ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 36 { Memperlihatkan wajah aslinya }



Setelah Zen memanggil tuan agung dari tempatnya berdiri, tiba-tiba muncul cahaya yang membuat semua yang berada ditempat itu tidak bisa melihat.


Kemudian....


"Aku sudah tiba, bocah tengil! Sekarang katakan padaku, kau minta aku meluruskan masalah ini kan?" Ucap tuan agung kepada Zen setelah dia tiba.


"Dari mana kau datang? Perasaanku tadi tidak ada siapa-siapa disini selain bocah ini." Ucap Kaisar Learn yang terkejut melihat tuan agung.


"Perkenalkan semuanya, aku adalah tuan agung dari kekaisaran DIAMOND LORD EMPRESS UNIFORNIA ARGERINT. Dan bocah ini adalah keturunan dari kekaisaran Diamond." Ucap tuan agung kepada Kaisar, Putri dan juga Pangeran.


"Apa yang kau katakan barusan, Kakek tua!" Ucap Zen dengan berbisik ke telinganya tuan agung.


"Tenang saja bocah, aku sudah merencanakan sesuatu. Diam dan lihat saja pertunjukan yang ku buat ini." Sahut tuan agung dengan berbisik.


"Apa maksudmu dia itu keturunan Kaisar Lord? Setahuku, keturunan Kaisar Lord hanya sampai pada Kaisar Note. Setelah itu tidak ada lagi, apa kau ingin mengelabui diriku untuk menyelamatkan bocah brengsek ini!" Ucap Kaisar Learn.


"Kau tau tuan, tidak usah banyak basa-basi. Sekarang akan kutunjukkan padamu, kalau dia adalah keturunan Kaisar Lord. Pejamkan mata kalian sekarang juga!" Sahut tuan agung.


Setelah itu mereka pun memejamkan matanya, lalu pada saat itu juga tuan agung menjetikkan jarinya. Mereka pun berteleportasi kekaisaran Diamond.


"Silahkan buka mata kalian, tuan-tuan." Ucap tuan agung setelah sampai.


"Di-dimana ini? Apa yang telah kau lakukan, pria tua brengsek!" Ucap Kaisar Learn.


"Wah tempat ini semuanya terbuat dari berlian, keren sekali." Ucap Putri Irene saat melihat seisi bangunan istana Diamond.


"Menurut ku biasa-biasa saja." Sahut Pangeran Incelote.


"Oke, bocah.... Sekarang tunjukkan wujud aslimu yang sebenarnya." Ucap tuan agung kepada Zen.


"Nah benarkan! Orang-orang brengsek ini hanya menipu kita, mereka melakukan ini hanya untuk membuat pertemanan kekaisaranku dan kekaisaran lain berantakan!" Ucap Kaisar Learn dengan emosi yang meledak.


"Kami tidak menipumu paman, ini juga wujud asliku. Tapi karena aku adalah keturunan Kaisar Lord, dengan menggunakan kalung Demoid, aku bisa merubah fisikku mirip dengan ayahku atau ibuku. Jadi ini juga wujud asliku, tapi semua orang tidak mengenali wujudku yang ini, mereka hanya mengenaliku saat aku merubah fisikku yang mirip dengan ayahku. Akan ku perlihatkan kepada kalian sekarang.... Kalung Demoid! Rubah fisikku seperti ayahku sekarang juga!" Ucap Zen dengan memerintahkan kalung Demoid.


"Berani-beraninya kau memanggilku paman! Ah, sialan! Cahaya apa lagi ini!" Sahut Kaisar Learn.


Setelah Zen berubah ke wujud aslinya, dia kemudian berkata....


"Bagaimana? Apa kau sekarang percaya padaku, paman. Aku adalah keturunan Kaisar Lord, hanya keturunan Kaisar Lord yang bisa merubah fisiknya menjadi lebih mirip ibunya atau ayahnya."


"Ba-bagaimana bisa? Kenapa rambutmu berubah menjadi hitam dan bola matamu juga berubah menjadi hijau. Ke-kenapa sekarang wajahmu mirip dengan kaisar Zeiland!" Ucap Kaisar Learn yang terkejut melihat Zen.


"Gila, dia benar-benar tampan sekali Incelote." Ucap Putri Irene dengan berbisik kepada Pangeran Incelote.


"Kau tau Rin, cuman rambut dan bola matanya yang berubah. Wajahnya tetap seperti itu, jadi kenapa tidak dari awal kau memuji ketampanannya?" Tanya Pangeran Incelote.


"Iya juga sih, mungkin karena rambutnya mirip denganmu aku jadi tidak bisa menyadari ketampanannya. Padahal saat dia mirip dengan kita pun dirinya tetap tampan seingatku tadi. Bahkan ketampanan empat kali lipat darimu!" Ucap Putri Irene.


"Apa kau baru saja menghinaku? Ingat ya Rin, aku ini adalah kakakmu!" Sahut Pangeran Incelote dengan ekspresi kesal.


"Iya, iya, aku tau kok kalau kau itu adalah kakakku." Ucap Putri Irene dengan ekspresi datar.


"Kau tau paman, Kaisar Zeiland itu adalah ayahku. Dan ibuku Fiona adalah keturunan dari Kaisar Note dan juga bibimu Lecia William Frencesco. Karena itulah aku memanggilmu paman." Ucap Zen.


"Apa barusan kau bilang? Kau adalah putra dari Kaisar Zeiland! Dan apa yang kau katakan tentang Ratu Fiona, dia adalah keturunan Kaisar Note dan juga Bibiku! Bibiku menghilang saat dia bertugas waktu ayahku sakit saat itu! Ucapanmu itu sangat tidak masuk akal!" Teriak Kaisar Learn.


"Tenangkan emosimu, Kaisar Learn. Aku akan menjelaskan padamu sambil kita mengelilingi tempat ini, jadi ayo ikut denganku dan biarkan bocah-bocah ini berbincang-bincang disini dengan leluasa." Ucap tuan agung.


Kemudian mereka berdua pun pergi dari tempat itu, dan tuan agung pun menjelaskan tentang kejadian Kaisar Note dan juga Putri Lecia William Frencesco sambil jalan-jalan mengelilingi istana Diamond.


"Kau bilang, kau adalah putra dari Kaisar Zeiland.... Seingatku, Kaisar Zeiland hanya memiliki satu anak. Dan dia telah tiada enam tahun yang lalu bersama Kaisar Zeiland dan juga Ratu Fiona" Ucap Pangeran Incelote.


"Yang dikatakan kakakku benar, Pangeran Zen telah tiada enam tahun yang lalu. Jadi sebenarnya siapa dirimu?" Sahut Putri Irene.


"Akulah Pangeran Zen! Aku masih hidup selama ini, aku selamat dari kejadian buruk saat itu berkat tuan agung yang bertugas melindungi keturunan Kaisar Lord. Katanya aku telah membuat tugasnya aktif kembali setelah aku mengaktifkan mata Diamond seperti ini." Ucap Zen dengan mengaktifkan mata Diamond miliknya.


"Bo- bola matamu berubah menjadi berlian! Ternyata yang dikatakan orang tua dulu mengenai mata berlian Kaisar diamond itu benar." Ucap Pangeran Incelote yang terkejut melihat matanya Zen yang berubah menjadi berlian biru.


"Jika kau memang Pangeran Zen, dan kau diselamatkan oleh tuan agung. Mengapa kau tidak menggunakan kekuatan diamond milikmu untuk menyelamatkan orang tuamu? Dan kau bilang ibumu adalah putri dari Kaisar Note, mengapa dia tidak bisa menggunakan kekuatan yang paling hebat dimuka bumi ini yaitu kekuatan Diamond?" Tanya Putri Irene.


"Ibuku tidak bisa menggunakan kekuatan diamond, karena dia sendiri tidak tahu kau dia adalah keturunan Kaisar Note. Yang dia tahu ayahnya adalah seorang prajurit kekaisaran Diamond, sampai akhir hayatnya, dia tetap tidak tahu kalau ayahnya adalah Kaisar dari kekaisaran Diamond."


"Itu dikarenakan kakek Note merubah wujudnya seperti ibunya, saat menikah dengan nenek Lecia. Dia tidak pernah menunjukkan wujud aslinya pada nenek. Karena itulah, ibuku tidak tau kalau dia adalah seorang Putri. Dan karena itu juga, tugas tuan agung sebagai pelindung keturunan Kaisar Lord menghilang. Tugas itu terhenti karena ibuku tidak mengetahui kalau dia adalah keturunan Kaisar Lord."


"Sampai pada saat aku melihat kedua orangtuaku terbakar didepan mataku sendiri, aku berteriak sejadi-jadinya dan terus berusaha keluar dari pelindung yang ayahku buat untuk melindungi dari kekuatan api hitam pamanku yang membakar tempat kami berada waktu itu. Amarah, kegelapan dan juga kesedihanku memuncak saat itu. Berkat itu, kekuatan diamond milikku akhirnya aktif dan itu membuat tugas tuan agung sebagai pelindung keturunan Kaisar Lord aktif kembali."


"Disaat-saat pelindung buatan ayahku yang melindungiku hampir menghilang karena tidak tahan terbakar api hitam milik pamanku, datanglah tuan agung melindungiku. Karena aku sudah tidak sadarkan diri akibat kelelahan berteriak dan juga menangis, dia membawaku ketempat ini."


"Ditempat inilah aku dibesarkan olehnya, dia juga melatih kekuatan fisikku dan juga kekuatan elemen milikku. Dan sekarang aku sudah memiliki beberapa elemen, yaitu elemen api, elemen es, elemen air dari penggabungan dua elemen yaitu elemen es dan juga api. Elemen petir dari keturunan Kaisar Lord, tapi karena dia jarang menggunakan kekuatan petir, tidak banyak yang tau kalau dia juga memiliki elemen petir. Dan yang terakhir adalah elemen Diamond." Ucap Zen dengan mengeluarkan kekuatanya satu persatu didepan mereka berdua.


"Hebat sekali, kau memiliki lima elemen kekuatan. Dan kau bahkan membuat elemen baru yaitu air, kau pasti sangat hebat sekali. Ucap Putri Irene.


"Yang dikatakan adikku benar, kau sangat hebat. Diusiamu yang masih dua belas tahun ini, kau sudah memiliki kekuatan sebanyak itu, sekarang kau pasti bisa balas dendam kepada pamanmu yang telah merebut semua milikmu dan bahkan dia juga telah merenggut nyawa orangtuamu." Sahut Pangeran Incelote.


"Sekarang masih tidak bisa, aku belum memiliki pengalaman sekalipun dalam bertarung, karena itulah aku masuk akademi. Aku masuk akademi karena aku ingin mendapatkan pengalaman dalam bertarung dan bisa bertahan hidup dalam berpetualang." Ucap Zen


"Kau sudah pernah bertarung satu kali, yaitu saat kau bertarung melawan Pangeran Kaito saat itu." Sahut Pangeran Incelote.


"Bedebah itu sangat payah, dia tidak pantas kusebut lawan. Karena semua serangannya tidak ada yang mengenaiku, jadi melawannya tidak bisa dianggap sebagai pengalaman bertarung." Ucap Zen dengan ekspresi datar.


"Haha, kau sangat lucu Zen. wajahmu benar-benar lucu saat kau menghina Pangeran Kaito." Ucap Putri Irene yang tertawa melihat wajah Zen.


"Oh, iya Putri Irene. Apa kau tidak mengenali pakaianku ini? Disaat kita bertemu di akademi nantinya, kau tidak bisa memanggilku Zen lagi. Karena hal itu bisa membuat diriku dalam bahaya nantinya, kau hanya perlu memanggilku seperti waktu itu. Yaitu dengan sebutan "Yui" sebutan yang kau buat saat kita bertemu waktu itu." Ucap Zen kepada Putri Irene.


"Tu-tunggu, jadi kau yang namanya Yerui! Orang yang berpakaian aneh dan disebut sebagai murid gila waktu itu." Sahut Putri Irene dengan ekspresi terkejut.


"Iya." Ucap Zen dengan menutup kepalanya dengan topi yang ada dijaketnya itu.


"Benar-benar kau rupanya, kenapa aku tidak bisa mengenalimu? Padahal kita pernah bertemu bahkan saling berkenalan." Ucap Putri Irene kepada Zen.


"Mungkin itu karena wajahnya tidak terlihat dan terlihat memiliki perbedaan, yang tidak terlihat memiliki khas seperti orang bodoh, jelek dan juga menyebalkan. Sebaliknya yang terlihat memiliki khas wajah yang membuat para wanita terpesona dan jika dilihat-lihat lagi, wajahnya itu seperti orang jenius yang punya banyak akal." Sahut Pangeran Incelote.


"Dan setelah wajahmu dilihat semua orang, kau pasti akan menjadi pria hidung belang yang mempermainkan wanita semaunya. Jadi kau jangan pernah tertarik sedikitpun pada orang yang memiliki ketampanan yang tidak wajar seperti dia Rin!" Ucap Pangeran Incelote.


"Apa maksudmu pria hidung belang! Dengar ya Incelote, aku tidak seperti yang kau bayangkan! Aku tidak tertarik dengan percintaan, karena tujuanku saat ini adalah balas dendam! Dan aku hanya perlu satu wanita untuk menyempurnakan hidupku nantinya, dan wanita itu bukan seperti wanita murahan yang mau membuang harga dirinya untuk mendapatkan cinta! Itulah wanita idamanku. Dia harus memiliki sifat sebaik malaikat dan yang paling terpenting, dia juga cantik." Ucap Zen


"Dengar bodoh, kebanyakan laki-laki juga mengidamkan wanita yang seperti itu!" Sahut Pangeran Incelote.


"Kenapa kau hanya terdiam Rin, jangan bilang... kau takjub dengan kata-kata omong kosongnya tadi?" Ucap Pangeran Incelote kepada Putri Irene.


"Itu bukan omong kosong belaka, brengsek!" Sahut Zen.


"Aku tidak takjub dengan kata-katanya tadi kok, kak." Ucap Putri Irene.


Padahal dalam hatinya berkata....


^^^Bersambung....^^^