudah.., apa waktunya sudah selesai arash? kalo sudah biarkan ibu untuk mengajar " kata Bu Imel pada bertanya dengan ramah


arash hanya mengangguk kan kepala nya, lebih tepatnya bingung dan mereka juga kebingungan dengan kebaikan guru yang ada di depan nya