ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 24 { Cerita asal-usul dari sebuah kutukan}



"Peringatan tuan agung! Segel kutukan yang menyegel setengah kekuatan diamond didalam diri Zen, melemah. Jika anda tidak menanganinya, maka segel itu akan terlepas sebelum waktunya!" Ucap kalung Demoid yang berkomunikasi lewat pikiran tuan agung.


Karena tuan agung sudah berada di ruangannya, dia bisa lebih leluasa berkata sesuatu yang tidak boleh didengar oleh Zen.


"Apa maksudmu! Segel itu melemah.... Jika segel kutukan itu terlepas sebelum waktunya, Zen akan menjadi seorang penjahat paling mengerikan! A-apa yang harus kulakukan? Bagaimana caranya, agar semua kegelapan, amarah dan kebencian yang ada pada dirinya, menghilang sementara waktu?" Sahut tuan agung yang kebingungan.


"Tuan! Jangan berfikir terlalu lama. Setengah dari perabotan yang ada dikamar Kaisar, telah berubah menjadi berlian! Jika anda terlambat, segel kutukan itu akan terlepas." Ucap kalung Demoid kepada tuan agung.


"Iya, aku sudah dapat ide. Tahan dia sebentar Demoid! Aku akan kesana." Sahut tuan agung yang kemudian pergi berlari menuju kamar Zen.


Sesampainya dia di depan kamarnya Zen....


"Zen! kumohon buka pintunya. Jika kau tidak membukanya, maka aku akan berteleportasi ke sana sekarang!" Teriak tuan agung dengan mengetok pintu kamarnya.


"Kau tak perlu menghawatirkan diriku, aku tidak apa-apa kok." Ucap Zen.


"Baiklah, kalau begitu!" Sahut tuan agung yang kemudian menjentikkan jarinya.


"Ctaak"


Lalu tuan agung langsung berpindah tempat. Setelah dia berada di dalam kamarnya Zen, dia berkata....


"Zen, coba lihat kearah ku. Kumohon Zen, angkatlah kepalamu dan lihat ke arah ku!" Ucapnya.


Kemudian Zen pun mengangkat kepalanya dan melihat kearah tuan agung....


Setelah melihat wajah Zen, tuan agung bergumam, "dia benar-benar tidak sadar, mengaktifkan kekuatan diamond. Dan harusnya, saat mengaktifkan kekuatan diamond matanya berubah menjadi berlian biru yang bersinar, tapi matanya malah berubah menjadi berlian biru gelap. Semakin gelap matanya, semakin lemah segel kutukan itu. Jika matanya sampai berubah menjadi berlian merah! Aku tidak tau, apa yang akan terjadi nantinya."


Lalu Zen pun terkejut, saat melihat kearah tuan agung. Karena....


"A-ayah! Ibu! Apa ini benar-benar nyata? Ba-bagaimana kalian ada disini? Apa aku hanya menghayal?" Ucap Zen yang kaget saat melihat kedua orangtuanya berada didepannya bersama tuan agung.


"Kejutan Zen! Kau sangat merindukan ayah dan ibumu kan? Jadi aku membuatkan ilusi ayah dan ibumu sebagai hadiah ulang tahunmu. Mereka juga bisa berbicara, tidak seperti manusia ilusi lainnya yang hanya ku buat untuk menyerangmu." Ucap tuan agung kepada Zen.


"Jadi ini hanya ilusi buatanmu? Tapi anehnya, mereka sangat nyata dibandingkan dengan ilusi yang lainnya." Sahut Zen.


"Memang benar, aku membuatnya lebih nyata. Karena ini hadiah ulang tahunmu Zen! Sekarang, berbicaralah pada mereka, mereka berdua pasti akan merespon dan berbicara padamu." Ucap tuan agung.


"Benarkah?" Sahut Zen.


Lalu dia berkata sambil meneteskan air matanya kepada ilusi yang dibuat oleh tuan agung, " a-ayah, ibu! Aku sangat merindukan kalian, hiks...hiks.... Kemana saja kalian selama ini?"


Setelah itu dia langsung memeluk ilusi ayah dan ibunya itu.


Setelah itu ibunya berkata kepadanya dengan menatap wajahnya, " kamu sudah sangat besar, Zen. Apa kau makan dengan teratur? Tidurmu nyenyak?"


Lalu ayahnya berkata, " lihatlah sekarang Fiona, anak kecil kita ini sudah tumbuh besar. Bahkan sekarang, dia sudah memiliki otot ditangannya. Kau pasti sudah menjalani hidup dengan penuh lika-liku, benar bukan Zen?"


"Aku tidak peduli dengan apa yang telah ku lalui! Yang penting sekarang, aku sudah bisa memeluk kalian dan berbicara dengan kalian lagi. Aku benar-benar menyayangi kalian berdua, jadi ku harap, kalian tidak bertengkar lagi." Sahut Zen dengan memeluk erat mereka berdua.


"Maaf aku menggangumu Zen, karena mereka adalah ilusi yang bersifat nyata. Mereka berdua, akan menghilang sebentar lagi." Ucap tuan agung.


"Mereka berdua akan menghilang? Tunggu, kenapa tubuh mereka semakin tidak terlihat?" Tanya Zen.


"Kami juga menyayangi dirimu Zen! Jangan pernah menangis, karena kami lagi Zen, karena kejadian itu bukanlah salahmu Zen. Daah, Zen." Ucap ilusi kedua orangtuanya itu yang kemudian menghilang di pelukan Zen.


"A-ayah, ibu! Haah... mereka sudah menghilang!" Ucapnya Zen dengan mengusap kepalanya.


"Apa perasaanmu sekarang lebih baik, setelah kau bertemu dan berbicara dengan orang tuamu?" Tanya tuan agung kepada Zen.


"Iya, sekarang... perasaanku sudah sedikit tenang. Terima kasih banyak atas hadiahnya, meskipun mereka tidak bisa berada di sisiku selama aku mau. Kau pasti sulit membuat ilusi senyata itu?" Sahut Zen dengan tersenyum ke arah tuan agung.


Lalu tuan agung membalas senyumannya itu dan memberikan pelukan hangat padanya.


Setelah memeluknya dan melihat kedua bola matanya yang berubah seperti semula, dia bergumam, "akhirnya, segel kutukannya tidak jadi terlepas... untuk sementara waktu."


"Istirahatlah Zen, aku pergi dulu." Ucap tuan agung kepada Zen.


Kemudian dia pergi keluar kamarnya Zen....


Setelah keluar dari kamarnya Zen, dia pergi menemui Perdana menteri Lucky.


"Bagaimana keadaan Zen sekarang?" Tanya Perdana menteri Lucky.


"Sekarang dia sudah baik-baik saja, kau tau Lucky... segel kutukan itu hampir lepas, andai aku tidak membuat dia bertemu dengan kedua orangtuanya, pasti segel kutukan itu terlepas. Setengah dari perabotan yang ada di kamarnya, berubah menjadi berlian. Tapi dia sendiri tidak menyadari kalau dia sudah mengaktifkan kekuatan diamond yang ada padanya. Saat kekuatan diamond itu aktif, matanya berubah menjadi berlian biru gelap. Seharusnya tidak segelap itu, dan kita harus waspada kalau-kalau segel itu lepas nantinya." Ucap tuan agung kepada Perdana menteri Lucky.


"Benarkah, kau pasti lelah setelah melakukan itu." Sahut Perdana menteri Lucky.


"Iya, aku memang kelelahan sekarang. Andai saja kejadian dimasa lalu itu tidak pernah terjadi...." Ucap tuan agung.


"Kejadian yang mana?" Tanya Perdana menteri Lucky.


"Kejadian tentang asal-usul kutukan itu. Kau tau kan tentang ayahnya Lord, dia adalah orang yang berhati mulia. Sayang, dia malah dijebak wanita licik itu. Dia pun jatuh cinta kepada wanita itu, dan menikahinya. Padahal, pernikahan itu sangat dilarang! Tapi dia tetap tidak menghiraukannya. Kemudian dia di usir dari tempat tinggalnya, dan menetap di benua ini. Setelah itu, pernikahannya dikaruniai anak kembar yang mewarisi sifat mereka berdua. Yang satu seperti wanita licik itu, dan satunya lagi seperti dirinya. Kaisar Lord adalah anak yang mewarisi sifat laki-laki itu. Suatu hari... pada saat dia jalan-jalan di sekeliling desanya, dia mendengar kabar kalau istrinya akan mendapatkan kutukan yang membuatnya tiada. Padahal kabar itu hanya bohong, yang sebenarnya adalah, kutukan itu akan membuat setengah kekuatan yang dimiliki wanita licik itu tersegel. Dan untuk membuat kutukan itu terlepas, wanita itu harus mensucikan hatinya dan merubah sifat buruknya menjadi baik dan kutukan itu bersifat turun-temurun. Tapi karena dia mendapatkan kabar yang salah dari teman-teman wanita licik itu, dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan istrinya dari kutukan itu. Dan akhirnya, dia lah yang menerima kutukan itu. Karena sifatnya yang baik, cara melepaskan kutukan itu berubah. Dia harus membuat dirinya memiliki kegelapan didalam hatinya, amarah dan juga kebencian. Sampai dia tiada, kutukan itu tetap tidak terlepas. Karena kutukan itu turun-temurun, kutukan itu turun kepada Lord yang memiliki sifat yang sama seperti laki-laki itu. Tapi Lord berhasil melepaskan kutukan itu walaupun dia hampir tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Selesai!" Ucap tuan agung.


^^^Bersambung....^^^