
"Nama putri itu adalah, "Lecia William Frencesco" saat dia tak sadarkan diri karena kecelakaan yang dia alami, saat itu kakekmu Note sedang dalam perjalanan pulang kekaisaran. Dia memilih jalan pintas, jalan yang sama dilalui putri itu. Jalan itu dekat dengan hutan jadi penduduk yang tinggal disitu hanya sedikit, dan setiap dia lewat jalan itu, dia selalu menyamarkan dirinya dengan menggunakan kalung demoid itu agar para penjahat tidak menyerangnya. Disaat dia melalui jalan itu dengan menunggang kudanya dia melihat sebuah kereta kuda yang terbalik dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada mayat seorang kusir. Lalu pada saat ingin mendekati mayat itu dia melihat seseorang berada dalam kereta tersebut sedang tidak sadarkan diri, dia pun langsung menolongnya dan setelah mengeluarkan putri itu dari dalam kereta itu, dia pun membawanya ke desa dekat situ. Dia lalu meletakkan putri itu di sebuah rumah yang sudah tidak ada penghuninya dan sementara itu, dia bertanya-tanya kepada penduduk desa itu apakah ada seorang tabib di desa itu, lalu jawab mereka ada. Dia pun menjumpai tabib itu dan kemudian dia dan tabib itu pergi ke tempat putri itu. Tabib itu kemudian mengobati luka yang ada di kepala putri itu akibat terbentur.
"Sekarang dia sudah tidak apa-apa tuan, sebentar lagi dia akan sadar." Ucap tabib itu.
Lalu Note menjawab, "benarkah, ini bayaran atas kerjamu." Ucap Note yang kemudian membayar tabib itu. Setelah itu, tabib itu pergi dan tak berapa lama kemudian putri itu tersadar. Stop dulu ya, Zen. Aku ingin menghela nafas dulu." Ucap tuan yang agung pada Zen, kemudian dia melanjutkan ceritanya lagi.
"Setelah dia tersadar, dia bertanya, "siapa kau!" Ucapnya kepada Note.
"Si-siapa aku, a-aku hanya seorang prajurit kekaisaran. Aku tadi melihat mu tak sadarkan diri didalam kereta, jadi ku bawa kesini dan ku panggilkan tabib untuk mengobatimu." Jawab Note.
"Tunggu dulu, siapa aku? Kenapa aku tidak mengingat apapun." Ucap putri itu.
"Hah, kau tidak tau siapa dirimu! Bagaimana aku bisa memulangkanmu kalau kau sendiri tidak ingat apa-apa. Ah, aku punya ide bagaimana kalau kau tinggal dirumah ini saja dulu, aku akan merenovasi rumah ini dan akan mengisi rumah ini dengan barang-barang perabotan. Sampai kau ingat dirimu, aku akan mengantarkanmu pulang. Bagaimana? Kau mau." Ucap Note.
Lalu dia menyahut, "iya." Kaisar Note pun membersihkan rumah itu agar bisa dihuni, Dia memperbaiki genteng rumah itu agar tidak bocor saat hujan dan rumah itu akhirnya bisa dihuni oleh putri tersebut. Setiap hari liburnya, Note selalu mengunjungi Putri itu, dan lama kelamaan dia menyukainya dan pada suatu hari dia melamar Putri itu. Putri itu menerima lamarannya, dan mereka akhirnya menikah di desa itu dengan dihadiri oleh penduduk setempat, dan kemudian lahirlah ibumu. Setelah itu, tahun berganti tahun dan ibumu sudah berumur satu tahun, tapi Putri Lecia masih tidak mengingat ingatannya, dan dia juga masih tidak tau kalau laki-laki yang dia nikahi itu adalah seorang Kaisar, begitu pula dengan Note, dia juga tidak tau kalau perempuan yang dia nikahi itu adalah seorang Putri dari kekaisaran benua timur, dan dia diutus untuk menggantikan kakaknya." Ucap tuan yang agung itu.
"Benarkah? Kaisar Note tidak tau kalau perempuan itu adalah seorang Putri." Tanya Zen.
"Makanya, dengarkan cerita ini sampai habis!" Ucap tuan yang agung.
Lalu dia melanjutkannya kembali, "sampai pada suatu hari, ada pesan surat yang datang dari benua timur, surat itu berisi, "ini adalah surat permintaan, jika kau memang benar tidak tahu ciri fisik tuan Putri, kami sudah mengirimkan fotonya. Sudah dua tahun dia menghilang di benua kalian, aku memohon sebagai seorang ayah, temukan Putriku. Akan kuberikan apapun padamu."
"Dimana fotonya?" Tanyanya Note kepada pengantar pesan.
"Ini yang mulia," Sahutnya dengan memberikan foto itu. Betapa terkejutnya Note, karena foto itu adalah foto istrinya. Setelah itu dia menceritakan semua kejadian itu kepadaku.
Namun tidak berapa lama kemudian, ada seorang prajurit yang mengatakan ada pemberontak yang sudah membakar alun-alun kota. Dan itulah awal mula peperangan yang membuat kaisar Note tiada. Sebelum aku menghampiri ibumu untuk mengatakan kalau dia adalah seorang Putri, Kaisar Note tiada dan itu membuat tugasku sebagai guru dari keturunan Lord terhenti karena ibumu tidak tau dia keturunan siapa dan kekaisaran DIAMOND LORD EMPRESS UNIFORNIA ARGERINT menghilang dipermukaan bumi beserta orang-orang yang ada didalamnya. Dan tahun berganti tahun, aku tetap tidak bisa meneruskan tugas itu karena aku tidak bisa dilihat siapapun. Satu-satunya cara untuk membuatku kembali terlihat oleh manusia dengan mengaktifkan kekuatan diamond yang dimiliki ibumu, tapi dia tidak bisa mengaktifkannya. Lalu kau membuat kekuatan itu aktif karena kebencian, amarah, kesedihan dan juga rasa putus asa yang memuncak saat itu. Pada saat mengaktifkan kekuatan diamond, bola matamu akan berubah menjadi berlian biru yang bersinar yang dimana matamu bisa melihat sesuatu yang jelas saat ditempat yang gelap. Oke sampai disitu saja ceritanya." Ucap tuan yang agung itu.
"Kau bilang aku mengaktifkan kekuatan diamond itu karena kesedihan, amarah kebencian dan juga rasa putus asa memuncak saat itu. Memangnya karena apa aku merasakan perasaan seperti itu?" Tanya Zen.
Lalu tuan yang agung itu mengalihkan pembicaraan dengan berkata, "pertanyaan mu yang kedua, tempat apa ini? Iya kan?"
"Iya." Sahut Zen.
"Tempat ini adalah istana kekaisaran DIAMOND LORD EMPRESS UNIFORNIA ARGERINT yang menghilang itu, istana ajaib ini kontraknya sudah berakhir karena ibumu tidak tau kalau dia adalah keturunan dari kaisar Lord. Istana ini pun menghilang ke dimensi lain, dan aku menemukannya. Disana ada banyak sekali orang-orang yang menghilang saat mereka berada di istana itu saat sebelum menghilang dari permukaan bumi. Anehnya usia mereka tidak menua, sama seperti sebelum mereka menghilang."
"Jadi ini kekaisaran DIAMOND yang menghilang itu ya?" Tanya Zen.
"Iya, ini memang kekaisaran DIAMOND LORD EMPRESS UNIFORNIA ARGERINT yang menghilang dari permukaan bumi itu. Andai ibumu tau siapa dia sebenarnya, pasti istana ini tidak akan menghilang dari permukaan bumi. Kau mau lihat-lihat istana ini, tidak?" Ucap tuan yang agung.
"Iya, aku sangat penasaran." Sahut Zen, tapi dalam hatinya bergumam, "Kenapa dia tidak menjawab pertanyaan ku mengenai hal apa yang terjadi sampai aku bisa mengaktifkan kekuatan diamond, dan apakah semua ceritanya tadi benar-benar terjadi. Ah, ini membingungkan. Lebih baik aku lihat-lihat istana ini dulu."
"Setelah kita berkeliling dan mengunjungi ruangan-ruangan yang ada di istana ini, kau harus tabah hati ya Zen. ucap tuan yang agung itu dengan mengusap kepalanya Zen.
"Eh, memangnya kenapa?" Tanya Zen yang kebingungan.
^^^Bersambung....^^^