ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 22 { Latihan pertama Zen }



"Di-dia sebenarnya adalah Perdana menteri disini, tapi beberapa hari yang lalu dia berlibur dan kau tidak sempat berkenalan dengannya. Jadi mulai sekarang dia juga akan tinggal disini, karena nantinya aku akan sibuk melatihmu." Jawab tuan agung.


"Benarkah? Lalu siapa namanya?" Tanya Zen lagi.


"Namanya adalah "Lucky Spenel" iya kan Lucky?" Ucap tuan agung.


"Iya, Kaisar muda Zen. Nama saya adalah Lucky Spenel, dan saya adalah Perdana menteri dikekaisaran ini." Sahut pria itu dengan menundukkan kepalanya kepada Zen.


"Haah... ya sudah, lanjutkan pembicaraan kalian tadi. Dah, kakek tua! Aku pergi dulu." Ucap Zen yang langsung pergi setelah mengatakan itu.


Lalu mereka berdua melanjutkan pembicaraan tadi....


"Jadi, tugasku disini sebagai "Perdana menteri" untuk menggantikanmu, benarkan?" Ucap Lucky.


"Iya, kau benar. tugasmu adalah menggantikan posisiku, jadi mulai sekarang kau yang akan mengurus semua surat-surat itu!" Sahut tuan agung.


"Oke, aku akan mengurus semuanya dengan baik." Ucap Lucky.


Hari-hari pun berlalu dengan cepat, dan tibalah dimana hari Zen akan berlatih dengan tuan agung....


"Zen, bangun! Hari ini kan kau latihan bersamaku. Jadi bangunlah sekarang! Setelah itu mandi, lalu sarapan pagi." Ucap tuan agung yang sedang membangunkan Zen dari tidurnya.


"I-iya, aku sudah bangun. Hoam... hah! Hari ini kan aku latihan bersamamu. Aku akan mandi sekarang juga!" Sahut Zen yang baru bangun. Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi ke kamar mandi.


Setelah dia mandi, dia kemudian makan. Dan sesudah makan, dia langsung pergi ke tempat latihan....


Sesampainya Dia ditempat latihan....


"Wah, tempat ini sangat besar sekali. apa kita akan latihan disini?" Tanya Zen kepada tuan agung saat dia sampai ditempat itu.


"Iya, Zen. Kita akan latihan disini, dan sebelum memulai latihan ini, kau pemanasan dulu dengan berlari mengelilingi lapangan ini selama sepuluh menit. Mengertikan Zen?" Ucap tuan agung kepada Zen.


"Baiklah!" Sahut Zen.


Kemudian dia pun berlari mengelilingi lapangan itu selama sepuluh menit. Sesudah berlari mengelilingi lapangan itu, dia langsung terkapar karena kelelahan.


"Haah... haah.... Melelahkan sekali!" Ucap Zen yang terbaring di tanah karena kelelahan.


"Ckckck, baru begitu saja, kau sudah kelelahan. Sekarang persiapan dirimu, karena latihan sebenarnya akan segera dimulai! Karena ketahanan fisikmu masih lemah, aku akan memulainya dengan melatih ketahanan tubuhmu dulu, baru yang lain." Ucap tuan agung dengan menatap Zen yang sedang terbaring di tanah.


"Ya sudah kalau begitu, aku istirahat dulu lima menit." Sahut Zen.


"Haah... ya ampun bocah ini! Baiklah istirahat lima menit." Ucap tuan agung kepada Zen.


Lima menit kemudian....


"Sekarang berdiri! Waktu istirahatnya sudah habis." Ucap tuan agung kepada Zen.


"I-iya, aku berdiri sekarang." Sahut Zen yang kemudian berdiri.


"Sekerang, ikat tali ini ke bahumu!" Ucap tuan agung dengan memberikan tali baja ke Zen.


"Tidak usah banyak tanya! Jika kau tidak bisa mengikatnya, maka aku akan mengikatkannya sekarang ke bahumu. Berpaling kebelakang sekarang!" Ucap tuan agung.


Kemudian Zen pun berpaling kebelakang, Setelah itu tuan agung langsung mengikat tali baja tadi ke bahunya.


"Hei, sakit! Jangan terlalu kencang mengikatkannya ke tubuhku!" Ucap Zen yang kesakitan.


"Maaf, aku lupa kalau kau masih kecil." Sahut tuan agung dengan mengendorkan ikatan tali tadi.


"Sekarang bagaimana? Apa ikatannya sudah pas?" Tanya tuan agung.


"Iya, sudah pas kok. Sebenarnya... untuk apa tali ini? Jangan bilang kau mau menyuruhku menarik besi yang disana itu!" Ucap Zen yang kemudian menunjuk ke arah sebuah besi yang beratnya


mencapai dua puluh kilogram.


"Yap, kau benar. Latihanmu kali ini menarik benda itu dengan mengelilingi lapangan ini satu kali. Setelah itu istirahat setengah jam, lalu kita lanjutkan dengan latihan mengangkat beban berat yang beratnya sepuluh kilogram sepuluh kali. Setelah itu Push up seratus kali, lalu Sit up seratus kali. Latihan-latihan seperti itu akan kau jalani mulai sekarang sampai enam bulan ke depan." Sahut tuan agung.


"Apaaa! Apa kau sudah gila? Latihan begini setiap hari, kau ingin menyiksa diriku apa?" Teriak Zen ke arah tuan agung.


"Sudahlah, kau bilang ingin mengalahkan keturunan iblis itu! Jika latihan seperti ini saja kau sudah menyerah, bagaimana dengan latihan berikutnya? Jadi kau ingin melakukannya atau tidak? Jika tidak, maka aku tidak akan mengajarimu lagi!" Sahut tuan agung.


"Baiklah... aku akan melakukannya. Sekarang, aku harus mengelilingi lapangan ini dengan berlari menarik besi ini kan?" Tanya Zen kepada tuan agung.


"Iya, siap-siap... satu dua tiga! Lari sekarang juga!" Ucap tuan agung.


Zen pun berlari menarik benda itu mengelilingi lapangan besar itu satu kali. Beberapa kali dia terhenti saat berlari menarik benda itu, tapi dia terus melanjutkannya sampai selesai. Setelah itu dia istirahat sejenak, lalu meneruskan latihan selanjutnya sampai selesai latihan.


"Sekarang, mari kita kembali ke istana. Latihanmu sudah selesai, dan harinya sudah hampir gelap. Kau melakukannya dengan baik, teruslah berjuang Zen!" Ucap tuan agung dengan mengulurkan tangannya kepada Zen.


"Horee... akhirnya selesai juga. Setelah kita sampai, aku akan langsung tidur." Sahut Zen yang kemudian berjalan bersama tuan agung ke arah istana.


"Terserah." Sahut tuan agung sambil mengusap kepalanya Zen.


Sesampainya mereka di istana.... Zen langsung tidur karena kelelahan. Sedangkan tuan agung pergi menemui Perdana menteri Lucky sesampainya dia di istana Diamond.


"Kau tau Lucky.... Aku bahkan tidak menyangka kalau anak itu bisa latihan sekeras itu. Meskipun beberapa kali terhenti karena kelelahan, dia tetap meneruskan latihannya sampai akhir. Sungguh diluar nalar! Bahkan Kaisar sebelumnya tidak pernah bisa menyelesaikan latihan itu, kecuali Lord." Ucap tuan agung kepada Perdana menteri Lucky.


"Kaisar Lord kan adalah Kaisar yang paling hebat sedunia dari dulu sampai sekarang. Jadi tentu saja, dia bisa latihan seperti itu!" Sahut Perdana menteri Lucky


"Ya, ucapanmu memang benar. Tapi Kaisar Lord menyelesaikan latihan itu saat umurnya dua belas tahun. Sedangkan bocah itu, dia menyelesaikannya di umur enam tahun." Ucap tuan agung.


"Gila! Bocah itu sungguh hebat. Bagaimana jadinya dia dimasa depan nanti? Pasti banyak orang-orang yang akan memuji kehebatannya itu." Sahut Perdana menteri Lucky yang kagum dengan kehebatannya Zen.


"Pastinya, dia akan keren sekali. Tapi jalan yang dia lalui tidaklah mudah, dia harus berjuang keras untuk mendapatkan kembali semua miliknya yang telah di rebut oleh pamannya Hans! Dan dalam satu bulan ke depan... aku akan meningkatkan latihannya dari sekarang!" Ucap tuan agung.


"Kau serius? Latihannya yang sekarang saja sudah berat, apalagi kalau kau tingkatkan! bisa-bisa dia mati saat sedang latihan." Sahut Perdana menteri Lucky.


"Yah, kita lihat saja nantinya. Jika dia benar-benar sanggup melakukannya, maka aku akan meningkatkan latihannya, tapi jika dia tidak sanggup, maka aku tidak akan meningkatkan latihannya. Tapi aku yakin dia pasti bisa melewati latihan ini dengan baik." Ucap tuan agung.


^^^Bersambung....^^^