ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 50 { Roti basi }



"Ternyata kalian ada disini rupanya, oh ada Hilda juga... apa kalian ingin pergi ke alun-alun kota di negara ini?" Tanya Zen kepada teman-temannya setelah menemukan mereka.


"Kami ikut!" Jawab Lucas, Diego dan Mia.


"Danu Hilda, apa kau ingin ikut?" Tanya Zen kepada Hilda.


"Aku tidak ingin ikut." Sahut Hilda dengan dingin.


"Jika kau tidak ada... siapa yang akan melarang ku berbuat hal-hal yang tidak diinginkan disana nantinya, kau kan tidak ingin namamu terseret masalah karena kesalahanku gara-gara kita se-tim. Jadi... kau mau ikut atau tidak?" Ucap Zen yang berupaya membujuk Hilda untuk ikut.


"Ya sudah, aku akan ikut. Andai kita tidak se-tim... aku tidak akan pernah peduli dengan yang kau lakukan." Sahut Hilda.


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang!" Ucap Zen dengan semangat.


mereka pun pergi ke alun-alun kota, sesampainya di sana....


"Yui, kenapa kau menutupi wajahmu dengan tudung dibajumu itu? Bukannya itu akan membuat penglihatanmu agak terganggu." Tanya Mia.


"Tidak akan terjadi apapun kok, waktu awal aku ke akademi kan juga begini tapi tidak terjadi apa-apa jadi tenanglah." Sahut Zen.


Setelah mengatakan itu, Zen kemudian menabrak seseorang sampai membuatnya terjatuh ketanah dan orang yang dia tabrak juga mengalami hal yang sama dengannya.


"Aww, kaki rasanya terkilir." Ucap orang yang dia tabrak tadi.


"Tuan putri, anda baik-baik saja. Saya sudah bilang untuk membuka tudung dijubah anda sedikit agar tidak terjadi seperti ini. Ah... apa yang ku katakan barusan?"


"Maafkan aku nona, aku tidak sengaja mengatakannya disini. Ini semua karena orang yang telah menabrak anda. Hei kau, kenapa kau menabrak tuanku!" Ucap pengawal orang tadi, setelah mengatakan itu... dia kemudian mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan ke leher Zen.


"Hei, tenanglah aku tidak sengaja. Jadi turunkan pedangmu itu sebelum ku patahkan!" Ucap Zen.


"Apa kau baru saja mengancam ku dasar brengsek!" Teriak pengawal tadi.


Karena pengawal itu tidak mau menurunkan pedangnya, Zen akhirnya mematahkan pedangnya dengan tangan kosong. Semua orang yang berada didekat mereka langsung terkejut setelah melihatnya mematahkan pedang besi pengawal itu dengan tangan kosong.


"Ba-bagaimana kau bisa mematahkan pedang besi milikku? Itu mustahil...."


"Aku sudah memperingatkannya padamu, meskipun kau berusaha melindungi putri dari negara ini. Aku tetap tidak peduli karena aku sudah bilang padamu kalau kejadian tadi hanya ketidaksengajaan." Sahut Zen dengan menatap tajam kearah pengawal tadi, dan angin pun berhembus kencang.


Tudung dibajunya kemudian terlepas dari kepalanya dan membuat wajah dan rambutnya terlhat semua orang ditempat itu.


"Ah, sungguh wajah yang sangat mempesona. Jadi karena itulah kau menutupinya ya?" Ucap Putri yang ditabraknya tadi.


"Apa maksudmu, tunggu dulu... ah bagaimana tudungnya bisa lepas dari kepalaku!" Teriak Zen yang kaget setelah mengatasi hal itu.


"Apa aku boleh jalan bersama rekanmu dan dirimu?" Tanya Putri itu.


"Nggak, nggak bisa. Aku kesini bukannya untuk merayu para perempuan melainkan hanya ingin melihat keindahan kota ini. Ayo kita pergi Lucas, Diego dan juga kalian berdua!" Ucap Zen.


Setelah itu dia kemudian menarik lengan Diego dan Mia. Karena Mia bergandengan tangan dengan Hilda, dan Diego juga menggandeng tangan Lucas... akhirnya Lucas dan Hilda juga ikut diseret oleh Zen.


"Kurasa kita sudah cukup jauh dari Putri tadi... aku tidak ingin berurusan dengan Putri dinegara ini." Ucap Zen setelah menyeret tangan teman-temannya ke tempat yang cukup jauh dari tempat tadi agar terhindar dari Putri tadi.


"Baru beberapa menit sampai ditempat ini, kau sudah berbuat hal yang menarik perhatian orang. Dan hal yang kau lakukan tadi... kau menolak seorang Putri mentah-mentah di hadapan rakyatnya, kau bisa saja dijadikan buronan di negara ini karena telah mempermalukan seorang Putri." Ucap Hilda.


"Yah, aku minta maaf. Wah... apa kalian melihat toko itu? Disitu tertulis menjual Roti bakar rasa keju, aku sangat suka keju. Ayo kita kesana... perutku sudah lapar." Ucap Zen.


"Kau saja, Yui. Kami masih ingin jalan-jalan, ya kan semuanya?" Ucap Mia.


"Jika kau mau mengajak ku, Yui. Maka aku akan menjawab tidak!" Ucap Mia.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan pergi sendiri." Sahut Zen.


Kemudian dia memesan Roti bakar di toko itu dan setelah mencobanya....


"Pwehh... apa-apaan rasanya seperti roti basi, hei pemilik toko! Apa kau baru saja ingin menipuku, atau ingin meracuniku hah!" Ucap Zen dengan berteriak ke arah pemilik toko.


"Dasar bocah tengil, mana pernah aku menggunakan roti basi! Memangnya kau punya bukti apa hah?" Sahut pemilik toko roti bakar itu.


Keributan itu terjadi sampai ke telinga teman-temannya dan Putri dari negara itu, mereka pun bergegas menuju tempat toko itu.


"Yui, baru saja kami tinggal kurang dari setengah jam. Kau sudah berbuat onar, memangnya apa sebenarnya yang terjadi disini?" Tanya Hilda.


"Asal kau tahu Hilda, mungkin rakyat biasa tidak tahu perbedaan antara roti basi yang dibakar dengan roti bagus. Bahkan dia menjualnya dengan harga yang cukup mahal, dia maraup untung banyak sekali dengan menipu orang-orang." Sahut Zen yang berusaha menenangkan kalau pemilik toko itu adalah seorang penipu.


"Memangnya kau punya buktinya? Jika kau tidak punya bukti, kau bisa dipenjara karena mencemari nama baik orang loh. Lagi pula orang-orang tidak pernah mengeluh akan makanannya yang tidak enak. Sebelum kau dipenjara, lebih baik minta maaf kepada pemilik toko roti itu." Ucap Hilda.


"Coba lihat, nona. Sudah saya bilang kan, orang itu adalah bocah bermasalah. Hanya karena dia tampan, anda terpana dan terpikat tanpa melihat seperti apa sosok aslinya." Ucap pengawal Putri negara itu.


"Mungkin yang dikatannya itu benar, kita kan belum tahu apakah dia berbohong atau mengatakan kebenaran." Sahut Putri itu.


"Aku tidak akan pernah minta maaf pada seorang penipu! Tidak akan pernah, sampai kapanpun!" Teriak Zen, kemudian dia berlari masuk ke toko untuk mengambil itu yang belum dibakar.


Setelah mengambilnya, dia langsung memasukkan roti itu ke dalam mulut Hilda. Pada saat Hilda ingin bertanya apa yang dia lakukan, Zen langsung memasukkan roti itu. Dan kemudian....


"Pwehh... rasa roti ini benar-benar seperti roti basi. Dan... mungkin bagi rakyat jelata, mereka tidak akan bisa mengetahui rasa roti ini yang sebenarnya karena roti ini adalah roti yang dimakan para bangsawan. Kau benar-benar telah menipu orang-orang dengan mengatakan kalau roti itu memang seperti itu rasanya."


"Meskipun kau telah ku maafkan karena perkataanmu ada benarnya, tapi tentang memasukkan roti basi ini ke mulutku, aku tidak akan pernah memaafkannya Yui!" Teriak Hilda dengan menggenggam tangannya.


"Hei, tenanglah Hilda. Tenang... ya bagus." Sahut Zen yang berusaha membuat amarahnya Hilda mereda.


"Jangan harap! Akan ku ikat kau menggunakan kekuatan yang sudah turun-temurun dari kerajaan Leopold,


*P**ower of plants, tie that person with your creeping roots*! (kekuatan tanaman, ikat orang itu dengan akar menjalar kalian!)" Ucap Hilda.


"Akhh, sialan! Kenapa benda-benda ini hampir sama seperti milik makhluk itu, apa jangan-jangan leluhurmu adalah Monster yang hampir membunuh kita semua waktu itu" Ucap Zen yang telah diikat tanaman milik Hilda.


"Mana ada, leluhurku bukan lah Monster bodoh! Ikat dia lebih kencang lagi!" Ucap Hilda yang memerintah tanamannya yang hidup itu untuk mengikat Zen.


"Keukkhhh, jika ini terus berlanjut aku akan mati tau!" Teriak Zen.


"Bodo amat!" Sahut Hilda.


Lalu Hilda memerintahkan tanamannya menutup mulut Zen agar dia tidak bisa melapalkan mantra


"Baiklah, kalau begitu...." Ucap Zen dalam hati


Tiba-tiba muncullah petir yang menghanguskan tanaman milik Hilda itu.


"Apa-apaan ini, kau bahkan tidak melapalkan mantra. Bagaimana caranya kau bisa mengeluarkan kekuatanmu itu." Ucap Hilda yang kebingungan.


"Bhahaha... kau pikir kau bisa mengalahkanku, jangan harap. Dah, sampai jumpa lagi di penginapan teman-teman. Dan untuk Hilda yang membosankan, bweee." Sahut Zen dengan wajah yang sedang meledek Hilda sambil berlari ke arah akademi untuk pulang.


^^^Bersambung....^^^