ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 6 { Hadiah ulang tahun Zen }



"Sekarang mama akan membuka penutup matamu ya." Kata ibunya. Kemudian ibunya membuka penutup mata Zen, lalu....


"Tadaaa... taman yang di tanami semua bunga yang ada di dunia bahkan taman paling besar sejagat raya. Sangat indah bukan Zen." Sahut Kaisar Zeiland sambil mengusap kepalanya.


"Ya, angat indah dan ahkan elen seali." (ya, sangat indah dan bahkan keren sekali) Ucap Zen yang terpukau melihat taman yang indah ditanami semua bunga yang ada di dunia.


Setelah hari itu, Zen selalu berkunjung ke taman itu setiap harinya.


Pada ulang tahun ketiganya, dia mendapatkan hadiah sebuah danau yang disekitarnya ada rurumputan yang khusus ditanam dan dipelihara oleh para pelayan dan sebuah pohon yang besar untuk menaunginya dari terik panas matahari.


"Ayah, ibu danau sebesar ini adalah hadiah ulang tahunku ya." Ucapnya sambil menatap wajah ayah dan ibunya.


"Ya, ini adalah hadiah ulang tahunmu." Sahut Kaisar Zeiland.


"Kau tau Zen, apa kau tidak mengingat seseatu yang pernah kau ucapkan pada saat ulang tahun keduamu." Ucap Ratu Fiona.


"Maksud ibu berterima kasih kepada para tamu yang hadir di ulang tahunku seperti waktu itu ya." Ucapnya Zen yang hanya asal tebak.


"Ya mereka semua sudah menunggumu tahu. Kami mengajakmu ke sini untuk menunjukkan hadiahnya saja, jadi tunggu apa lagi, ayo ke sana sekarang!" Ucap ayahnya.


Di perjalanan menuju aula pesta yang diadakan di ruangan terbuka ayahnya bertanya kepada Zen, "sebenarnya, untuk apa kau menyuruh kami mengadakan pesta ulang tahunmu di ruangan terbuka?" Kata ayahnya yang sedang kebingungan.


"Kau tahu ayah, kau akan mengetahuinya setelah sampai di sana." Sahut Zen


"Bocah sialan, bisa bisanya dia membuatku semakin penasaran." Kata ayahnya kepada ibunya.


Setelah mengatakan itu kepada ibunya ayahnya langsung kena pukulan tepat di kepalanya. Buak, "ah, kepalaku sakit sekali sampai rasanya hampir pecah. Kenapa kau memukul ku?" Tanya ayahnya kepada ibunya sambil mengusap kepalanya karena kesakitan setelah dipukul oleh ibunya.


"Kenapa kau bilang haaah, harusnya kau pikir dulu sebelum menghina anak ku bodoh!" Jawab ibunya yang penuh emosi.


"Dia kan anakku juga, jadi terserah dong kalau aku menghinanya!" Sahut ayahnya.


"Aku adalah ibunya, sebelum kau menghinanya, lawan aku terlebih dahulu!" Kata ibunya dengan mata melotot.


"Ayah, ibu, hentikan perkelahian kalian sekarang juga!"Ucap Zen dengan berteriak.


"Cih, baiklah Zen. Ibu akan berhenti sekarang juga." Kata ibunya yang sedang menjambak rambut ayahnya.


Di aula pesta....


"Eh, coba kau lihat yang mulia Kaisar dan Ratu juga Pangeran telah tiba." Kata seorang tamu.


Lalu para prajurit yang bertugas untuk menjaga agar pesta berjalan dengan baik berkata, "yang mulia Kaisar dan yang mulia Ratu juga Pangeran Zen telah tiba! Semua orang yang ada di sini harap menundukkan kepalanya." Lalu semua orang pun menundukkan kepalanya.


"Aku sangat berterima kasih kepada kalian semua yang telah menghadiri pesta ulang tahun yang ketiga ku. Kali ini aku akan menunjukkan sesuatu hal yang menarik bagi kalian yaitu pertunjukan kembang api." Kata Zen.


Kemudian ayahnya berbisik kepada Zen, "Zen kau bilang pertunjukan kembang api?"


"Iya." Sahut Zen


"Jika kau ingin membuat pertunjukan kembang api, Dimana petasannya?" Tanya ayahnya.


"Oh petasan ya, aku tidak memerlukan itu karena aku bisa membuatnya sendiri." Jawabnya kepada ayahnya.


"Kalian semua sudah menunggu pertunjukan kembang apinya kan? Aku akan memulainya sekarang juga!" Ucap Zen dengan lantang.


Lalu setelah itu Zen mengatakan "element of fire, explosion of fire in the sky."


"Apa yang dikatakan Zen barusan, Zeiland?" Tanya ibunya kepada ayahnya.


"Bocah itu sedang mengatakan mantra membuat ledakan di langit!, pa-pantas dia tidak memerlukan petasan untuk membuat kembang api." Sahut ayahnya kepada ibunya.


"Apa yang kau bilang mantra? Untuk apa dia mengucapkan mantra, dan lagi dia kan belum pernah di ajarkan menggunakan kekuatannya?" Tanya ibunya lagi pada ayahnya.


"kita lihat saja dulu, apa mantra yang di ucapkannya itu berhasil." Jawab ayahnya.


Kemudian muncullah api dari kedua tangannya, lalu dia tembakan ke atas dan terjadilah ledakan yang seperti kembang api yang berwarna ungu bercampur merah selama beberapa kali.


Syut blaar, semua tamu yang melihat kembang api di langit itu langsung terpukau dan mereka semua langsung bertepuk tangan untuk Zen dan banyak orang mengatakan, "kembang api yang berwarna ungu bercampur merah itu sangat indah, yang mulia Pangeran Zen sangat hebat."


"Haaah... bocah itu, akan ku hukum nanti setelah pesta ini berakhir!" Kata ibunya.


Setelah pesta berakhir, ibunya langsung menghampiri Zen....


"Zen kenapa kau melakukan hal yang berbahaya seperti itu!" Tanya ibunya dengan serius.


Lalu Kaisar Zeiland menertawakan Zen, "ckckck, mau membuat kami bangga tapi malah buat masalah. Hahaha, rasain tuh, omelan ibumu itu, terlalu banyak gaya sih."


Dalam hati Zen, " dasar ayah menyebalkan. Pantas saja dia disebut sebagai b*jing**."


"Yang mulia kaisar dan yang mulia ratu ada seseorang yang ingin bertemu kalian berdua." Kata pelayan yang entah sejak kapan dia ada di ruangan peristirahatan khusus untuk keluarga Kaisar.


"Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu haah! Bukannya kalian para pelayan sudah diajarkan tata krama khusus untuk menjadi pelayan yang bekerja dikekaisaran, sebelum menjadi pelayan kerajaan. Dan orang macam apa yang berkunjung di malam hari!" Ucap Kaisar Zeiland yang kesal dan marah kerena istirahatnya di ganggu.


"Kau tau Zeiland maafkan saja pelayan itu, karena setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Dan lebih baik kita temui orang itu, mungkin saja ada hal yang penting yang dia ingin bicarakan dengan kita." Sahut istrinya untuk menenangkan amarahnya.


"Cih, kali ini kau selamat pelayan brengsek. Mungkin jika istriku tidak ada aku sudah pasti memenggal lehermu sekarang juga!" Kata Kaisar Zeiland dengan tatapan dingin kepada pelayan tadi.


"Ayo Zen ikut ibu menemui tamu itu" Kata ibunya sambil menggenggam tangannya Zen.


"Baik bu" Sahutnya.


Sesampainya mereka di ruang tamu....


"Maafkan atas kelancangan saya berkunjung di malam hari seperti ini tapi ada hal penting yang saya ingin katakan kepada yang mulia" Ucap seorang Profesor yang terkenal dan disanjung semua orang di belahan bumi bagian Utara karena kecerdasannya dan penemuannya yang sungguh memukau.


"Ada hal apa yang kau ingin sampaikan kepada ku profesor Alex Rudiart!" Ucap Kaisar Zeiland yang masih kesal karena waktu istirahatnya di ganggu.


"Pangeran Zen adalah anak yang jenius dalam semua hal. Alangkah baiknya kalau dia disekolahkan di sekolah pendidikan untuk keluarga kerajaan dan bangsawan. Dan lagi, cara berbicaranya sudah benar, pasti mudah baginya berbaur dengan anak yang lebih tua darinya." Kata Profesor.


"Maksudmu, kau ingin dia disekolahkan di usia dini?" Tanya Ratu Fiona yang kebingungan.


"Iya yang mulia Ratu." Sahut Profesor.


"Haha, aku tahu maksud kedatanganmu di malam hari seperti ini. Kau ingin menawarkan Zen masuk di sekolahan yang kau dirikan itu kan sebelum para profesor yang lain bergerak untuk menawarkan Zen masuk di sekolah pendidikan yang mereka dirikan. Padahal kalau menurutku Zen tidak perlu masuk sekolah pendidikan terlalu dini, karena rata rata anak anak yang masuk sekolah pendidikan itu umurnya harus delapan tahun, dan jangka waktu mereka belajar di sekolah pendidikan itu selama tiga tahun bukan?" Tanya Kaisar Zeiland kepada Profesor.


"Anda benar yang mulia." Sahut Profesor.


"Dan lagi, menurutku Zen tidak perlu masuk di sekolah pendidikan karena dia bisa menyerap pelajaran hanya dengan membacanya. Lebih baik dia langsung ku masukkan ke akademi warrior start." Ucap Kaisar Zeiland.


"Tapi untuk masuk ke akademi dia harus berumur dua belas tahun. Walaupun pangeran Zen sudah membangkitkan kekuatanya, tetap saja dia masih dibawah umur!" Sahut Profesor yang tidak sadar bahwa dia sedang membantah kaisar.


"Berani beraninya kau meninggikan suaramu dan membantah perkataanku." Ucap Kaisar Zeiland dengan menghempaskan tangannya ke meja.


"Ma-maafkan saya yang mulia kaisar." Sahut Profesor dengan terbata-bata.


"Ayah." Kata Zen


"Apa?" Tanya ayahnya.


"Aku ingin sekolah pendidikan yah, aku bosan membaca buku di perpustakaan kerajaan." Ucap Zen.


"Kau serius ingin sekolah!" Tanya ayahnya.


Lalu Zen berkata, "ya, aku ingin sekali."


"Haaah... baiklah, aku terima tawaranmu Prof. Alex, kapan dia sekolah?" Tanya Kaisar Zeiland kepada profesor Alex.


^^^Bersambung....^^^