
"Kekuatan diamondmu tidak aktif, Zen.... Penglihatanmu yang jelas sampai melihat sesuatu yang jauh terlihat dengan jelas, kau tidak bisa melihatnya lagi kan...."Ucap tuan agung kepada Zen.
"Kau benar, kekuatannya sudah tidak aktif. Haah... ini lebih sulit dari perkiraanku, ku pikir semudah kekuatan es. Nyatanya, kekuatan ini lebih sulit dari yang aku pikirkan." Sahut Zen.
"Sekarang kau ulangi lagi, aktifkan kekuatan diamond itu kembali dan lafalkan salah satu mantra." Ucap tuan agung.
"Oke, aku mengerti!" Sahut Zen.
Kemudian dia mengaktifkan kekuatan diamond miliknya dan mencobanya kembali.
"Diamond strength, forming a protective wall!" (kekuatan diamond, membentuk dinding pelindung!)
Setelah melafalkan mantra, terbentuklah dinding pelindung yang terbuat dari berlian.
"Oke, tahap pertama telah berhasil. Sekarang tahap kedua, "Disappeared!" (menghilang!)
Ucap Zen.
Kemudian dinding pelindung yang terbuat dari berlian itu menghilang....
"Sekarang tahap terakhir...."Come back!" (Kembali!) Ucap Zen. Dan setelah itu, dinding pelindung berlian yang menghilang tadi kembali.
"Horee, akhirnya berhasil!" Ucap Zen kegirangan melihat latihannya berhasil.
"Ya, cukup bagus. Meskipun begitu, kau lebih payah dibandingkan Kaisar-kaisar sebelumnya, tapi patut dipuji karena kau sudah berusaha keras." Sahut tuan agung dengan tersenyum ke arah Zen.
"Iya, itu sudah keren, Kaisar muda Zen. Semangat terus latihannya!" Ucap Perdana menteri Lucky.
"Cukup sampai disini saja latihannya, sepertinya energimu sudah tersisa sedikit. Karena menggunakan kekuatan diamond itu sangat menguras energi dan juga tenaga." Ucap tuan agung kepada Zen.
"Pa-pantas saja, energi kekuatanku tersisa sedikit. Kenapa kau tidak bilang dari tadi! Andai ku tau, sudah pasti aku akan bersungguh-sungguh latihan dari awal." Sahut Zen.
"Jadi, kau tidak latihan dengan serius bocah! Pantas saja kekuatanmu tadi sampai non aktif!"Ucap tuan agung.
"Hehehe... dah, aku pergi dulu kakek!" Sahut Zen yang kemudian kabur dari tempat itu.
"Dasar bocah itu, haah... ya ampun." Ucap tuan agung.
"Lebih baik kita kembali ke istana sekarang, tuan agung." Ucap Perdana menteri Lucky.
"Baiklah, ayo pergi dari sini." Sahut tuan agung.
Mereka berdua pun pergi dari tempat itu. Setelah hari itu, Zen latihan dengan lebih giat dan juga serius. Setahun berlalu, Zen sudah bisa mengendalikan kekuatan diamond itu dengan sangat baik. Bahkan saat mengaktifkan kekuatan diamond itu, dia hanya memejamkan matanya saja, dan kekuatan itu kemudian aktif.
Diruangan tempat kerja tuan agung....
"Sudah setahun berlalu, dan sekarang umur Zen sudah dua belas tahun. Aku sudah mendaftarkannya di akademi Warrior star di benua nya itu. Karena akademi itu tidak terikat dengan kekaisaran, itu akan membuat Zen aman selama dia menjadi murid di akademi itu." Ucap tuan agung kepada Perdana menteri Lucky.
"Jadi anda sudah mendaftarkan dirinya di akademi itu, lalu baju jaket itu sudah anda buat segelnya tidak?" Tanya Perdana menteri Lucky.
"Sudah, aku sudah membuat segelnya. Karena jika aku tidak menyegel jaket itu, saat Zen menutup kepalanya dengan topi di jaket itu agar tidak dikenali orang-orang, dan pada saat anging berhembus kencang, topi di jaket itu akan terbuka dan wajah Zen akan dikenali orang-orang. Tapi...." Ucap tuan agung.
"Tapi apa? Tuan agung. Kenapa anda berhenti?" Tanya Perdana menteri Lucky.
"Aku lelah berbicara, jadi aku berhenti sejenak." Sahut tuan agung.
Setelah mendengar kata-kata itu, Perdana menteri Lucky langsung bergumam, "dasar kakek tua ini, alasannya itu sangat menyebalkan! Tahan-tahan, jangan sampai aku meneriakinya. Karena jika itu terjadi, orang itu akan menyeretku ke neraka."
"Sampai dimana tadi aku bicara?" Tanya tuan agung.
"Sampai kau bilang, "tapi" tuan agung." Sahut Perdana menteri Lucky dengan ekspresi kesal.
"Oh, iya, ya. Tapi segel itu akan lepas jika amarah Zen meledak. Jadi saat dia berada disana, aku hanya perlu mengawasinya disini menggunakan lingkaran sihir yang ku buat seperti di tanah depan istana waktu itu." Ucap tuan agung.
"Kenapa anda tidak membuat lingkaran sihir itu di dinding ini saja?" Sahut Perdana menteri Lucky.
"Benar, ide mu itu sangat bagus. Aku tidak perlu keluar dari tempat ini lagi. Aku akan mengawasi Zen dua puluh empat jam sehari, jadi aku akan tau semua gerak-geriknya selama dia berada disana." Ucap tuan agung.
"Jadi hari apa, Zen akan masuk akademi itu?" Tanya Perdana menteri Lucky.
"Besok! Pertemuan murid baru itu besok." Sahut tuan agung.
"Apa Zen sudah tau tentang hal itu?" Tanyanya lagi kepada tuan agung.
"Dia sudah ku beri tahu semalam, makanya latihan hari ini aku batalkan untuk menjaga stamina dan energi kekuatanya. Lagi pula, dia sudah sangat mahir menggunakan semua kekuatannya itu dan daya fisiknya juga sudah kuat." Sahut tuan agung.
"Oh... begitu rupanya." Ucap Perdana menteri Lucky.
"Kau kan punya tangan, kenapa pakai kaki membuka pintu! Dasar bocah tengil." Sahut tuan agung.
"Ada urasan apa anda kesini, Kaisar muda Zen?" Tanya Perdana menteri Lucky.
"Kau bilang ingin memberikan hadiah kepadaku. Jadi mana hadiahnya kek?" Ucap Zen.
"Tunggu sebentar, aku meletakkan benda itu di lemari. Aku akan mengambilnya untukmu." Sahut tuan agung yang kemudian mengambilkan hadiah itu.
"Nah, ini dia hadiahnya, pakailah sekarang Zen." Ucap tuan agung.
"Pakaian apa ini? Dan kenapa pakaian ini berwarna hitam di bagian lengan bajunya dan ada topinya juga dipakaian ini. Warnanya juga berwarna hitam seperti lengannya, tapi selain di lengannya dan di topi, warnanya biru. Apa nama baju ini? Apa ini buatanmu kakek? Aku belum pernah melihat baju seperti ini sebelumnya." Tanya Zen kepada tuan agung.
"Pakaian ini namanya Jaket, dan aku tidak membuatnya tapi membelinya." Sahut tuan agung.
"Oh Jadi ini namanya Jaket, apa aku boleh memakanya sekarang?" Tanya Zen kepada tuan agung.
"Tentu saja." Sahut tuan agung.
Setelah itu Zen pun memakai pakaian itu dan pada saat dia menutup kepalanya....
"Apa-apaan ini, kenapa ada cahaya disini." Ucap tuan agung.
"Tenang saja Zen, itu hanya cahaya dari segel yang sudah aktif."Sahut tuan agung.
"Segel! Segel apa?" Tanyanya lagi.
"Segel yang membuat topi yang ada di baju itu tidak terbuka saat ditiup angin pada saat kau memakaikannya untuk menutupi wajahmu agar tidak dikenali disana nantinya. Kau bisa membukanya kok, pada saat tidak ada orang. Tapi segel itu bisa rusak jika amarahmu meledak." Sahut tuan agung.
"Oh, jadi begitu ya." Ucap Zen.
"Sekarang tidurlah! Ini sudah hampir tengah malam. Kau kan besok pergi ke duniamu itu, untuk menjadi murid di akademi Warrior star." Sahut tuan agung.
"Iya... kakek...." Ucapnya yang kemudian pergi ke kamarnya.
Esok harinya....
"Zen! Kau dimana?" Teriak tuan agung yang sedang mencari Zen.
"Aku dari tadi disini, kakek...." Sahut Zen yang berada di sampingnya dengan ekspresi datar.
"Kau terlihat tampan dan keren sekali saat memakai jaket itu, Kaisar muda Zen." Ucap Perdana menteri Lucky yang tiba-tiba muncul.
"Benarkah? Tapi tidak ada gunanya juga, karena wajahku akan tertutup nantinya." Sahut Zen.
"Oh, iya, ya. Ngomong-ngomong, Seluruh masyarakat di kota ini, sudah berada di gerbang istana untuk melepas kepergianmu Zen." Ucap Perdana menteri Lucky kepada Zen.
"Benarkah? Ayo kita pergi menemui mereka dulu kakek! Sebelum pergi ke dunia ku." Sahut Zen.
"Baiklah, ayo kita pergi sekarang Zen." Ucap tuan agung.
"Iya, kakek. Dah, Perdana menteri Lucky. Jaga dirimu baik-baik ya." Ucap Zen dengan melambaikan tangannya ke arah Perdana menteri Lucky sambil berjalan keluar istana.
"Dah juga, Kaisar muda Zen." Sahut Perdana menteri Lucky dengan melambaikan tangannya ke arah Zen.
Sesampainya mereka berdua di luar gerbang istana....
"Wah, mereka banyak sekali." Ucap Zen kepada tuan agung.
"Ya, masyarakat kota ini memang banyak. Sekarang ucapkan salam perpisahan Zen." Sahut tuan agung dengan mengusap kepala Zen.
"Baik, kakek! Dah, semuanya. Aku pergi dulu, keduniaku ya, semuanya. Sampai jumpa nanti ya!" Teriak Zen sambil melambaikan tangannya ke arah masyarakat di kota itu.
Lalu semua orang yang ada disitu, membalas lambaian tangan Zen dan berkata secara bersamaan, " Dah juga, Kaisar muda Zen. Semoga kami semua bisa bertemu denganmu lagi nantinya!"
"Portal penembus ruang dan waktu, Terbukalah sekarang juga!" ucap tuan agung. Setelah itu portal penembus ruang dan waktu itu terbuka tepat didepan mereka berdua.
"Sekarang, ayo pergi Zen." Ucap tuan agung kepada Zen.
"Iya." Sahut Zen.
Kemudian mereka pun masuk ke dalam portal itu....
^^^Bersambung....^^^