ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 23 { Terpesona karena otot perutnya bocah yang masih berumur enam tahun}



Zen pun sanggup melakukan latihan itu dengan baik, dan latihan itu sampai pada batasnya yaitu menarik beban berat itu mengelilingi lapangan besar itu sebanyak lima belas kali, lalu mengangkat beban berat sebanyak lima puluh kali, kemudian Push up sebanyak seribu kali dan Sit up sebanyak seribu kali.


Enam bulan berlalu.... Zen sudah menyelesaikan latihan itu dengan baik tanpa mengeluh.


"Sudah enam bulan berlalu, tapi aku masih belum bisa melupakan semua kejadian itu.... Aku sangat merindukan teman-temanku disana, bagaimana keadaan mereka sekarang. Dan suara teriakan ayah dan ibuku saat bertengkar, masih terngiang di telingaku sampai saat ini. Haah... kapan mimpi buruk ini berakhir?" Gumam Zen saat dia duduk di dekat jendela kamarnya.


Tidak berapa lama kemudian... Perdana menteri masuk ke kamarnya.


"Selamat Zen! Atas keberhasilanmu dalam latihan pertamamu! Tuan agung sedang menunggu di tempat latihan." Ucap Perdana menteri Lucky kepada Zen.


"Benarkah? Dia sedang menungguku? Oh iya, ngomong-ngomong, kenapa tidak pelayan saja yang menyampaikan informasi ini." Sahut Zen.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Sebenci itukah kau pada ku Kaisar muda Zen?" Ucap Perdana menteri Lucky dengan ekspresi sedih.


"Hei, kenapa kau sedih begitu? Aku mengatakan itu karena pekerjaanmu kan sangat banyak! Jika kau tidak menyelesaikan pekerjaanmu itu, kau akan dimarahi kakek tua itu lagi." Sahut Zen.


"Ah, kau benar. Oh, iya, Zen. Apa aku boleh melihat otot perutmu itu? Selama ini aku hanya melihat otot ditanganmu, tapi aku sangat penasaran dengan otot di perutmu itu. Dengan latihan berat seperti itu setiap hari, pasti otot di perutmu sangat indah. Bolehkan Zen, kumohon satu kali saja?" Ucap Perdana menteri Lucky dengan tatapan yang aneh.


Setelah mendengar kata-kata itu, Zen pun menjauh beberapa langkah dari Perdana menteri Lucky. Kemudian Zen berkata, " Apa-apaan kau! Menjijikkan sekali, apa jangan-jangan kau itu adalah "Gay" Membayangkannya saja membuat ku merinding apa lagi kalau itu memang benar."


"Bukan seperti itu Kaisar muda! Aku hanya penasaran, ada berapa banyak otot di perutmu itu. Kau pikir aku ini Gay! Tentu saja tidak! Memangnya kau punya bukti apa? Sampai kau mengatakan hal itu!" Sahut Perdana menteri Lucky.


"Benarkah? Ya sudah kalau begitu, aku akan memperlihatkannya satu kali saja!" Ucap Zen yang kemudian membuka bajunya untuk memperlihatkan otot perutnya kepada Perdana menteri Lucky.


"Wah, gila! Satu, dua, tiga, empat, lima, enam! Ada enam? Gila! di umurmu yang masih enam tahun, sudah memiliki roti sobek seindah itu, bagaimana saat kau dewasa nanti.... Pasti banyak wanita yang nempel di dekatmu, wah pasti rasanya seperti disurga...." Sahut Perdana menteri Lucky.


Lalu Perdana menteri Lucky berkata lagi, "Jangankan otot perut yang kumiliki, otot tangan saja tidak ada. Dan di perut buncitku ini hanya ada lemak, Menyedihkan sekali bukan?"


"Hei, bocah! Kenapa kau sangat lama sekali? Kapan kita akan latihan kalau terus mengobrol dengan pria tengil itu!" Ucap tuan agung yang tiba-tiba muncul di antara mereka berdua.


Kemudian tuan agung pergi meninggalkan Zen, lalu Zen pun mengejarnya....


"Kakek tua! Tunggu aku. Dah, dulu Perdana menteri Lucky." Ucap Zen yang kemudian pergi berlari mengejar tuan agung.


Sesampainya di tempat latihan yang dimana, tuan agung ada disana....


"Kenapa kau tidak menungguku? Dan apa yang kau sembunyikan dibelakang itu?" Tanya Zen kepada tuan agung.


"Ah, yang ku sembunyikan ini adalah...." Sahut tuan agung dengan membuat Zen penasaran.


"Cepat beritahu aku! Benda apa yang kau sembunyikan itu?" Ucap Zen yang sudah penasaran.


"Tadaaa! Pedang ini adalah pedang legendaris milik Kaisar Lord, aku memberikan hadiah ini kepadamu karena aku ingin kau selalu semangat dalam latihanmu. Sudah enam bulan berlalu... kau sudah menyelesaikan latihan pertamamu dengan baik. Semangat Zen!" Sahut tuan agung dengan memberikan hadiah itu kepada Zen.


"Pedang ini keren sekali.... Apa latihan keduaku adalah berlatih menguasai teknik-teknik pedang?" Tanya Zen kepada tuan agung.


"Ya, itu memang benar. Mulai besok sampai enam bulan ke depan... kau akan berlatih pedang denganku dan untuk latihan pertamamu itu tetap dilakukan dengan dua kali seminggu. Agar ketahanan fisikmu tetap terjaga. Paham kan Zen." Sahut tuan agung.


Kemudian tuan agung tersenyum kepada Zen setelah itu mengusap kepalanya, dan berkata, "semangatlah Zen! Ku yakin suatu saat nanti, kau pasti bisa mengalahkan pria brengsek itu."


"Ya, aku akan berjuang untuk mengalahkan pria brengsek itu." Sahut Zen dengan bersemangat.


"Oke, sampai disini saja. Besok baru kita mulai latihannya, mari kita pulang." Ucap tuan agung kepada Zen.


"Kau tau kakek tua! Aku sudah tidak sabar menunggu hari besok untuk latihan pedang bersama denganmu." Sahut Zen.


Kemudian mereka pun kembali ke istana....


Enam bulan kurang tujuh hari kemudian....


Zen sudah pandai dalam menggunakan pedangnya, bahkan dia bisa mengalahkan lima ratus prajurit ilusi yang dibuat oleh tuan agung untuk menyerang Zen. Hanya dengan pedangnya itu, Zen membantai seluruh prajurit itu tanpa ada yang tersisa.


"Kau tau, tuan agung. Zen sangat hebat! Sekarang dia sudah bisa mengalahkan prajurit sebanyak itu diusianya yang sekarang. Oh iya, para penduduk ibu kota sudah menunggunya di pintu masuk istana, untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun dan hadiah kepadanya. Temui dia sekarang!" Ucap Perdana menteri Lucky.


"Baiklah, aku akan menemuinya. Dan kau urus semua orang yang ada di sana!" Sahut tuan agung yang kemudian pergi menemui Zen.


"Oke, tuan agung. Perintahmu adalah tugas bagiku." Sahut Perdana menteri Lucky.


"Sedang apa kau diruangan ku Zen?" Tanya tuan agung kepada Zen.


"Aku sedang menunggumu, kapan kita latihan?" Ucap Zen kepada tuan agung.


"Hari ini kita tidak latihan, Inikan hari ulang tahunmu! Kami sudah menyiapkan pesta untukmu. Jadi ikut aku kepesta itu, dan bersenang-senanglah dihari ini." Sahut tuan agung kepada Zen.


"Tunggu... hari ini hari ulang tahunku? Kenapa kau tidak mengingatkan kepadaku?" Tanya Zen.


"Karena ini kejutan! Jadi ayo pergi." Sahut tuan agung dengan mengulurkan tangannya ke Zen.


"Kenapa wajahmu sedih seperti itu?" Tanya tuan agung.


"Aku benci hari ini! Aku tidak akan merayakan ulang tahunku! Tidak akan pernah!" Sahut Zen dengan berteriak, kemudian dia pergi berlari ke kamarnya.


Setelah itu dia langsung mengunci pintu kamarnya dan terdiam dibelakang pintu kamarnya.


Kemudian dia duduk dilantai kamarnya dan bersandar pada pintu kamarnya, lalu menundukkan kepalanya dan menangis sejadi-jadinya.


Setelah Zen berlari meninggalkannya, tuan agung langsung mengejarnya. Sesampainya dia di depan kamarnya Zen....


"Zen, aku tau kau ada didalam. Berhentilah menangis, lupakan kejadian yang sudah lalu itu dan bersenang-senanglah hari ini, inikan hari ulang tahunmu." Ucap tuan agung.


Setelah mendengar kata-kata itu Zen menjawab, "sampai kapan pun! Hiks... hiks.... Aku tidak akan bersenang-senang dihari ini, meskipun ini adalah hari ulang tahunku. Dengan mengadakan pesta ulang tahunku untuk merayakan hari ulang tahunku, kalian sama saja dengan merayakan kematian kedua orang tuaku. Hanya orang bodoh yang bisa bahagia dan bersenang-senang dihari kematian kedua orangtuanya, tapi aku tidak! Sampai kapan pun, aku tetap tidak akan pernah merayakannya. Hiks... hiks...." Sahut Zen sambil mengusap air matanya.


^^^Bersambung....^^^